
Begitu keluar dari toilet Prima berhenti sejenak didepan pintu yang telah tertutup kembali. Ia memegang dadanya yang berdebar keras. Hhah.. desahnya menangkan dirinya. Sebenarnya apa yang telah ia lakukan.. pikirnya. Terbayang olehnya saat wajahnya yang begitu dekat dengan wajah Wida.. dan bibir Wida yang menggoda. Dipejamkan matanya sejenak. Lalu ia berpaling sebentar ke arah toilet dimana Wida berada sebelum akhirnya ia keluar dari ruang ganti toilet menuju kekelasnya. Dan tanpa ia sadari ada sepasang mata yang melihatnya saat ia keluar dari sana.
Tadi saat Prima ijin keluar dari kelas untuk ke toilet, ternyata Sifa melihatnya. Ia curiga karena sebelumnya dilihatnya Robi yang seakan memberi kode ke arah Prima. Dan tak lama setelahnya Prima pun ijin keluar kelas. Dijawilnya tangan Nina yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Prima ketoilet.." katanya pelan. Nina tidak mengerti maksud Sifa. "Lalu?" tanyanya sambil tetap menulis. "Sepertinya Wida juga sedang ketoilet.." Sifa menjelaskan maksud perkataannya yang berhasil menarik perhatian Nina, karena Nina langsung berhenti menulis. Ia menatap Sifa. "Cepat!" suruh Sifa pelan.
Tanpa menunggu diperintah dua kali oleh Sifa Nina pun langsung berdiri. Ia berjalan kedepan kelas dengan bergegas dan langsung minta ijin untuk ketoilet begitu sesampainya di depan guru. Sang guru hanya mengerutkan alisnya. Dan tanpa menunggu jawaban dari gurunya Nina langsung berlari keluar kelas.
__ADS_1
Sesampainya didepan toilet yang juga merupakan ruang ganti untuk para siswi, ia berhenti.. di lihatnya pintu toilet tertutup. Dadanya langsung berdetak cepat.. dan perasaannya mulai gelisah. Pikirannya pun mulai menebak yang tidak-tidak. Apakah ada Prima dan Wida di balik pintu ini? Apakah yang mereka lakukan? pikirnya. Setelah menangkan dirinya, ia pun memberanikan diri untuk membuka pintu itu.
Terlihat olehnya salah satu pintu toilet yang tertutup. Di dekatinya toilet yang tertutup tersebut. Di sentuhnya hendel pintu toilet itu.. dan sebelum diputar untuk membukanya, ia pun bertanya, "Ada orang di dalam?" Ia menunggu sejenak. Dan tak lama ia pun mendengar suara seseorang didalam.. "Iya.. ada.." jawab suara di dalam.. dan ia yakin itu suara Wida! Dilepasnya hendel pintu yang belum sempat di putarnya itu. Menunggu sejenak untuk mendengar apakah ada suara lain yang mencurigakan selain suara Wida. Hening.. Akhirnya dengan perasaan yang masih penuh curiga ia berbalik dan bergegas pergi keluar dari toilet.
__ADS_1
Namun Nina tidak langsung kembali kekelas. Ia malah pergi kearah toilet untuk anak laki-laki yang letaknya disebelah toilet anak perempuan. Ia masuk tanpa ragu karena hatinya yang dipenuhi dengan rasa curiga. Sekilas saja ia langsung bisa tahu bahwa keadaan ruang toilet tersebut kosong. Dan itu berarti Prima tidak ada disana. Ia tidak langsung keluar, melainkan berdiri diam dibalik tembok toilet. Menunggu sesuatu yang membuat hatinya curiga.
Dan ternyata apa yang ditunggunya tidak sia-sia.. kecurigaan yang membuat hatinya resah pun terbukti. Karena setelah beberapa saat ia menunggu terdengar olehnya seseorang keluar dari toilet sebelah. Di julurkan kepalanya untuk melihat.. dan seperti yang diduganya.. Prima keluar dari sana..
__ADS_1