She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Cookies lapas


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Midea menelisik seluruh isi ruangan penyimpan makanan tersebut. Midea tersenyum kala mendapati bahan bahan yang ia sangat rindukan kala Dean masih bersamanya.


Kali ini ia akan mencoba membuat dua menu sekaligus agar satunya bisa di bagikan ke yang lainnya. Dan yang satunya bisa ia nikmati sendiri kala membayangkan sang putra.


Dengan segera Midea mengumpulkan bahan dan perkakas dapur yang tersedia. Meskipun minim ia akan mencoba secara manual dengan menggunakan tenaganya.


Bahan yang telah ia kumpulkan. Ia pilah agar memudahkan Dea dalam mencampur. Kali ini ia akan membuat desert berupa handmade icecream berbahan jagung manis. Karena sebuah ice cream di butuhkan pemixeran dan pembekuan yang cukup lama. Jadi ia akan menyelesaikan tahap ini dahulu.


Dengan cekatan Midea mencampur dan mengadon seraya menunggu adonan cream yang akan ia buat untuk ice creamnya kali ini.


sementara ibu ibu napi dan juga para petugas jaga melihat Seorang Midea yang tampak bersemangat dalam kegiatannya.


Midea tak perduli pada apa yang orang orang lihat dan berfikir tentang dirinya. Yang jelas di benaknya kini adalah bagaimana membuat ice cream cone salah satu kesukaan nya dan juga putranya selain rasa durian dan coklat nut.


Setengah jam berlalu Midea kini berfokus pada adonan cookiesnya yang saat ini ia cetak menggunakan tutup botol sekedarnya.


memang bentuknya kurang menarik baginya


"hmmm..aneh. tetapi tak apa lah. Yang penting rasanya" fikir Midea.


menit demi menit berlalu hingga Midea telah sampai ke tahap pemanggangan sederhana. Harum dari khas cookiesnya Midea membuat siapa saja yang menciumnya akan membangkitkan selera untuk mencoba masakanny midea.


"hmmm...enak kali bau nya. siapa pulak yang masak kek gini harumnya?" tanya salah satu napi yang sedang merangkai bunga.


"pasti lah ini orang pande kali masaknya. Belum pernah aku cium harum kayak kek gini". napi yang lain pun ikut berkomentar.


Sementara para petugas memberi tahukan jika waktu masak memasaknya hampir selesai. Midea pun buru buru menyelesaikan masakannya.


"yess". Bathinnya saat alat pemanggang berbunyi.


Segera Setelahnya Midea mengeluarkan beberapa loyang cookies buatannya yang sering ia buat saat bersama dengan Dean.


"hmmm....harum kali. Keknya enak kali lah". Celoteh beberapa napi yang mendekati Dea


Midea tersenyum lalu menawarkan cookiesnya pada para napi yang ada di situ untuk mencoba cookies buatannya. Para napi pun berbondong mendekati dan mengambil masing masing satu cookies buatan Dea tersebut.

__ADS_1


"mmm...enak kali lah. Apa nama kuenya ini. Lain kali rasanya. Mantap kali lah". Celoteh salah satu napi yang pernah mencicipi berbagai kue sebelumnya.


"iya Dea. Apa ini namanya?". Tanya seorang napi yang lainnya.


"Cookies lapas". Sahut Dea pelan.


"apa ..apa..tak dengar aku Dea. Besar sikit lah suara kau ini". Protes napi yang lain.


"Cookies La..pas". ucap Midea untuk yang kedua kalinya dengan suara yang agak besar.


"o..oo..kukis lapas??". Sahut mereka serentak.


Midea mengangguk seraya tersenyum sumringah. Lalu ia menawarkan cookiesnya pada petugas jaga untuk mereka coba. Para petugas jaga pun satu persatu mencicipi cookies buatannya Midea.


Mereka terlihat menikmati rasa gurih dan manis dari lezatnya cookies buatan Midea untuk pertama kalinya.


"aku tak sangka kalau kau pandai kali memasak kue kek gini Dea. Terima kasih ya kita sudah di tawari makan kue buatan kamu". puji sang petugas jaga.


