
Nina tampak gelisah, sebentar-sebentar matanya melihat ke arah pintu kelas, seakan sedang menantikan kedatangan seseorang. Dan tak lama kemudian di lihatnya Eko yang kembali ke kelas seorang diri.
Ia langsung menghampiri Eko, begitu Eko telah duduk di bangkunya. Tanpa bicara, Nina mendorong Eko agar ia menggeser duduknya. Eko yang di datangi Nina dan tiba-tiba di dorong, sedikit terkejut. Dan akhirnya ia mengalah, menggeser duduknya di tempat Prima.
"Ada apa?" tanyanya pada Nina begitu Nina telah duduk di sampingnya.
"Kenapa Prima di panggil pak Anton?" tanya Nina langsung ke pokok masalah. "Apa masalah foto? Bukankah kau telah mengambil foto itu? Bagaimana pak Anton bisa tahu?" Nina menyerang Eko dengan banyak pertanyaan.
Eko mengerutkan alis saat mendengarnya.
"Apa kau tahu siapa yang mengambil foto itu dan menempelnya di mading?" Eko malah balik bertanya.
"Apa itu... kau?" tanyanya lagi dengan mata menyipit.
Nina terhenyak mendengar pertanyaan Eko.
"Gila! Mana mungkin itu aku! Aku tidak akan menyakiti Prima!" katanya tegas.
"Tapi tujuan di foto itu bukan Prima, melainkan Wida. Wajah Prima tak terlihat di foto itu. Bukankah kau tidak menyukai Wida?" Eko terus menyelidik.
"Tetap saja bukan aku! Aku tidak sejahat itu!" Nina berusaha meyakinkan Eko.
Eko menatap Nina serius.
"Bagaimana dengan dua sahabatmu itu? Terutama Sifa, bukankah ia pernah berselisih paham dengan Wida?"
Nina tercekat. Ia menoleh kebelakang, ke arah tempat duduknya. Dilihatnya kedua sahabatnya yang sedang menulis itu. Mungkinkah mereka? Batinnya miris. Ia tahu betapa loyalnya kedua sahabatnya itu padanya. Apakah mereka melakukan itu demi dirinya?
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Eko, Nina langsung bangun dari duduknya. Dengan langkah cepat ia kembali kebangkunya.
"Aku ingin bicara dengan kalian.. " katanya setelah duduk di bangkunya.
Sifa yang sedang menulis berhenti, lalu menoleh ke Nina yang duduk disampingnya. Dengan bolpoin di coleknya tubuh Anin yang duduk di depannya. Anin pun menoleh.
"Ada apa?" tanya Anin setelah menghadap ke arah Sifa dan Nina.
Nina menatap kedua sahabatnya secara bergantian.
"Aku mau tanya... tapi kalian jangan tersinggung," kata Nina pelan.
Sifa mengerutkan alisnya.
"Apa?" tanyanya penasaran.
"Apa kalian yang mengambil foto Wida dan Prima lalu menempelnya di dinding?"
Sifa dan Anin membelalakkan matanya terkejut mendengar pertanyaan Nina.
"Apa?" kata mereka hampir berbarengan.
"Yang benar saja!" kata Sifa tertahan. "Masa kau menuduh kami? Walaupun itu benar, kami juga akan meminta pendapatmu dulu sebelum melakukannya."
Anin mengangguk seakan membenarkan ucapan Sifa.
"Bukan kami pelakunya. Walau aku sangat ingin membantumu untuk mendapatkan Prima," kata Anin dengan mimik serius.
__ADS_1
Nina menatap sahabatnya bergantian, seakan ingin melihat kebenaran di mata mereka. Dan ia pun menghela napas lega.
"Syukurlah kalau bukan kalian..." kata Nina akhirnya percaya dengan perkataan sahabatnya.
Tanpa sepengetahuan Nina, Anin tampak bernapas lega.
Pak Anton menoleh ke arah bu Shinta. Ia terkejut dengan pernyataan rekan sejawatnya. "Ada yang tidak menyukai mereka?" tanyanya bingung.
"Bukan mereka, tapi Wida," kata bu Shinta menegaskan. "Karena hanya wajah Wida yang terlihat jelas."
Pak Anton melihat ke arah Prima.
"Sepertinya, kau punya pengagum rahasia," katanya datar, "tapi sayangnya perbuatannya dapat membahayakan kalian."
"Apakah kalian tidak punya gambaran, siapa pelaku di balik foto ini?" tanya bu Shinta mulai menyelidik.
Prima dan Wida menggeleng bersamaan.
"Apa sebelum kejadian, ada sesuatu yang terjadi pada kalian? Misalnya kau ribut dengan seseorang karena Prima?" kata bu Shinta bersemangat. Sepertinya ia suka membaca kisah-kisah misteri, karena detilnya pertanyaannya.
Tiba-tiba mata Prima melebar dan tubuhnya menegak.
"Ada!" serunya, membuat Wida terkejut mendengarnya.
"Belum lama ini, Wida selalu mendapat ancaman lewat telepon. Awalnya kami anggap ancaman biasa, dan nanti akan bosan sendiri. Tapi ternyata... malah kejadian."
"Begitukah?" kata bu Shinta makin bersemangat. "Tapi... bagaimana caranya kita dapat mengetahui siapa pelakunya?"
__ADS_1