She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kepanikan Retha


__ADS_3

## wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"mau kemana kau Ren. Baru juga pulang sudah mau pergi lagi. Apa tak capek badan kau Ren. Kau tidur tidur lah dulu baru kau mejeng di kafenya si Arjun itu". Omel mamanya Retha saat melihat putra satu satunya itu hendak mengambil kunci mobil yang berada di sangkutan.


"sebentar saja mak. Nanti aku balik pas ashar.tenang aja. Janjiku sama mama dan tante Alma tetap ku penuhi lah. Oke ma?!". Sahut Rendy sambil berlalu dari hadapan wanita yang ia cintai dan hormati itu.


Rendy melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang di tuju. Ia sengaja tak mengajak tante Alma lantaran pun memang sengaja juga belum mengatakan perihal berita tentang Dea pada tante Alma. Karena ia ingin tante Alma beristirahat dulu untuk merilekskan tubuh dan pikirannya akibat kelelahan dalam perjalanan tadi.


Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit. ia bertanya tanya dalam hatinya mengenai kondisi Dea. Dalam benaknya ada rasa pilu mengingat kisah Dea saat pertama kali di temukan oleh tante Alma dalam satu bus yang menuju kota Pdg.


Mulai dari penampilan Dea yang kusam dan kumal serta saat makan yang begitu lahap seperti orang kelaparan. Dan yang lebih menyedihkan lagi selama kehamilannya hingga melahirkan hanya dirinya dan tante Alma lah yang menemani Dea saat itu.


"Dea..Dea..dosa apa yang kamu perbuat dulu hingga hukuman kamu datang bisa beruntun gini". ucap Rendy dalam hatinya.


Tak lama kemudian tampaklah bangunan kokoh menjulang tinggi yang di gunakan sebagai pusat medis dan rehabilitasi itu.


Rendy memarkirkan mobilnya. ia segera keluar dan mencari Arjun di lantai yang di maksud.


"Jun". Panggilnya saat ia melihat Arjun sedang membawa beberapa obat dan infusan ke salah satu ruangan di mana kini Dea berada.


Arjun melambaikan tangannya lalu menarik lengan Rendy untuk ikut dengannya setelah menyerahkan obat obatan tersebut ke perawat jaga.


"ikut aku ke ruang dokter itu". ajak Arjun seraya menunjukkan satu papan nama yang bertuliskan dokter syaraf.


"kenapa jadi urusan kita Jun". Ungkap Justin yang keberatan.


"jadi sama aiapa lagi aku berharap kalau bukan sama kau". Sahut Arjun.


Akhirnya Rendy mengikuti apa yang di minta Arjun setelahnya Retha pun tiba dan menyusul mereka berdua ke dalam. Mereka bertiga masuk ke ruangan dokter yang ternyata di sana juga ada seorang kepala lapas dan dokter klinik yang bertugas di lapas.


"kalian bertiga keluarga dari pasien?". Tanya Dokter laki laki itu yang menangani Dea setelah Dea mendapatkan pemeriksaan secara intensif setelah Retha merekomendasi kan biaya atas nama KBC.


tiga jam yang lalu...


Saat Dea telah di masukkan ke mobil ambulans yang membawanya pergi ke rumah sakit yang biasa menangani para napi atau pun para terdakwa yang sedang menjalani persidangan.


Retha dan Arjun yang tau rumah sakit mana Dea akan di bawa sedangkan mereka tau jika Dea mengalami luka serius di kepalanya akibat benturan yang memang Dea lakukan sendiri lantaran karena riwayat penyakitnya.

__ADS_1


Jika hanya di tangani di rumah sakit biasa atau pun pada dokter biasa, tentu saja hal ini tidak akan berpengaruh sama sekali pada kesadaran Dea.


Terbukti hingga kini Dea belum sadar dari pingsannya setelah di tangani tim medis di klinik lapas dari selepas subuh saat Dea di temukan dalam keadaan pingsan dan bersimbah darah di keningnya.


