Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XXXIX : Alangkah Menyenangkannya Bila Itu Kamu..


__ADS_3

Soni meminum teh yang disuguhkan ibunya Wida. Kemudian meletakkannya kembali kemeja. Wida memperhatikannya dalam diam. Bukannya ia tidak suka Soni datang kerumahnya. Soni anak yang baik dan menyenangkan, ia juga temannya Prima. Tapi Wida lebih senang jika Prima yang kerumahnya. Walau sebenarnya Wida malu jika Prima tahu kondisi rumah dan keluarganya yang jauh sederhana dibanding dengan kehidupan Prima yang anak orang kaya dan serba berkecukupan.


"Kita jalan, yuk.." ajak Soni tiba-tiba memecah keheningan diantara mereka. Wida menatapnya. "Jalan kemana?" tanyanya.


"Kemana saja, biar ga bete.. " jawab Soni. "Ke mall, bagaimana?"


Wida tampak berpikir sejenak. Boleh juga sih.. batinnya, bosan juga di rumah.


"Boleh juga," akhirnya Wida setuju. "Sebentar ya.. aku ganti baju."


Wida masuk kedalam rumah hendak berganti pakaian. Soni yang duduk sendiri nampak tersenyum senang. Sebenarnya sudah lama juga ia ingin main kerumah Wida dan mengajaknya jalan. Namun selalu saja tidak ada kesempatan karena ia jarang bicara dengan Wida. Tapi setelah pertandingan basket waktu melawan SMA Harapan, mereka sudah sering ngobrol dan pernah juga pulang dan pergi sekolah bareng. Jadi setidaknya ia punya alasan untuk main kerumah Wida, dan mengajaknya jalan. Bolehkan teman bertandang kerumah atau sekedar ngajak jalan?

__ADS_1


Wida keluar dari dalam rumah di dampingi ibunya. Wida tampak manis dengan balutan kaos biru muda berlengan panjang yang di tarik sampai kesikut, dan di padukan dengan celana jeans warna dongker serta sepatu kets putih. Rambutnya yang sebahu dihiasi dengan bando hitam. Tas ransel mungil berwarna hitam menggantung di pundaknya. Penampilan yang sederhana.. namun bisa memukau Soni yang menatapnya tanpa kedip.


"Ehem.." ibu berdehem menyadarkan Soni yang terpana akan penampilan Wida. Sedangkan Wida hanya tersenyum malu melihat Soni yang terpana padanya. Soni jadi salah tingkah karena deheman ibunya Wida.


"Kalian mau kemana?" tanya ibu pada Soni.


"Hanya jalan ke mall, bu, ada toko buku disana dan ada yang ingin aku beli.." Wida menjawab pertanyaan ibu.


Setelah mereka pamit dan mendapat ijin, mereka pun pergi meninggalkan rumah. Mereka berjalan keluar gang Wida, dan kemudian naik angkot untuk menuju ke mall.


"Kita ke Grand Plaza saja, ya," pinta Wida saat mereka di angkot, "ada yang ingin kucari disana.."

__ADS_1


"Oke," jawab Soni setuju. Kemana saja boleh.. asal bersamamu, batin Soni. Senyum Soni pun mengembang. Wida yang melihatnya heran.


" Ada apa?" tanyanya melihat Soni yang senyum-senyum sendiri.


Soni menggeleng, "Tidaak.. " katanya dan masih tak dapat menahan senyumnya.


Angkot berjalan dengan cepat karena lalu lintas yang lancar. Tidak sampai setengah jam mereka pun sampai di Grand Plaza. Suasana di sana tampak ramai, biasalah kalau hari libur. Wida dan Soni pun menikmati jalan-jalan mereka dengan keluar masuk dari toko satu ketoko lainnya yang ada di dalam mall.


Setelah cukup lama mereka muter-muter, Soni mengajak Wida makan di restoran cepat saji. Wida hanya duduk manis menunggu Soni yang sibuk wara-wiri memesan makanan. Di perhatikannya Soni yang sedang berdiri mengantri di kasir.


Sebenarnya menyenangkan juga jalan dengan Soni, pikir Wida. Soni yang periang dan pandai bicara, cukup enak untuk di ajak jalan. Namun baginya, akan lebih menyenangkan lagi bila ia jalan dengan Prima. Hahh.. Wida mendesah. Mengapa disaat seperti ini nama Prima terlintas dipikirannya...

__ADS_1


__ADS_2