Romansa SMA

Romansa SMA
BAB CXXXIII : Kerumunan Di Pagi Hari....


__ADS_3

Wida merasa lega karena Prima pulang sebelum ibunya datang. Segera ia merapikan gelas yang ada di meja tamu dan mencucinya. Saat akan kembali ke kamarnya, betapa terkejutnya ia karena ibu sudah berada di ruang tamu.


"Kenapa kau terkejut?" tanya ibu heran, "seperti melihat hantu saja."


Wida hanya tersenyum simpul menutupi rasa gugupnya.


"Atau kau menyembunyikan sesuatu?" duga ibu tiba-tiba yang tepat sasaran, karena wajah Wida menjadi tegang.


Mata ibu menyipit memperhatikan ekspresi Wida yang berubah. Ibu yang paham betul sifat Wida yang tidak bisa berbohong, terus menyelidik.


"Apa yang kau sembunyikan?"


Wida menutup mulutnya rapat-rapat. Ia tahu betul kalau ibunya pandai sekali menginterogasi orang. Tanpa bicara apa-apa, Wida langsung ambil langkah seribu meninggalkan ibunya yang sepertinya akan bertanya lagi, ke kamarnya.


Hampir saja, batin Wida sambil mengelus-elus dadanya merasa lega, di balik pintu kamarnya. Apa jadinya kalau ibunya tahu bahwa Prima datang menemaninya tadi... huft..


Pagi yang cerah, secerah hati pasangan yang sedang memasuki gerbang sekolah, dengan bergandengan tangan. Suasana pun masih tampak lengang, karena memang masih terlalu pagi.

__ADS_1


Yah, Prima datang pagi sekali saat menjemput Wida, bisa di bilang belum ada matahari. Jalan raya pun masih sepi dari kendaraan bermotor. Sejenak mereka melupakan masalah yang sedang terjadi, yang mungkin saja dapat mengganggu hubungan mereka.


Prima melepaskan tangan Wida yang sedang di genggamnya, saat Wida akan masuk ke kelas.


"Ingat, kalau ada apa-apa hubungi aku. Ponselmu tidak usah kau titip di kantor. Getarkan saja dan taruh disakumu. Hati-hati... jangan sampai ketahuan, ya," pesan Prima panjang lebar.


Wida hanya mengangguk. Dan bergegas masuk begitu Prima meninggalkannya. Asti ternyata belum datang. Wida meletakkan tasnya di laci. Diambilnya ponselnya dari saku bajunya, lalu karena iseng ia pun mencoba menghubungi Asti.


"Kau dimana?" tanya Wida begitu tersambung.


"Cepatlah... ada yang mau aku sampaikan padamu."


Wida mematikan ponselnya. Dilihatnya jam tangannya, ternyata masih jauh dari jam masuk. Wida pun berdiri, ia berniat ke kantin untuk mencari cemilan.


Saat berjalan ke kantin Wida merasa kalau dirinya sedang menjadi pusat perhatian. Namun Wida tidak mempedulikannya, paling mereka hanya bingung melihatnya yang pagi-pagi sudah berkeliaran di sekolah, pikirnya.


Saat melewati kelas Prima, Wida hanya melirik sekilas. Ia tidak ingin mengganggu Prima yang sedang ada di kelasnya saat itu. Akhirnya, ia pun langsung menuju ke kantin tanpa menengok lagi.

__ADS_1


Tampak Eko dan Asti memasuki halaman sekolah. Berjalan santai sambil berbincang-bincang. Mereka melihat para siswa dan siswi tengah berkerumun ditempat mading sekolah berada.


"Ada apa, ya?" tanya Nina heran pada Eko, yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Eko.


Dan tanpa bicara, Eko menarik tangan Asti untuk melihat apa yang sedang menjadi tontonan para siswa.


Betapa terkejutnya Asti dan Eko, setelah tahu apa yang menjadi pusat keramaian itu. Terlihat di mading sekolah, terpampang foto Wida yang terlihat jelas dan seorang laki-laki yang wajahnya diburamkan, sedang berjalan memasuki sebuah hotel.


Asti yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya pada foto itu, merasa kesal. Ia merasa marah karena foto sahabatnya menjadi tontonan para murid. Lalu ia meminta Eko untuk melepas foto itu.


Eko maju mendekati mading. Dibukanya kaca yang menjadi penutup mading. Dengan sekali sentak ia mencopot foto itu. Para siswa yang menyaksikannya tampak ribut dan kasak-kusuk dibelakang mereka.


Eko pun kembali menarik tangan Asti, untuk meninggalkan kerumunan itu. Sesampainya di depan kelas Asti, ia menyuruhnya untuk segera mencari Wida.


"Kau masuklah dulu. Cari Wida. Dan kau tanyakan apakah ia sudah tahu tentang foto ini, atau belum. Temani Wida, jangan sampai ia sendirian. Aku takut ia syok jika megetahuinya."


Setelah berkata pada Asti, Eko langsung berlari menuju ke kelasnya. Dengan hati yang cemas dicarinya sahabatnya itu. Ia juga ingin tahu, apakah Prima sudah tahu mengenai foto itu, atau belum...

__ADS_1


__ADS_2