Romansa SMA

Romansa SMA
4. Ke Kantin Bersama


__ADS_3

Sebelum Miss Fifin mengakhiri kelasnya hari ini, dia mengumumkan bahwa akan ada tugas kelompok, masing - masing kelompok terdiri dari dua orang sesuai dengan tempat duduk mereka.


Tugas kelompok yang di berikan Miss Fifin adalah melakukan sebuah wawancara menggunakan Bahasa Inggris dengan Orang asing/orang Bule secara langsung, masing-masing kelompok harus menyertakan bukti wawancara berupa video hasil wawancara dan foto bersama dengan narasumber yang bersangkutan.


"Dan untuk materi wawancaranya ibu sudah menyiapkanya, kalian tinggal membacanya saja." Miss Fifin pun mengeluarkan setumpuk kertas dari dalam tas jinjing yang di bawanya, lalu membagikanya kepada masing - masing kelompok.


Mendengar pernyataan Miss Fifin tentang belajar kelompok itu, Keenan dan Laura tanpa sadar saling menoleh dan saling bersi tatap untuk beberapa detik.


Laura merasa yang belum terlalu akrab dengan Keenan merasa ragu kalau dia bisa mengerjakan tugas kelompok bersama, terlebih lagi dengan sikap Keenan yang selalu dingin terhadapnya hanya bisa tersenyum getir membayangkanya.


Keenan pun merasakan hal yang sama, dia yang selama ini tidak pernah berhubungan atau lebih tepatnya tidak pernah perduli dengan seorang wanita pun merasa canggung sendiri.


Kriiing...


Setelah beberapa jam berlalu, bel tanda istirahat pun berbunyi. Semua sisa berhamburan keluar kelas.


Dan untuk saat ini Laura belum mempunyai teman akrab yang mau menemaninya makan di kantin sekolah, walaupun perutnya sudah sangat lapar karena tadi pagi dia belum sempat sarapan akibat bersi tegang dengan Ayahnya.


Mengingat itu, otaknya pun memutar kembali kejadian di rumahnya tadi pagi sebelum Laura berangkat sekolah.


Rino yang melihat Laura sedang melamun, sedikit bingung karena raut muka Laura yang berubah murung seketika, Rino pun berinisiatif untuk mengajak Laura ke kantin.


"Laura, mau ikut ke kantin bareng kita gak?" Ajak Rino dengan antusias, sejak awal pertemuannya dengan Laura tadi pagi, Rino memang sedikit tertarik pada Laura.


Mendengar namanya di panggil, lamunan Laura pun buyar seketika, dan hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.


Di sisi lain, Keenan yang mendengar Rino mengajak Laura ke kantin bersama, membuat Keenan seketika menoleh ke arah Rino, seakan tidak setuju dengan keputusan sepihak teman satu geng nya itu.

__ADS_1


"Kenapa lo nyuk, lagi sakit mata lo?" Balas Rino, seakan tahu arti dari tatapan tajam Keenan. Rino sadar betul teman yang satu itu paling anti yang namanya deket - deket sama perempuan.


Tapi sepertinya Keenan menaruh pengecualian pada Laura maka dari itu Rino berani untuk mengajak Laura pergi ke kantin bersama, dan benar saja Keenan tidak keberatan untuk mengajak Laura bersama dengan geng mereka, hanya sedikit bersikap acuh karena belum terlalu bisa menerima kebiasaan itu.


Laura pun tidak berpikir panjang lagi, karena cacing-cacing dalam perutnya sudah berdemo dan merasa sangat kelaparan dia pun menerima ajakan Rino.


Melihat Laura pergi ke kantin beriringan dengan geng terpopuler di sekolah itu membuat gempar satu sekolah, ada yang merasa kagum tapi tidak sedikit juga yang merasa iri dan menatap sinis karena perlakuan tiga cowok tampan itu kepada Laura.


Sesampainya di kantin. Keenan, Sam, Rino dan Laura duduk saling berhadapan dalam satu meja yang sama.


