
# selamat menikmati episode ini.
malamnya...
di keluarga Nasution
"ngapain aja di rumahnya aunty sayang". tanya Astrid kepada cucunya.
"aku buat cookies grandma". ucap Keyra.
lalu Keyra mengeluarkan satu toples kecil berisi Cookies buatannya.
"nih cookiesnya". ucap Keyra seraya menyodorkan toplesnya di atas meja ruang keluarga.
lalu Hana dan Astrid mencicipi cookies buatan Keyra tersebut.
"gimana? enak ga grandma?". tanya Keyra.
"mmm. enak sayang. kamu udah pinter ya buat cookies. baru juga satu hari tinggal sama aunty Retha. pinter nya udah kayak gini. apa lagi seminggu ya? ". celoteh Astrid.
"haha iya". kekeh Hana.
"grandma besok aku boleh main lagi ga ke sana? ". tanya Keyra.
"loh untuk apa sayang. kan besok rencananya kita mau ke apartemennya papa. sambilan nunggu papa jemput kamu di sana". ucap Astrid.
"aku mau buat kue lagi". sahut Keyra.
"aduh cucu grandma. rajin banget sih sayang. yang ini aja belum habis". ujar Astrid.
"mmm iya sayang. yang ini aja belum habis. habisin yang ini dulu ya sayang. kalau udah habis kita buat lagi". timpal Hana.
"ke rumah aunty Letha ya". pinta Keyra.
"iya sayang". sahut Hana.
...----------------...
besok malamnya..
Di kediaman Satria.
setelah Dean diantar pulang oleh Arjun ke rumah Dea. malamnya ibu dan anak ini menghabiskan waktu dengan berbagi cerita bersama di tempat tidur.
__ADS_1
sudah lama Dea tidak menidurkan Dean dengan cara memeluknya. tetapi malam ini Dean belum mau tidur karena ia masih asyik berceloteh tentang pengalaman nya selama tinggal bersama Alma.
"selama tinggal sama nenek Dee Ngapain aja nak". tanya Dea seraya mengelus rambut Dean.
"pigi liat onyet. ayam, ancil. mmm anyak bunda". sahut Dean antusias.
"oh ya? ". tanya Dea yang ikutan antusias melihat semangat anaknya yang sedang bercerita.
gelak tawa pun tak terhindari. ibu dan anak ini saling bercanda di kamar tidur yang berukuran empat kali empat tersebut. hingga akhirnya keduanya kelelahan, mengantuk dan tertidur.
sementara dari balik dinding kamar dua pasutri yang selalu harmonis sedang memagut lembut di atas ranjang berukuran size king tersebut.
"kita buat anak secakep Dee dan sepintar Keyra yuk? ". ajak Satria.
"mau aja sih. tapi adeknya belum bisa sih yang. baru juga tamunya datang". ungkap Retha yang masih mengalungkan kedua lengannya di leher Satria.
"hmm. ga asyik. kok cepet banget yang?". tanya Satria yang mengingat siklus haid sang istri.
"ga tau ni bang". sahutnya dengan nada kecewa.
"mungkin adek lagi capek. kemarin di hutan kita hikingnya kejauhan kali ya. ". ujar Satria.
"mungkin sih". sahut Retha yang masih di pangkuan sang suami.
"jadi program presentasi khusus mahasiwa udah di buka lagi ni? ". tanya Satria.
"iya sayang. kasih tau Jasmine ya untuk siap siap dengan presentasinya. kalau dia berhasil dia bisa mendapatkan jaminan bekerja di perusahaan KBC sebagai asisten tenaga ahli peneliti". ujar Satria.
"bukannya dulu juga dia udah dinyatakan lulus menurut kantor pusat karena presentasi kita beberapa tahun lalu. meskipun hanya runner up menurut juri dunia. tetapi dimata investor, perusahaan kalian di nilai yang terbaik kan bang". keluh Retha yang kecewa tentang kebijakan perusahaan untuk Jasmine.
lalu ia pun segera turun dari pangkuan suaminya. Satria yang mengerti akan kekecewaan sang istri pun mengerti akan sikapnya.
