Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XXV : Aku Akan Menunggu..


__ADS_3

Wida yang tersadar tangannya sedang di genggam Ryan segera menariknya. Ia pun menggeser duduknya agar tidak terlalu dekat dengannya. Pandangannya beralih lagi kelayar menghindari tatapan Ryan. Ia tidak menyangka kalau Ryan akan menyatakan perasaannya padanya. Wida duduk dengan gelisah.. tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


Ryan hanya tersenyum saat Wida menarik tangannya dan duduk menjauh. Ia mengerti mungkin Wida terkejut dengan pernyataan rasa sukanya itu. Ryan memberi jeda pada Wida. Di biarkannya Wida dalam kegelisahannya. Dan mereka pun akhirnya menonton dalam diam.


Wida masih saja gelisah.. ia mulai tidak fokus dengan film yang sedang di putar.


"Ryan.." panggilnya pelan. Ryan pun menoleh. "Apa?" jawabnya dengan pelan juga. "Aku ingin pulang.." kata Wida sambil melirik ke arah Ryan. "Filmnya belum habis kak.." Ryan mencoba menahan Wida.

__ADS_1


"Tapi ini sungguh sudah terlambat.. kakak harus sudah sampai di rumah sebelum jam tiga.. atau ibu kakak akan marah nanti.." kata Wida mencari alasan.


Ryan tidak bisa menolak lagi. Ia tahu rumah Wida yang jauh dan tak cukup sekali naik turun angkot. "Baiklah.." katanya mengalah. "Tapi kakak belum menjawab pernyataanku.." Ryan menatap Wida tajam. "Aku menyukai kakak.. maukah kakak menjadi pacarku?"


Sekali lagi Wida tersentak kaget. "Pa.. pacar?" tanyanya gugup. Ryan mengangguk , "Ya.. pacar.. maukan kakak jadi pacarku..?" sekali lagi Ryan bertanya. Wida terdiam. "Kenapa? Kakak tidak suka padaku?" Ryan penasaran dengan diamnya Wida.


Ryan terdiam. Ia tahu bahwa Wida telah menolaknya secara halus. Tapi ia tidak ingin memaksa Wida.. ia tidak mau Wida akan menjauhinya karena kejadian ini. Masih ada banyak waktu.. pikirnya.. ia mungkin terlalu cepat menyatakan perasaannya hingga Wida bingung dan menolaknya.

__ADS_1


"Baiklah..." katanya, "aku tahu kakak sedang fokus untuk ujian kelulusan. Aku tidak akan mengganggu kakak dengan hal seperti ini. Tapi aku akan menunggu kakak sampai kakak siap untuk menjadi pacarku.." Ryan tersenyum pada Wida. Wida membalas senyum Ryan dengan kaku. Ia agak lega karena Ryan mau mengerti.


"Ayo kita pulang.." ajak Ryan, "aku tidak ingin kakak kena masalah karena aku.."


Prima pulang dengan langkah gontai. Ia sama sekali tidak bersemangat. Eko sahabat baiknya dengan setia menemaninya. Sesampainya di depan rumah Prima, Eko pamit. "Aku pulang dulu ya.." katanya, "kamu tidak apa-apa kan bro?" tanyanya yang tidak tega melihat sohibnya yang terlihat lesu. Prima hanya mengangguk.


Setelah Eko pergi Prima langsung masuk kerumahnya. Dengan perasaan yang masih tak menentu ia menuju kekamarnya.. mengabaikan mbok Uti yang menyapanya. Di lempar tasnya dengan sembarang, lalu dihempaskannya tubuhnya dengan kasar ke atas ranjangnya yang empuk. Tubuhnya tertelungkup sambil memeluk guling dengan erat. Lama ia dalam posisi seperti itu.. sampai kemudian membalikkan badannya dan menatap langit-langit rumahnya.

__ADS_1


Pikirannya yang tak karuan menebak-nebak apa yang sedang Wida dan Ryan lakukan saat ini. Apakah Ryan melakukan sesuatu pada Wida? pikirnya. Di bayangkannya Ryan yang sedang menggandeng Wida mesra.. menyentuh wajah mungilnya.. dan menyentuh bi.. "Aaah!" pekiknya kesal menepis pikirannya yang tak karuan dan membuatnya kesal sendiri. Ia sungguh tak rela bila Ryan menyentuh Wida. Sialan anak itu..! Umpatnya memaki Ryan dalam hati..


__ADS_2