Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XLI : Sekali Lagi.. Aku Kehilangan Mu..


__ADS_3

Belum sampai ke motornya, Prima balik lagi kerumah Wida. Ibu Wida yang masih berdiri di teras rumahnya bingung melihat Prima yang balik lagi.


"Ibu.. " kata Prima terbata karena menahan emosi, "ibu tahu.. kemana mereka pergi?"


Ibu yang terlihat masih bingung menjawab singkat, "Ke mall.." katanya.


"Terima kasih, bu.." jawab Prima dan langsung berlari kemotornya yang terparkir di luar.


Prima menancap gasnya dengan cepat setelah keluar dari gang rumah Wida. Jalanan yang tidak terlalu padat dengan kendaraan, semakin membuatnya berani menambah kecepatannya. Sebenarnya Prima bingung ke mall mana Wida dan Soni pergi. Akhirnya ia putuskan ke Mega Mall yang ada di tengah kota.


Prima yang masih dipenuhi rasa emosi masuk ke mall tanpa tujuan, karena memang tidak tahu keberadaan Wida dan Soni. Matanya mencari-cari sosok Wida disetiap toko yang ada di dalam mall. Dari lantai satu ke lantai dua.. bahkan sampai lantai empat ia datangi, namun sosok Wida tidak ditemukannya.


Dengan putus asa ia meraba-raba sakunya. Hand phone! Pikirnya, kenapa ia tidak kepikiran dari tadi. Untung tadi mbok Uti mengingatkannya untuk membawanya. Karena biasanya, ibunya selalu menghubunginya di hari Minggu. Karena ibunya tahu Prima paling anti dengan ponsel, dan hanya mau dihubungi jika hari minggu.


Tapi, bagaimana ia bisa menghubungi Wida? Nomornya saja ia tidak punya, karena ia memang tidak pernah memintanya. Soni! Dicarinya nomor Soni di ponselnya. Ketemu! Ditekannya panggilan ke nomor Soni.. tersambung! Lama.. dan tidak terjawab. Di panggilnya lagi.. lagi.. dan lagi.. tetap tidak terjawab. Hampir Prima membanting ponselnya karena kesal.


Eko! Mungkin sohibnya yang satu ini bisa membantunya. Di telponnya Eko.. dan tidak membutuhkan waktu lama Eko pun menjawabnya.

__ADS_1


"Ada apa bro?" tanya Eko diseberang sana, "..tumben.."


"Soni!" Prima tak mampu lagi membendung emosinya, "ia mengajak Wida jalan!"


"Lalu?" tanya Eko yang sepertinya tidak mengerti maksud Prima.


"Kok lalu?" emosi Prima meningkat, "Wida pacarku! Dia tahu aku suka padanya! Tapi kenapa dia mengajak Wida jalan!" teriak Prima, yang membuat beberapa pasang mata melihatnya aneh.


"Mungkin hanya jalan.. kau tau dari mana?" tanya Eko masih dengan suara santai.


"Kamu.. lagi ada dimana sekarang? Jangan bilang kau lagi ada di mall.." tebak Eko.


"Ya.. aku ada di mall.. mereka tidak ada disini." jawab Prima.


"Ampun deh!" terdengar suara Eko yang seakan menertawakan kelakuan Prima.


"Memangnya kau tahu mall mana mereka pergi?" tanya Eko yang terdengar kesal dengan kepolosan Prima.

__ADS_1


"Makanya aku minta kau hubungi Soni. Tanya ia ada dimana..!" pinta Prima.


"Aku tidak mau..!" tolak Eko. "Kau pulang saja. Besok juga ketemu dengan Wida." Eko memutuskan teleponnya. Tut.. tut.. terdengar nada terputus di ponsel Prima.


"Halo..! Haloo! Ekooo!" teriak Prima kesal karena Eko mematikan ponselnya.


Dipanggil lagi nomor Eko. Dan Eko yang mungkin tidak tega dengan sahabatnya itupun mengangkatnya.


"Apa lagi?" tanyanya diseberang sana.


"Kirimi aku nomor Wida.." pinta Prima.


"Ia tidak punya Hp, kata Asti ibunya yang pegang Hp.. kau mau nomor ibunya?" tanya Eko memberi solusi karena merasa kasihan pada sahabatnya itu.


"Ya! Kirimi saja.." jawab Prima cepat.


Prima memandangi ponselnya. Nomor ibunya Wida terpampang dilayar ponselnya. Ia ragu, akankah ia hubungi ibunya Wida. Namun di urungkannya niatnya. Dimasukkannya ponselnya kedalam saku.. dan ia pun melangkah keluar dari mall dengan langkah gontai.

__ADS_1


__ADS_2