"karena beberapa tahun Jasmine menghilang tanpa ada kabar yang jelas dek. perusahaan tidak bisa menunggu. mereka butuh orang untuk menjalankan perusahaannya. jika kami hanya menunggu satu orang sementara masih banyak orang lain di luar sana yang memiliki potensi untuk memajukan perusahaan. why not untuk kami rekrut dan memberinya kesempatan". jelas Satria.
melihat istrinya hanya bergeming. Satria pun menarik pinggang Retha untuk lebih dekat padanya.
"jangan berkecil hati dek. teman kamu itu insya Allah akan mendapatkan kesempatan nya lagi kali ini. tetap berusaha dan semangat oke. abang akan tetap bantuin Jasmine agar dia mendapatkan predikat terbaik di mata perusahaan". Satria memberi semangat pada istrinya.
"beneran bang. serius?. tanya Retha kurang yakin.
"iya sayang. dua rius malah. ga percaya amat sih". jawab Satria mantap seraya menunjukkan dua jarinya dalam bentuk huruf V pada istri cantiknya.
"iya percaya". jawab Retha dengan kekehan.
__ADS_1
"oiya ngomong ngomong si Keyra Ngapain aja sama adek kemarin". tanya Satria.
"bantuin si Jasmine bikin cookies". jawab Retha.
"oiya??. pekik Satria heran.
"iya. Katanya minta kita jemput dia lagi untuk nginap di rumah kita. kayaknya dia betah di sini. terus anaknya cepat akrab sama si Jasmine". ujar Retha.
"really? ". tanya Satria kurang yakin.
"iya sayang. besok kita jemput aja lagi Keyranya mumpung papa dan omanya masih di Aussie. biar bunda Astrid bisa lebih leluasa jalan jalannya sama mama". saran Retha.
"boleh juga sayang. biar sekalian kita ajak Dee ke sana gimana? ". tanya Satria.
"tapi sepertinya Jasmine punya rencana sendiri lah bang sama anaknya. dia kan kangen berat sama si Dee. karena udah lama ga jumpa". sahut Retha.
"dia mau ngapain. paling bisanya besok sore si Dee bisa di ajak jalan sama bundanya. karena besok jadwal si jasmine ada praktikum tambahan sama abang. dan juga jadwal pengajuan judul skripsi nya yang baru". ujar Satria.
"loh bang bukannya si Jasmine dulunya skripsi nya udah kelar tinggal di revisi sedikit terus sidang". bantah Retha.
"abang yang minta untuk dia rubah. supaya skripsi lebih berkualitas dari mahasiwa yang lain. secara judul skripsi Jasmine ada yang hampir sama bentuk penelitian nya tahun lalu". jelas Satria panjang lebar.
"oh.. gitu". sahut Retha pelan.
"besok kita bawa Dee bersama kita. soal Jasmine. tenang aja. pasti dia minta tolong ke kita untuk jagain Dee". ujar Satria dengan begitu percaya dirinya.
"so confident you are". ejek Retha pada suami tampannya.
"off course. it must do. mulai sekarang mesti dong. soalnya kapok kalau ga punya kepercayaan pada diri sendiri. untung dulunya si gebetan punya mama yang over protektif. jadinya aman deh jodohnya abang ganteng". seloroh Satria mantap.
"mmm... mulai deh.. ". sahut Retha tersipu mengingat masa lalu.
besok paginya....
Dan benar saja seperti yang di katakan oleh suaminya. karibnya itu meminta tolong untuk menjaga Dee padanya. tentu saja Retha dan Satria dengan senang hati menerima nya. karena ini adalah bagian dari rencananya mereka untuk mengajak Dee ke apartemen abang sepupunya.
"Dee jangan nakal ya. nurut apa kata abi dan ummi. bunda cuma sebentar. setelah itu kita jalan jalan. okey? ". pesan Dea ke putranya.
"okey bunda". sahut Dee ceria.
lalu Dea pun pamit pada mereka dan pergi ke kampus dengan menggunakan bis kota.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan vote, komen, dan share link