Romansa SMA

Romansa SMA
7. Mengantar Pulang


__ADS_3

Setelah Keenan memberi peringatan kepada Eva agar tidak berbuat macam-macam terhadap Laura, Keenan pun bergegas kembali masuk ke ruang UKS.


Eva masih belum beranjak dari tempatnya, masih diam dan mematung, mulutnya menggeram, tinjunya mengepal dengan keras hingga membuat kulit telapak tanganya sakit.


Dia masih tidak percaya dengan sikap Keenan saat ini, jelas-jelas dia tahu Kalau Keenan paling anti jika didekati dengan cewek manapun, tapi dia sama sekali tidak merasa terganggu dengan kehadiran Laura.Memikirkan itu, emosi Eva pun kian bertambah, memancarkan api kebencian di dalam matanya.


Keenan pun membuka pintu ruang UKS, saat masuk Keenan mendapati Laura sudah sadarkan diri, Keenan pun menghampirinya dan berkata denga lembut.


"Akhirnya lo sadar juga, gimana keadaan lo, apa masih ada yang sakit?" Tanya Keenan sambil tersenyum hangat dengan penuh perhatian dan perasaan lega.


"Udah baikan, cuma sedikit pusing ajah." Senyuman mengembang terpancar di bibir mungil nya walaupun nada suaranya masih terdengar lemah.


Keenan tanpa sadar terus menatap Laura,


"Senyuman itu... tidak salah lagi. Sangat *mirip, tidak salah lagi, pasti dia***." Gumam Keenan dalam hati. Melihat pandangan yang terus tertuju terhadapnya membuat Laura merasa canggung.


"Keenan ada apa, koq ngeliatinya gitu?" Memandang sekilas lalu menunduk dan menyelipkan sisi rambut yang tergerai ke sela telinganya, karena terus di tatap membuat Laura malu.


Keenan pun tersadar. "Ah, enggak apa-apa, cuma gw pikir kayaknya lo mirip sama seseorang." Masih dengan ekspresi senyum hangatnya menatap Laura.


"Oh ya, siapa?" Laura mngernyitkan dahinya penasaran dengan kata-kata Keenan.

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa, cuma bagian dari masa lalu, oh iya. Lo mau balik ke kelas atau mau ijin gw anter pulang." Jawab Keenan mengalihkan perhatian.


Melihat Keenan yang tidak ingin membahas lebih lanjut masalah tadi, Laura pun tidak memaksanya.


"Gw masuk ke kelas ajah, udah gak papa koq, lagian juga hari ini kan hari pertama gw masuk sekolah, masa udah bolos, hehehe..."Laura terkekeh lalu dengan semangat diapun bangkit dari dari tempat tidur UKS bergegas untuk kembali kekelas, Keenan pun tersenyum seraya menganggukan kepalanya dan berjalan kearah pintu, saat hendak membukakan pintu, secara reflek Laura menarik tangan Keenan.


"Keenan tunggu!" Melihat Keenan yang kaget karena tiba-tiba di tarik tangannya oleh Laura, Laura pun segera sadar dan melepaskannya.


"Eh, maaf. Ehmm... itu... cuma mau bilang terima kasih, karena udah nolongin gw." Ucap Laura yang langsung reflek menundukan kepalanya. Keenan pun tersenyum.


"Sama-sama." Lalu membukakan pintu untuk Laura.


Keenan dan Laura pun beriringan menuju ke kelas untuk melanjutkan pelajaran terakhir hari ini setelah melewatkan mata pelajaran ke dua dan istirahat ke dua karena Laura pingsan tadi, setelah sebelumnya Sam dan Rino meminta izin untuk Keenan dan Laura kepada guru yang mengajar sebelumnya.


Tak terasa pelajaran terakhir hari ini pun selesai, semua murid pun dengan suka cita bergegas untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, begitupun dengan Sam dan Rino yang sudah lebih dulu pulang, tinggalah Laura dan Keenan yang juga segera beranjak untuk pulang.


"Laura?" Panggil Keenan saat Laura hendak keluar dari pintu kelasnya. Laura pun menoleh ke arah Keenan dengan senyuman Khas nya. Keenan pun beranjak dari kursinya berjalan menghampiri Laura dengan menyelipkan tas ransel ke bahu sebelah kirinya.


"Ada apa, Nan?" Tanya Laura sedikit penasaran kenapa Keenan tiba-tiba memanggilnya.


