Romansa SMA

Romansa SMA
BAB CLXXXIV : Asal Kau Percaya....


__ADS_3

Suasana di acara perpisahan dadakan itu berjalan lancar. Beberapa kali mereka menambah pesanan untuk memperpanjang waktu. Prima yang tahu kalau Wida merasa tak nyaman karena pernyataan Nina, mencoba menghibur Wida dengan mengajaknya bicara.


"Kau mau coba makananku? Rasanya enak loh.." katanya sambil mengambil sepotong daging dengan garpu, lalu mencoba menyuapi Wida.


Awalnya Wida menggeleng, karena ia tahu dua pasang mata yang ada didepannya itu, sedang mengawasinya. Namun Prima yang tidak pernah menerima penolakkan, tetap memaksa Wida untuk membuka mulutnya.


"Ayolah..." katanya, "tanganku sudah pegal ini.."


Dan akhirnya mau tidak mau Wida membuka mulutnya untuk menerima suapan Prima.


Prima tersenyum.


"Enakkan?"


Wida menganggukkan kepalanya pelan dengan mata sambil melihat ke arah Nina. Dan ternyata Nina juga sedang menatap kearahnya dengan tatapan cemburu. Lalu dengan cepat dialihkannya tatapannya ke tempat lain sambil mengambil gelas berisi jus dan meminumnya.


Ternyata semua itu tak luput dari mata Soni. Ia yang sudah hilang selera makannya, terlihat hanya mengaduk-aduk mie goreng pesanannya saja. Sesekali matanya menatap Wida yang duduk didepannya. Perasaannya yang berhasil ia pendam selama ini, sepertinya timbul kembali saat mendengar Prima akan kuliah di Jogja. Apalagi ditambah oleh perkataan Nina yang mengatakan bahwa ia juga akan kuliah di tempat yang sama oleh Prima.


Ditatapnya lagi wajah Wida yang menurutnya terlihat tak bersemangat itu. Apakah karena perkataan Nina? Pikirnya. Lalu matanya beralih ke Prima, teman yang juga sekaligus rivalnya itu. Sebenarnya hati kecilnya bersorak saat ia mengetahui bahwa Prima akan kuliah di Jogja. Karena dengan begitu ia bisa bersama Wida bila Prima tak ada nanti.


Tiba-tiba Prima berpaling menatapnya. Sepertinya dirinya tahu kalau ia sedang memperhatikannya. Lama juga mereka saling tatap. Mungkin kalau Wida tidak memanggil Prima mereka akan terus seperti itu. Hhh... Desahnya kesal. Benar-benar ia tidak bisa menerima kenyataan kalau Wida menjadi milik Prima..


"Prima..." panggil Wida pelan. "Aku mau pesan air mineral.."


Prima menoleh dengan enggan.


"Kau mau air mineral?" tanyanya memastikan. "Biar aku yang pesankan."


Prima berdiri dan beranjak ke konter yang ada dilantai bawah.

__ADS_1


Wida mendesah pelan. Lalu ia melihat ke arah Soni, dan Soni ternyata juga sedang melihatnya. Tatapan mata Soni tampak melembut saat menatapnya. Di sudut bibirnya pun tampak tersungging sebuah senyuman yang tulus. Wida membalasnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke makanan yang ada di depannya. Ia tidak ingin Prima akan salah paham jika melihatnya.


Bukannya ia tidak menyadari saat Prima dan Soni saling bertatap tajam tadi. Itu pun ia sadari saat menoleh ke arah Prima, yang ternyata sedang menatap tajam ke arah Soni. Dirinya yang tidak ingin ada konflik lagi antara Prima dan Soni, sengaja memanggil Prima dan beralasan ingin membeli air mineral.


"Mana Prima?" tanya Asti tiba-tiba saat melihat kursi Prima yang kosong.


"Sedang ke bawah, beli air mineral," jawab Wida lugas.


Tidak berapa lama Prima pun datang. Diserahkannya botol mineral yang dibelinya pada Wida, kemudian duduk di kursinya. Sekilas matanya melihat ke arah Soni. Entah mengapa rasa kesalnya masih saja belum hilang. Apalagi tadi saat ia memergoki dirinya yang sedang menatap Wida diam-diam. Prima bertanya-tanya dalam hatinya, apakah ia bersorak saat mendengar dirinya akan kuliah ke Jogja?


Matahari semakin bergeser ke arah barat menandakan hari telah berganti sore. Dan satu persatu teman-teman Prima meninggalkan kafe.


"Aku duluan ya, Prim," pamit Eko pada Prima sambil menarik tangan Asti untuk meninggalkan pelataran kafe.


"Daaah.." Asti melambai pada Wida, lalu melihat kearah gengnya Nina, dan mengangguk kecil sebagai tanda pamit.


Soni juga ikut meninggalkan kafe setelah pamit pada Wida.


"Aku juga duluan.. Dah Prim..." kata Nina ikut pamit dan pergi bersama Anin dan Sifa.


Dipelataran kafe tinggal Prima dan Wida. Prima tampak manyun dengan wajah kesalnya.


"Kau lihat.. Bagaimana aku tidak kesal pada Soni, padahal ada aku disini, kenapa hanya kau yang di pamiti?" gerutunya.


Wida yang mendengar gerutuan Prima menoleh dan melihat kekesalan di wajah Prima.


"Nina juga hanya pamit padamu... Padahal ada aku disebelahmu," kata Wida seakan membela Soni. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi langsung berjalan meninggalkan Prima.


Prima sedikit terkejut mendengar perkataan Wida. Ia tidak menyangka kalau Wida akan membalas ucapannya.

__ADS_1


"Hei..!" serunya sambil mengejar Wida yang meninggalkannya.


"Kau membela Soni?" katanya setelah berhasil mensejajari langkah Wida.


Wida diam saja tidak menanggapi perkataan Prima sambil terus berjalan.


Prima menarik tangan Wida untuk menghentikan langkahnya.


"Kau cemburu, Nina pamit padaku?" katanya setelah berdiri menghadang Wida.


Wida menatap Prima.


"Bukannya kau yang cemburu terhadap Soni?" jawab Wida sedikit kesal karena Prima memutar balik keadaan.


"Kau yang mulai duluan berkata ini itu tentang Soni. Aku tidak berkata apa-apa tentang Nina. Apa aku mengatakan, bahwa aku kesal saat Nina mengatakan di depan semuanya kalau ia akan kuliah bersamamu? Kau yang terlalu berlebihan tentang Soni."


Mendengar perkataan Wida yang panjang lebar membuat Prima terdiam. Benar juga kata Wida, batinnya. Ia yang terlalu berlebihan tanpa memandang perasaan kekasihnya itu..


"Maafkan aku.. Aku.. Aku terlalu khawatir. Aku khawatir, bila aku jauh darimu, ia akan mendekatimu..."


Wida mendesah.


"Bila ia mendekatiku, aku akan menghindar, untuk menjaga perasaanmu. Tapi bagaimana denganmu? Apa kau juga akan menghindar dari Nina di sana nanti, apabila ia mendekatimu?"


Prima kembali terdiam.


"Sulit bukan?" tanya Wida karena Prima hanya terdiam.


"Mereka teman kita, kita tidak bisa untuk saling menghindar. Asal kau percaya... Aku juga percaya padamu..."

__ADS_1


#Minal Aidin Wal Faidzin semua.. maaf agak tersendat karena disibukkan oleh halbil.. tetap ikuti kisah Prima dan Wida ya..terus beri dukungan dan vote.. biar jadi penyemangat dalam menulis.. terima kasih...#


__ADS_2