
Nina datang dari arah dapur dengan membawa piring berisi buah yang sudah dipotong-potong dan siap dimakan. Di letakkkannya piring itu dimeja dekat tempat duduk Prima.
"Pada bicara apa sih?" tanyanya, "rahasia ya.. kok aku datang langsung pada diam.." Nina curiga. Prima tersenyum.
"Enggak.." jawab Eko, "aku hanya memberi tahu kalau ada beberapa pe er yang harus dikerjakan."
Nina hanya mengangguk menanggapi jawaban Eko. Mungkin Eko pikir ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Padahal tadi ia sempat mencuri dengar pembicaraan mereka yang mengatakan kalau Ryan membawa pergi Wida kemarin. Ia sepertinya harus mencari info yang lebih lengkap lagi besok di sekolah.. pikirnya. Dan sepertinya Prima tidak masuk kesekolah hari ini karena kejadian kemarin.. duga Nina.
Prima mengambil sepotong apel dari piring dan memakannya. Nina yang melihatnya tersenyum senang karena Prima menghargai pemberiannya.
"Besok kau masuk tidak?" tanya Nina.
"Entahlah.." jawab Prima. "Tanggung.. besok Sabtu.."
"Kalau begitu aku akan datang lagi besok.. kalau kau tidak masuk.." kata Nina.
"Jangan!" tolak Prima setengah teriak. "Maksudku.. tidak usah.. merepotkan.."
__ADS_1
"Tidak apa-apa.. aku.." kata Nina namun belum selesai langsung di potong Prima.
"Tidak usah.." potong Prima tegas.
Nina menatap kecewa pada Prima. Sikap Prima berubah. Dulu ia bisa datang kapan saja kerumah ini.. tapi sekarang.. dengan ijin saja tidak di kasih. "Ya sudah.." kata Nina mengalah.
"Sudah siang.. aku mau pulang dulu", pamit Nina. Prima dengan sigap langsung berdiri seakan mau mengantar Nina ke pintu. Nina yang masih duduk, agak terkejut dengan sikap Prima. Ia bangun dengan pelan dari duduknya dan sekali lagi ia merasa kecewa dengan sikap Prima..
Prima dan Eko mengantar Nina sampai kedepan gerbang.
"Tidak.." jawab Eko, "Prima mau pinjam catatanku. Lagi pula rumahku dekat dari sini."
"Okeh.. aku pulang duluan ya.."
Eko mengangguk. Prima Tersenyum, "Terima kasih ya.." katanya sambil melambai pada Nina.
Prima dan Eko kembali masuk kedalam rumah. Mereka berpindah tempat kekamar Prima dan berbicara sambil tiduran di tempat tidur. "Beneran kamu tidak masuk besok?" kata Eko membuka percakapan.
__ADS_1
"Menurutmu bagaimana?" Prima balik bertanya, "kalau aku tidak masuk besok.. apakah Wida akan datang menjengukku?"
Eko nyengir, "Memangnya kau pengen di jenguk Wida?" tanyanya.
Prima langsung bangun dan duduk di samping Eko yang sedang rebahan.
"Kau bisa bawa dia kemari?" tanyanya semangat.
"PS seminggu.. setuju?" jawab Eko sambil meminta imbalan dengan meminjam PSnya Prima selama seminggu bila berhasil membawa Wida kerumah Prima. "Deal!" Prima setuju. Direbahkan kembali tubuhnya dengan senyum mengembang dibibirnya.
Nina yang pulang seorang diri berjalan dengan langkah pelan. Rumahnya berada diluar komplek perumahan tempat Prima tinggal. Hatinya galau dengan perubahan sikap Prima padanya. Dulu ia dan Prima begitu akrab.. baik di lingkungan rumah atau disekolah. Tapi sekarang Prima berubah.. walau mereka masih akrab, tapi tidak seperti dulu. Sekarang sepertinya Prima tak pernah ada waktu untuknya disekolah. Dan itu semua hanya dikarenakan seorang Wida.
Yah.. sejak Prima mulai mendekati Wida.. ia mulai acuh padanya. Biasanya ia selalu di ajak kekantin oleh Prima pada saat jam istirahat sekolah. Sekarang.. Prima selalu langsung kabur kekelas Wida saat jam istirahat tiba. Pulang sekolah biasanya ia selalu menunggu.. tapi sekarang ia segera berlari kekelas Wida.
Ia tidak pernah merasa cemburu bila ada anak perempuan dari kelas lain yang mendekati Prima. Karena ia tahu Prima pasti akan mengabaikan mereka. Tapi ini berbeda.. bukan Wida yang mendekati Prima.. melainkan Prima yang terlihat mengejar Wida. Awalnya ia mengabaikannya.. mungkin Prima hanya menggoda Wida saja. Tapi semakin lama ia perhatikan.. Prima semakin dekat dengan Wida. Bahkan ia berani menyatakan bahwa Wida adalah pacarnya secara terang-terangan.
Nina mendesah.. ia bertekad bahwa ia tidak akan kalah begitu saja oleh seorang Wida. Ditetapkan hatinya bahwa ia akan berusaha mengambil kembali apa yang pernah jadi miliknya..
__ADS_1