
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Satria buru buru keluar dari mobilnya setelah memakirkan mobilnya di parkiran polresta Mdn. ia ingin segera menemui istrinya itu dengan langkah tergesa gesa masuk ke kantor di mana sang istri di tahan. ia bertanya pada salah satu petugas junior yang berdinas malam itu.
"oh itu. nona nona yang cerewet tadi pas maghrib. itu pak di sana lagi di proses sama pengacara nya mungkin".tunjuk petugas junior tersebut ke arah abang iparnya.
Satria pun bergegas menghampiri Reza yang sedang bernegoisasi kepada pimpinan tugas dari operasi penjemputan paksa Midea Hasxander di rumahnya. Satria mendengar kan abang iparnya berbicara fasih mengenai hukum dan keringanan hukuman melalui jaminan dari keluarganya. sehingga akhirnya Retha pun bisa di bebaskan saat itu juga.
"bang". panggil Retha terisak.
ia langsung menubruk tubuh Satria tatkala ia di bebaskan dari sel tahanan sementara. Satria langsung merengkuh tubuh sang istri dalam dekapannya. rasa khawatir nya kini menghilang berganti dengan rasa lega karena Retha ternyata tidak kenapa napa.
"euleuh kalau udah macem gini yang kau peluk lakikmu juga. giliran yang tadi kau cari cari dan kau repotkan aku". cibir Reza yang melihat pasutri itu berpelukan.
Satria tersipu sementara Retha memonyong kan bibirnya ke abang satu satunya itu. tetapi itu hanya lah kelegaan sesaat yang di rasakan Satria. selang beberapa detik kemudian Retha mulai teringat Dea kembali.
"bang si Jasmine gimana? ". rengek Retha pada abang kandungnya itu.
"ahh kau ini Tha. kau pikir diri kau sendiri dulu lah. baru nanti kau pikirkan teman kau itu". sahut Reza malas.
"bang. abang Reza kali ini tolong lah aku bang. kasian itu si Jasmine. tolong abang buat jaminannya supaya dia bebas sekarang. itu kasihan aaa...nak...nya!!".
Deg. kalimat Retha terjeda sesaat. darahnya berdesir kuat. ia baru teringat jika tadi Dee minta ijin pulang padanya dan Keyra karena sudah capek dan mulai mengantuk katanya.
"astafirullah Deeeeee". pekik Retha yang ke semua orang berpaling padanya karena pekikannya itu.
"Tha". tegur abang kandung nya.
"bang. Dee. ya Allah Dee bang. Dee di rumah sendiri". pekik Retha dengan panik.
"dek. dek sabar sayang. tenang!". tegur Satria menenangkan istrinya.
"bang ayok kita pulang sekarang". ajak Retha.
"iya iya kita pulang". sahut Satria.
lalu Satria pamit pulang pada Reza. saat Retha melangkah keluar kantor tiba tiba ia membalikkan tubuhnya kembali. hal ini membuat dua pria tampan itu bertanya tanya.
"ada apa dek? ". tanya keduanya.
__ADS_1
"Jasmine gimana? ". tanya Retha memelas.
"astafirullah kau dek. satu satu dulu bisa? ". sahut Reza mulai kesal.
"beneran ya. abang urus si Jasmine sampai bebas". pinta Retha memelas.
"iya iya. sudah kau pulang dulu sana". titah Reza.
"beneran ya bang. bebas kan dia terus malam ini". cerocos Retha sembari merengek.
sementara Satria masih menahan sabar atas tingkah Retha hari ini yang masih berdebat dengan abangnya.
"Satria". panggil Indra yang tiba tiba datang menghampiri nya.
Satria menoleh ke salah satu atasannya selain Justin dan Andra.
"gimana masalahnya. udah selesai? ". tanya Indra perhatian.
"ya gitu lah bang. mesti buat surat jaminan dulu". sahut Satria.
"itu kenapa lagi? ". tanya Indra yang mendengarkan abang adik itu berdebat.
"temannya minta di bebasin juga. tapi belum bisa karena masih di periksa". sahut Satria.
"lagi on the way ke sini katanya. eh tapi kalian ga kenapa napa kan? ". tanya Indra.
"ga bang. untung ada abang nya Retha yang bisa di mintai tolong mengenai hal beginian". jelas Satria.
"Satria. apa ga sebaiknya istri kamu di bawa pulang dulu. seperti nya dia butuh di kasih pengertian deh kayaknya". saran Indra yang masih melihat Retha bersikukuh dengan permintaan nya.
"iya bang". sahut Satria yang mulai merasa malu karena tingkah Retha yang terus berdebat dan bersikap memaksakan kehendak di depan atasannya.
bukan hanya itu saja perdebatan dua saudara kandung itu menarik perhatian para anggota kepolisian yang lainnya. mungkin karena mereka memandang Reza yang nota bene sebagai kolega mereka di kejaksaan makanya mereka enggan menegur.
"ayok dek. kita pulang dulu. kita bicarakan ini di rumah". bujuk Satria seraya mendelikkan kedua matanya.
akhirnya Retha pun menuruti apa kata suaminya. ia pun mengikuti Satria untuk pulang ke rumah. di sepanjang perjalanan Satria hanya bisa diam dalam mengemudikan mobilnya. rasa penat di kepalanya menjalar hingga ke tubuhnya. bahkan juga rasa malu masih melekat jika mengingat peristiwa tadi.
Dalam seminggu ini begitu banyak masalah yang harus ia hadapi, terlebih menyangkut dengan mahasiswinya itu. di tambah masalah yang di buat Retha benar benar membuat dirinya gerah.
__ADS_1
sementara Retha sendiri memilih diam karena satu sisi ia juga merasa bersalah karena telah membuat repot semua orang karena dirinya. dan Retha juga merasa bahwa suaminya itu pastilah tadinya juga menahan malu karena tingkah nya yang urakan.
...----------------...
tak lama kepergian Satria dan Retha tibalah Justin di kantor polisi tersebut. ia menanya kan soal Satria melalui Indra yang di temuinya saat itu juga.
"mana mereka ndra?". tanya Justin.
"udah gue suruh pulang Tin. riweh banget gue liat mereka". sahut Indra seraya menunjukkan Reza yang sedang garuk garuk kepala karena penat memikirkan persoalan adik kandung nya.
"ya udah gue kesana dulu. lu kalau mau. pulang. pulang aja sekarang Ndra. kasihan anak istri lu udah nungguin di rumah". ujar Justin.
"ga apa bro. gue nungguin elu. kita barengan pulang". tolak Indra.
"cih. elu ndra. udah ga apa. lu pulang aja ya". saran Justin bernada tegas.
"oke lah. gue tinggal ya". sahut Indra yang akhirnya ia pun pamit meninggalkan Justin bersama abang ipar dari adik sepupunya itu.
"Za". tegur Justin pada Reza yang masih sibuk mengurus surat jaminan milik adiknya itu.
"gimana udah selesai? ". ga ada masalah kan sama mereka berdua? ". tanya Justin.
Reza mengernyitkan dahinya sesaat.
"masalah Retha sebenarnya udah selesai urusannya. cuma masalah kawannya ini bang". sahut Reza.
"siapa? ". tanya Justin yang pura pura tidak tau.
beberapa menit yang lalu Justin di kabarkan oleh seseorang yang ia suruh untuk mengintai Midea selama ini. Justin mendapatkan berita jika Midea kini di ringkus petugas atas nama kasus lama. dan yang paling terberat adalah kasus pemalsuan identitas.
karena itu lah Justin sengaja mencari tau sendiri mengenai Midea. untuk memastikan keberadaan dan kondisi Midea saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka