Romansa SMA

Romansa SMA
BAB XVI : Ada Cinta Yang Lain..


__ADS_3

Prima pura-pura kesal dengan menatap Wida tajam. Wida yang di tatap seperti itu merasa gelisah. "Apa?" tanya Wida akhirnya seakan tahu kalau Prima akan menanyakan sesuatu.


Dan dugaan Wida benar.. "Kamu turun dimana tadi?" tanya Prima datar.


Wida yang merasa bersalah karena tadi pagi ketika dilihatnya Prima di tempat biasa ia turun tapi malah melewatinya, menjawab dengan pelan, "Aku.. aku kelewatan tadi.."


"Kok bisa.. apa kamu sengaja?" cecar Prima.

__ADS_1


"Beneran.. aku kelewatan.." Wida berusaha meyakinkan Prima.


"Lalu.. tadi.. kenapa kamu sembunyi?" tanya Prima kembali yang membuat Wida mati kutu karena tidak punya alasan untuk menjawabnya. Wida akhirnya hanya menunduk diam karena merasa malu dengan kelakuannya tadi.


Prima tersenyum. Tidak tega juga rupanya melihat Wida seperti itu. Tanpa bicara di tariknya tangan Wida agar mengikutinya. Wida yang agak terkejut karena tiba-tiba tangannya ditarik mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Prima. Tapi pegangan Prima yang kuat membuat Wida terpaksa mengikutinya.


Mereka rupanya ke kantin. Wida sepanjang jalan hanya menunduk diam menahan malu karena banyak mata yang melihat mereka jalan sambil bergandengan tangan. Berbeda dengan Prima yang tampak cuek tak menghiraukan.

__ADS_1


Nina dan dua sahabatnya, Sifa dan Anin.. tampak masuk ke kantin. Nina yang melihat Prima lagi antri di tempat pemesanan langsung menghampirinya. Dengan manja ia bergelayut ditangan Prima. Prima yang memang hanya menganggap Nina cuma sebagai sahabatnya dari SMP tidak begitu mempedulikannya.


"Asiiik.. traktir aku ya.." katanya manja. Prima menggeleng. "Lain kali aja ya.. aku cuma bawa uang sedikit. Cuma cukup untuk traktir Wida.." tolak Prima sambil menunjuk Wida yang tengah menunggunya dengan kepalanya. Nina pun langsung melihat kearah yang ditunjuk Prima. Dilihatnya Wida tengah duduk sambil melihat-lihat sekeliling kantin. Reflek Nina melepas tangan Prima yang tengah di gelayutinya. Ia merasa tidak enak jika nanti Wida melihatnya. "Pelit ah sekarang.." katanya pura-pura kesal. Prima hanya tersenyum dan langsung memesan makanan saat antriannya tiba.


Prima datang dengan membawa makanan yang di pesannya untuk dirinya dan Wida. Dua piring somay dan dua gelas es teh manis. Setelah meletakkannya di meja ia duduk dihadapan Wida. "Makanlah.." katanya pada Wida. Wida yang memang sedang lapar karena tidak sarapan meraih piring somaynya, mengaduknya.. lalu langsung melahapnya. Prima hanya tersenyum.


"Kalo tau laper.. tadi kenapa sembunyi?" goda Prima, membuat Wida tersedak dan terbatuk. Prima tertawa melihatnya lalu menyodorkan gelas es teh pada Wida. Wida yang terbatuk mengambil gelas es teh dari tangan Prima dan langsung meminumnya. Setelah dirasa hilang rasa tersedaknya diletakkannya gelas sambil melotot kesal pada Prima. Dan yang di pelototi hanya mesem saja sambil menyantap somaynya.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat mereka duduk, tampak Nina yang sepertinya tidak suka melihat kedekatan Prima dengan Wida. Bagaimana tidak.. ialah yang selalu ada disisi Prima dari mereka masih duduk di bangku SMP. Dan menunggu dengan sabar kapan Prima akan membuka hati untuk dirinya. Ia pikir Prima hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada dirinya, karena sikap Prima yang selama ini selalu baik dan perhatian.


Namun ternyata hal itu sepertinya tak akan terjadi. Karena tiba-tiba saja hadir Wida diantara mereka. Nina bertanya-tanya dalam hati.. kapan Prima mulai dekat dengan Wida? Karena dari kelas satu ia tidak pernah melihat Prima bicara dengan Wida atau sekedar menyapa. Tapi belakangan ini ia melihat Prima semakin dekat dengan Wida.. semenjak pertandingan basket di SMA Harapan.


__ADS_2