
Pagi ini Wida sangat enggan untuk pergi kesekolah. Ia malas bertemu dengan orang-orang yang telah membuat hatinya resah. Prima dan Ryan. Disatu pihak ia malas bertemu Prima.. karena ia menghindarinya kemarin. Ia takut untuk menghadapi Prima hari ini. Terbayang wajahnya yang tampak tegas jika ia sedang marah. Prima pasti akan banyak bertanya kenapa ia meninggalkannya kemarin dan kemana ia pergi..
Dan pihak satunya lagi.. Ryan. Ia telah tahu bagaimana perasaan Ryan terhadapnya. Ia pastinya akan canggung sekarang bila berhadapan dengannya. Aaah.. desah Wida pelan.. mencoba menenangkan diri dengan perasaannya yang resah. Tiba-tiba kepala ibu tersembul dari balik pintu. "Ini mau sekolah atau tidak?" katanya, "kok dari tadi ga keuar-keluar dari kamar?" ibu mengingatkan Wida. "Ia..sebentar lagi.." jawab Wida malas.
Wida keluar dari kamar dan langsung duduk di meja makan. Diraihnya gelas yang berisi susu dan langsung diminumnya sampai habis. Ibu yang melihatnya heran.. karena tidak biasanya Wida menghabiskan susunya. "Lagi pengen sehat ya?" sindir ibu menggoda Wida yang agak berbeda hari ini. "Ingat.. jangan pulang terlambat lagi kaya kemarin.." kata ibu mengingatkan Wida saat ia pamit untuk berangkat ke sekolah.
Wida turun dari angkot di tempat seperti biasa. Ia celingak-celinguk seakan mencari seseorang. Prima. Ya.. ia mencari Prima.. kemarin dilihatnya Prima sedang menunggunya disini. Tapi ia malah sengaja tidak turun dari angkot untuk menghindarinya.
__ADS_1
Namun hari ini ia tidak ingin menghindarinya lagi. Entah mengapa ia merasa bersalah atas perbuatannya karena meninggalkan Prima saat pulang sekolah. Padahal Prima menyuruhnya untuk menunggu. Dan karena perbuatannya itu.. ia seakan mendapat karma sehingga ia terjebak oleh Ryan kemarin.
Sepertinya Prima tidak ada. Wida sengaja berjalan pelan menuju ke sekolahnya.. siapa tahu Prima datang terlambat dan menunggunya di suatu tempat..pikirnya.
Tapi sampai Wida tiba dikelasnya ia tidak melihat sosok Prima yang dicarinya itu. Wida menghempaskan tubuhnya dikursinya. Tasnya yang lumayan berat di letakkannya di meja dengan kasar. Asti yang lagi duduk di bangku depan datang menghampirinya. Dilihatnya wajah Wida yang kurang semangat.
"Terlambat kali.." hibur Asti. "Eh.. kemarin Prima datang mencarimu.." lanjut Asti, "aku bilang aja kamu ijin pulang cepat.."
__ADS_1
Wida langsung duduk tegap. "Bagaimana reaksinya?" tanyanya, "apa ia marah karena aku tinggal?"
"Tidak.. ia malah cemas.. disangkanya kamu sakit.." jawab Asti yang membuat Wida makin merasa bersalah.
Sampai jam istirahat tiba pun Wida tidak bertemu dengan Prima. Prima yang biasanya datang kekelasnya, kali ini sama sekali tidak nongol. Sengaja ia kekantin dengan harapan bisa menemukannya disana.. tapi hasilnya nihil. Lalu pura-pura lewat depan kelasnya dan mengintip lewat jendela.. tidak juga dilihatnya sosok itu.
Diputuskannya bahwa Prima tidak masuk hari ini. Harusnya ia senang karna Prima tidak ada untuk menggaggunya. Namun karena terbisa ada rasanya jadi aneh saat tidak ada. Wida akhirnya kekelas dengan langkah gontai tak besemangat.
__ADS_1
Ternyata Eko dari tadi mengamati segala kelakuan Wida. Ia tahu bahwa Wida diam-diam mencari-cari Prima.Rupanya Wida tidak tahu kalau hari ini Prima tidak masuk sekolah. Tadi saat akan sekolah Eko sempat mampir kerumah Prima. Rupanya Prima minta ijin untuk tidak sekolah dengan alasan sakit. Namun Eko tahu itu hanya alasan yang di buat-buat saja. Karena menurutnya Prima baik-baik saja.. hanya hatinya saja yang sakit..