"Lo pulang bareng gw ajah, kebetulan gw bawa motor, lagian lo Kayaknya masih lemes karena kejadian tadi pagi, biar gw anter sampe rumah." Bujuk Keenan mencoba memberi bantuan, karena dia tahu tadi pagi Laura berangkat ke sekolah naik ojol, sehingga Keenan pikir lebih baik pulang bersamanya dari pada harus cape-cape pesen ojol.

__ADS_1


"Oh, gak usah - gak usah, gw udah gak papa koq." Ucap Laura merasa tidak enak menolak tawaran Keenan yang sudah menolongnya seharian ini. "Hemm... mungkin lain kali." Balas Laura lagi dengan senyum yang sedikit di paksakan. Sebenernya Laura juga sangat ingin pulang bareng Keenan, tapi Laura takut nanti Keenan bertemu dengan Ayahnya jika mengantarnya pulang, Laura sangat tahu hari ini Ayahnya sedang mempunyai mood yang buruk, dalam kondisi seperti ini dia sama sekali tidak berani mencari masalah dengan Ayahnya.


Ayah Laura sangat melarang keras dia berteman dekat dengan laki-laki sebelum dia lulus SMA. Laura sangat paham dan sangat mengerti akan hal itu. Ayah Laura memang sedikit kasar dan terlalu over protective.


Sebenarnya dulu Ayah Laura adalah Ayah yang lembut dan penyayang, namun semua itu berubah ketika istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan bus, Saat itu Ibu Laura dan Laura hendak pergi ke rumah nenek nya, kejadin waktu itu sudah sore. Sebenernya ibu Laura memutuskan untuk pergi keesokan harinya tapi karena Neneknya mendesak untuk pergi hari itu juga karena tidak sabar akan memberitahukan sebuah berita yang sangat penting untuknya dan Laura, akhirnya mereka pun terpaksa mengiyakan kemauan ibunya dan pergi sore itu juga.


Namun na'as bus yang di tumpangi Laura mengalami rem blong dan menabrak seorang pengendara motor dan mobil bus yang di tumpangi Laura menabrak pembatas jalan dan terguling, saat itu Laura selamat dan hanya luka sobek di beberapa bagian tubuhnya, namun ibunya mendapat luka cukup serius di kepalanya dan akhirnya meninggal saat itu juga.


Semenjak tragedi mengerikan itu Ayah Laura berubah menjadi pria yang sangat dingin dan kasar, bahkan terhadap Laura sekalipun, dia menganggap Laura adalah salah satu penyebab meninggalnya sang istri, begitu juga dengan sang nenek saat ini bahkan hubungan antara menantu dan ibu mertua menjadi renggang dan sangat tidak harmonis, dia befikir seandainya sang ibu mertua tidak memaksa Laura dan ibunya untuk datang kekediamanya saat itu mungkin kecelakaan itu bisa di hindari.


***


Melihat Laura yang masih tak bergeming di depan pintu kelas, Keenan tiba-tiba saja menarik pergelangan tangan Laura dan membawanya ke arah parkiran di mana motor Keenan berada, Laura yang tiba-tiba di tarik begitu saja saat dia sedang asik dengan lamunan masa lalunya hanya bisa menurut saja saat tangannya di tarik Keenan dan hanya memandangi punggung Keenan dari belakang dengan perasaan yang bingung.


Saat tiba di parkiran Laura pun tak bisa tahan lagi dengan kebingunganya dan akhirnya mencoba melepaskan tanganya dari genggaman Keenan, tapi tenaga Keenan yang besar membuat Laura tak berhasil melepaskan tautan tangan Keenan terhadapnya.


"Keenan, tolong lepasin tangan gw, ini sakit." Rengek Laura dengan nada memelas. Melihat Laura yang terus meronta minta tanganya di lepaskan akhirmya Keenan pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Laura dan perlahan melepaskan genggamanya.


" Gak usah takut, gw cuma mo nganter lo sampe depan pintu masuk komplek, jadi Ayah Lo gak bakal tau kalau gw yang anter Lo pulang." Mendengarkan pernyataan Keenan Laura pun terbengong.


"Dari mana dia tau kalo gw takut sama Ayah." Ucap Laura dalam hati. Tapi sepertinya ide Keenan pun ada benarnya juga, lagipula Laura juga berpikir kalau dia jadi perlu repot-repot untuk memesan ojol dan akhirnya dia pun menerima bantuan Keenan untuk mengantarnya pulang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2