
Wida akhirnya sampai juga kekelasnya. Dengan napas yang terengah-engah ia menghempaskan tubuhnya kebangku yang saat itu terasa nyaman olehnya. Asti yang ternyata sudah tiba lebih dulu disana terheran-heran melihat keadaan temannya itu. "Kamu kenapa?" tanyanya pada Wida. Yang ditanya hanya mengangkat tangannya seakan menyuruh Asti untuk menunggunya mengatur napas terlebih dahulu. "Aku lari tadi.." jawab Wida setelah napasnya sedikit teratur.
"Kenapa lari.. bel masih lama kok.. atau belum kerjain pr?" Asti penasaran, "nih.. aku sudah selesai.. mau pinjam?" katanya sambil menyodorkan bukunya pada Wida.
"Bukan.." Wida menggeleng, "bukan itu.. aku menghindari Prima. Aku tidak ingin ketemu dia dulu untuk saat ini."
Asti mengerutkan keningnya menandakan ia tidak mengerti perkataan Wida.
"Menghindar?" tanyanya, "kenapa? Apa karena kejadian kemarin?"
Wida menoleh ke arah Asti, dengan heran ia bertanya, "Kamu tau kejadian kemarin? Bukannya kamu pergi duluan sama Uli dan Noni?"
__ADS_1
Asti tersenyum. "Siapa yang gak tau kejadian kemarin? Semua juga tau. Itu trending topic pagi ini.. asal kamu tau ajah."
Wida terperangah. "Hah?!" serunya tertahan. Ia memandang kesekeliling kelasnya, untuk memastikan apakah benar ia lagi jadi bahan gunjingan teman-temannya.
"Masa sih?" ditatapnya Asti tak percaya. Asti mengangguk dengan getol meyakinkan Wida kalau ia tidak hanya sekedar gosip saja. Wida terdiam. Rupanya ia harus benar-benar menghindari Prima untuk saat ini.. pikirnya.
Bel pun berbunyi menandakan saatnya untuk masuk kekelas. Prima yang hampir terlambat, tampak berlari menuju kekelasnya. Saat ia melewati kelas Wida, ia berhenti. Melalui pintu yang masih terbuka ia melihat ke tempat duduk Wida yang ada di pojok kelas. Ia bernapas lega setelah dilihatnya Wida yang ternyata ada disana. Dengan senyum tersungging di bibirnya ia pun kembali berlari menuju kelasnya.
"Tumben," kata Eko, "tidak biasa-biasanya kamu terlambat. Kenapa?"
Prima menatap Eko. "Wida.." jawabnya singkat. Eko penasaran. "Wida?" tanyanya, "kenapa dengan Wida?" Belum sempat Prima menjawab, Bu Sri guru bahasa inggris, masuk kedalam kelas. Dan akhirnya percakapan mereka pun terpaksa berhenti.
__ADS_1
Saat istirahat pun tiba. Eko yang masih penasaran karena Prima hanya menjawab sekenanya saja tadi saat pelajaran berlangsung, meminta penjelasan Prima. Namun Prima mengabaikannya. Ia malah bergegas keluar kelas menuju ke kelas Wida. Dan Eko hanya bisa mendesah kesal.
Wida yang tadi tidak sarapan pagi karena terburu-buru merasa lapar. Diajaknya Asti ke kantin. Tapi baru beberapa langkah dari tempat duduknya ia berbalik lagi dan bersembunyi diantara bangku dan meja begitu dilihatnya Prima masuk ke kelasnya. Asti yang terkejut dengan kelakuan Wida hanya terdiam saat dilihatnya Prima yang datang mendekat.
Prima yang memang sudah melihat Wida lebih dulu merasa lucu dengan kelakuannya. Dengan santai ia berjalan melewati Asti dan mendapati Wida yang tengah jongkok tidak jauh dari tempat Asti berdiri.
Ditatapnya Wida dengan ekspresi wajah yang pura-pura kesal. Wida yang merasa tertangkap basah oleh Prima degan perlahan bangun dari jongkoknya. Wajahnya memerah karena malu.
"Hai.." sapanya canggung. Prima tidak menjawab. Ia malah maju mendekati Wida. Wida reflek mundur begitu dilihatnya Prima maju mendekatinya. Namun tembok dibelakangnya membuatnya terhenti. Prima yang sepertinya menggoda Wida terus maju mendekat hingga jarak mereka hanya selangkah. Wida merasa terpojok.
Asti yang melihatnya bingung mau berbuat apa. Dan akhirnya ia pun berteriak pamit pada Wida. "Aku duluan ya Wid!" katanya dan berlalu keluar kelas meninggalkan Wida dengan Prima. Wida hanya menatap kepergian Asti dengan lesu tanpa bisa menyusulnya karena Prima yang berdiri menghadang.
__ADS_1