Retha mengerti jika prosedur jaringan kesehatan yang di tunjuk untuk kalangan masyarakat biasa termasuk kesehatan para napi hanyalah pada rumah sakit yang di tunjuk serta hanya menggunakan obat obatan standar menurut daftar obat yang di sediakan pemerintah.


Sementara Retha tau jika Dea masih berstatuskan istri dari Ceo KBC tak mungkin mendapatkan perawatan yang serba biasa dan alakadarnya seperti saat ini.


"bu. Tolong pasien jangan di bawa ke rumah sakit itu". Retha memohon pada salah satu penjaga.


"kenapa pulak kau larang larang kami bawa napi ini ke situ. Sudah syukur saudara kau ini kami rawat. Coba kalau tidak udah mati dia di dalam sana".


"iya bu saya ucapkan terima kasih untuk perhatiannya tetapi pasien ini tidak bisa menjalani perawatan biasa bu. dia punya riwayat penyakit yang parah". Sahut Retha mencoba mencegah petugas menutup pintu ambulans.


"Maaf kak. jangan halangi tugas kami ya!". Hardik salah satu petugas kesal.


"Arjun". Panggil Retha.


Arjun yang mengerti akan maksud Retha meminta pada supir untuk membawa pasien ke rumah sakit spesial yang memiliki lisensi standar internasional.


"bah. Mahal kali tu bang biayanya. Mana mau pemerintah menanggungnya. apa lagi itu padien pasien napi". Bantah sang supir saat mulai menstrater mobilnya.


"hah. bini big boss??". Pekik supir ambulans itu kaget


"Retha". Panggil Arjun yang tak perduli pada kekagetan sang supir.


Retha yang melihat Arjun duduk di samping kursi supir dari mobil ambulans tersebut pun meninggalkan petugas yang berdebat dengan nya tadi.


"bu itu ada makanan bagi ke napi yang satu sel dengan pasien. Sisanya buat ibu". Titah Retha sambil berlalu.


Retha mengambil kunci mobil dari Arjun dan bergegas ke parkiran untuk membawa mobil Arjun mengikuti ambulans tersebut hingga ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit dengan sigap para tim medis di instalasi gawat darurat menyambut pasien serta memeriksa secara intensif. Sementara Retha menghubungi sang suami dan menceritakan semua yang terjadi di hari ini.


"jadi Dea udah kamu bawa ke rumah sakit khusus karyawan KBC?". Tanya Satria untuk meyakinkan pendengarannya.


Karena kepanikan sang istri membuat istrinya itu kurang sempurna dalam menjelaskan apa yang terjadi. Sehingga Satria sendiri yang jadi pendengar budiman atas cerocosan sang istri pun terkadang bisa gagal paham.

__ADS_1


"udah bang. Tadinya itu petugas ga mau di bawanya kak Dea ke rumah sakit kita tau ga?"


omel Retha.


Satria yang mendengar Retha menyebut kata kak untuk Dea pun tersenyum simpul. Mungkinkah Retha sudah menerima Dea sebagai kakak iparnya. Karena bagaimanapun mereka adalah bersaudara. terlepas nanti Dea dan Justin bercerai atau tidak.


Tetapi Menurutnya saudara tetaplah saudara karena mereka terhubung melalui Dean.


"ya udah nanti kita bahas lagi ya. Yang penting Dea sudah di tangani dengan baik. Nanti abang susul ke situ. Sekarang abang mau zoom meeting dulu sama boss boss". Sahut Satria.


"termasuk bang Justin?". Tanya Retha penasaran.


"iya". Sahut Satria.


"bang Justin ga di kasih tau soal istrinya?". Tanya Retha penasaran.


"iya nanti abang kasih tau". Sahut Satria.


"udah dulu ya dek. Begitu selesai abang ke situ". Tutup Satria.


"iya". Sahut Retha seraya melihat ponselnya yang kini hanya terlihat wallpaper dirinya dan sang suami.


ting. Pesan dari Arjun masuk ke ponselnya yang memberitahukan jika Rendy ada di sini. Maka Retha pun segera menyusul karibnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2