Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XLIX : Aku Ajari Kau Kencan


__ADS_3

Prima menggandeng Wida saat mereka memasuki gedung bioskop. Karena bukan hari libur, suasana didalam bioskop tidak terlalu ramai. Mereka duduk dideretan bagian tengah. Wida meresa risih karena sepertinya hanya mereka berdua yang duduk ditengah.


"Kok sepi?" katanya setengah berbisik ke Prima setelah mereka duduk.


"Biar saja.. enakkan juga sepi.." jawab Prima menggoda Wida.


"Iya.. jadi tidak berisik ya, nontonnya," kata Wida yang tidak mengerti maksud Prima.


Prima hanya tersenyum menanggapi perkataan Wida.


Lampu gedung mulai di padamkan. Film pun telah diputar dilayar. Wida menatap layar dengan serius. Baru kali ini ia benar-benar menonton. Waktu dengan Ryan ia tidak bisa nonton dengan nyaman. Karena waktu itu, ia merasa bersalah pergi tanpa sepengetahuan Prima. Dan mereka pun pulang cepat waktu itu.


Tapi kali ini ia merasa nyaman karena yang mengajaknya adalah Prima. Wida dengan polosnya berpikir bahwa Prima juga akan melakukan hal yang sama dengannya, yaitu duduk manis dan fokus menonton.

__ADS_1


Namun sepertinya harapan Wida tidak akan terkabul. Ia juga tidak akan bisa menonton dengan nyaman kali ini. Karena dari awal film di putar yang di tonton Prima hanyalah wajah Wida. Perlahan Prima menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Wida. Wida yang sedang fokus menonton tidak menyadarinya. Namun ketika Prima menyetuh dan menggenggam tangan Wida, Wida terlihat sedikit terkejut.


Wida pun menoleh.. dan ia baru menyadari bahwa Prima duduk terlalu dekat dengannya. Dengan polos ia bertanya, "Ada apa?" katanya pelan. Prima tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada apa-apa," katanya pelan sambil menatap Wida lembut. Prima menarik tangan Wida yang sedang digenggamnya ke dalam pangkuannya.


Tubuh Wida menegang.Ia merasakan kalau jantungnya berdegub kencang. Ingin rasanya ia menarik tangannya yang sedang di genggam Prima. Namun entah mengapa tangannya tak menuruti kata hatinya.


Perlahan dliriknya Prima.. yang ternyata sedang menatap kearahnya. Wida menjadi resah.. duduknya pun jadi tak tenang. Prima yang melihatnya tersenyum nakal. Didekatinya Wida, "Kenapa?" bisiknya didekat telinga Wida. Wida merasa bulu tengkuknya meremang karena napas Prima terasa dekat di telinganya.


Wida mencoba menggeser duduknya. Namun karena tangannya yang di pegang erat oleh Prima, ia jadi tidak bisa berbuat apa-apa.


Wida berusaha untuk fokus ke film yang ditontonnya. Namun karena sesekali Prima membelai tangannya yang ada digenggamannya, membuat ia gagal fokus.

__ADS_1


"Apa yang Ryan lakukan saat kalian nonton waktu itu.." tanya Prima tiba-tiba membahas Ryan. Wida menoleh.. ditatapnya Prima yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya.


"Kenapa kau tanyakan masalah itu?" jawab Wida.. yang sepertinya tidak suka jika Prima mengungkit masalah yang telah lalu itu.


"Ingin tahu saja. Bukankah itu kencan?" kata Prima dengan nada bicara yang terdengar jelas kalau ia sedang cemburu.


"Kami tidak melakukan apa-apa. Dan bagiku itu bukan kencan.." jawab Wida sambil memalingkan wajahnya kembali ke layar. Prima tersenyum, sepertinya ia senang dengan jawaban Wida.


"Memangnya kau tahu apa itu kencan?" Prima menggoda Wida.


"Mana aku tahu.. memangnya aku pernah berkencan..?" jawab Wida agak kesal.


"Okeh.." kata Prima dengan senyum nakalnya, "aku akan memberitahu dan mengajari kamu apa itu kencan.."

__ADS_1


Wida kembali menoleh ke Prima dilihatnya Prima yang tersenyum menggoda membuat debaran jantungnya makin tidak karuan. Wida bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya apa yang akan Prima lakukan terhadapnya?


__ADS_2