Perasaan Laura tiba-tiba merasa tidak enak, dia merasakan ada tatapan-tatapan tidak suka yang mengintimidasinya dari segala penjuru, seperti ada singa yang akan menyantapnya hidup-hidup. Tapi karena situasi perutnya yang sangat darurat dia pun bersikap masa bodoh dan tidak memperdulikanya sama sekali, baginya urusan perutnya lebih penting dari segalanya.


Selama dia tidak merugikan orang lain dan orang lain tidak merugikanya, dia tidak akan ambil pusing dan tetap bersikap manis.


Dengan senyum semanis mungkin dan cara bicara riangnya, dia pun memulai percakapan untuk menetralisir kecanggungan antara mereka.


" Beuhh, asal lo tau ya, Ra. Makanan di sini tuh di masak oleh chef khusus di jamin semua makanan di sini pasti enak." Jelas Sam tak kalah antusias.


Tentu saja Laura percaya dengan kriteria sekolah kaum elite yang sekarang di pijaki Laura. Mulai dari gedung yang megah ruang kelas dan ruang - ruang pendukung lain dengan segala fasilitas yang wah, guru - guru yang sangat berkompeten, bahkan sampai makanan di kantin pun di masak oleh chef yang berpengalaman.


Membayangkan semua fasilitas yang ada, sekolah lama Laura, sungguh sangat jauh perbedaanya bagaikan langit dan bumi, kalo bukan karena neneknya yang seorang pengusaha yang kaya, belum tentu dia bisa sekolah di tempat yg seperti ini.


" Tulll... pake bingiiiiiiit." Ujar Sam, membenarkan semua perkataan Rino tadi dengan gaya alay nya.


Mendengar itu membuat Keenan sedikit terbawa suasana dan tanpa sadar menyunggingkan sedikit senyumnya.


senyuman itu walaupun sekilas tapi tak luput dari jangkauan Laura dan membuat Laura sejenak tertegun akan ekspresi spontanya itu.

__ADS_1


" Ternyata makhluk dingin ini bisa tersenyum juga." Ujar Laura dalam hati dan sekilas menatap Keenan penuh makna.


Keenan yang menyadari itu hanya bisa membuang muka dan mengalihkan pandanganya ke tempat lain.


Rino yang insting peka nya di atas rata-rata pun tahu keadaan itu, dan mencoba mencairkan kecanggungan.


"Ra, makanan favorite lo apa?" Tanya Rino tanpa basa-basi.


" Mie Ayam." Jawab Laura dengan cepat berharap bisa cepat memesan makanan Karena perutnya benar-benar sudah keroncongan.


"Wow, ou em ji... kenapa bisa sama?" Lagi-lagi Sam berseloroh masih dengan gaya Alay nya seraya menoleh ke arah Keenan.


"Apa!" Balas Keenan dengan tatapan dinginya ke arah Sam.


"Gak papa, cuma mau ngomong ternyata selera lo berdua sama, hehehe..." Ujar Sam sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal itu dan menoleh kearah Laura dan Keenan secara bergantian.


"Ah, bawel lo... buruan pesenin mie ayamnya. Gw keburu laper tau denger lo ngoceh mulu!" Sungut Keenan seraya mendorong bahu Sam menyuruhnya untuk segera bangun memesan makanan, dan mencoba mengalihkan topik pembicaraan agar tidak ada lagi ocehan - ocehan unfaedah keluar dari mulut Sam.


Mau tak mau Sam pun beranjak untuk memesan makanan. Lalu tak lama Rino pun ikut berdiri.


" Kalo gitu gue mo pesen minuman dulu, lo berdua mo minum apa?"


"Es teh manis." jawab Laura dan Keenan secara bersamaan. Keenan dan Laura pun menoleh dan saling pandang satu lama lain.


Rino yang mendengar dua makhluk beda jenis itu menyebutkan es teh manis dengan kompak secara bersamaan, membuat Rino melongo sebentar lalu ngeloyor begitu saja tanpa bisa berkata-kata lagi.


melihat semua keanehan itu, tawa kecil pun keluar begitu saja dari mulut Keenan dan Laura. Lagi-lagi Laura terpaku melihat ekspresi tawa Keenan yang jarang sekali dia lihat.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2