"iya betul. mesti sering sering kuta bikin acara kek gini biar bisa dapat makan kue kek si Dea bikin. Rasa ku pasti kau banyak resep yang lain lagi kan?". Timpal petugas yang lainnya.


"tuh kan. Apa ku bilang. Pastilah dia pintar memasak. Eh Dea aku minta lah resepnya biar nanti aku mau coba bikin di rumah". Ujar petugas jaga yang lainnya.


"boleh. Nanti aku kasih resepnya. Buatnya gampang kok bu". Ujar Midea.


"iss...paten kali napi kita yang satu ini. Sering sering lah kau baik budi cem gini Midea". Timpal napi yang sering mengawasi Midea.


"hmm...kalau kau baik budi. Tiap hari kau kami kasih untuk masak masak". celetuk salah satu petugas.


"iya. Jadi kami bisa makan enak..hahaha..". Timpal petugas yang lain.


Midea hanya tersenyum senang untuk hari ini. sebab melihat orang orang memakan cookies buatannya saja sudh membuat orang lain dan dirinya sendiri bahagia.


Midea meninggalkan mereka secara perlahan saat waktu menunjukkan untuk memberes kan semua hal yang mengotori dapur. Midea pun ikut membantu para napi yang lain dalam membereskan dapur yang kotor karena kegiatan mereka hari ini.


Setelah selesai semuanya para napi pun di titahkan untuk kembali ke selnya masing masing begitu pun Midea. Ia melirik ke arah lemari pendingin di mana ice cream cone hand madenya berada.


setelah di beri kesempatan untuk membawa sisa makanan yang di masak ke sel masing masing barulah Midea bisa mengambil ice cream tersebut.

__ADS_1


Kini dalam keheningan saat waktu memasuki tengah malam dan seluruh para penghuni lapas sudah mulai terlelap. Midea menikmati ice cream tersebut seraya mengingat sang putra.


"Dee"..panggilnya pelan.


"bunda kangen sayang". Gumamnya dalam hati.


"bunda pingin ketemu kamu lagi, memeluk kamu lagi seperti dulu. Bunda rindu sayang..rindu....banget". bathin Dea seraya menikmati ice creamnya dalam ******* terakhir.


"dulu kita sering buat cookies sama ice cream sama sama kan sayang. Sekarang bunda baru bisa bikin lagi tapi tanpa kamu yang nemenin dan bantuin bunda". Bathinnya mulai terisak.


"bunda buat cookies karena kangen sama kamu. Tapi yang makan orang orang di lapas Dee. Bunda berharap bisa bikin cookies lagi sama kamu dan yang menghabiskan kamu juga meskipun kamu berebut sama kak Keyra". Bathinnya bergemuruh mengingat kenangan nya bersama putranya itu.


kini netra mulai penuh dengan kristal bening yang sekali Dea kedipkan kelopak matanya maka buliran bening itu pun luruh jua ke pipi Dea yang terlihat tirus karena tubuhnya yang semakin kurus akibat dirinya yang mulai tidak terurus.


Selama persidangan banding ini. Di tambah dengan terapi rutin. Ingatan Dea semakin mulai menunjukkan tanda kemajuan hanya saja terkadang efek dari ingatan yang muncul dan sering pun Dea paksakan untuk mengingat membuat dirinya sering sakit kepala dan tidak bernafsu makan.


akhirnya Midea merebahkan tubuhnya dengan posisi meringkuk pasrah menghadap dinding di sudut kamar sel. satu tangan kirinya memeluk lututnya sedangkan tangan kanannya menopang pipinya yang berada di atas bantal lusuh.


Midea menumpahkan rasa sesak yang menyeruak akibat menahan rasa rindu yang telah lama ia pendam berminggu mingu hingga tak terasa waktu berlalu tanpa Dea tau sudah berapa lama ia menunggu waktu untuk bisa meluapkan hasrat rindu pada sosok yang di rindu yaitu sang putra satu satunya.


"Mykehl Deansyah. Anak bunda". Gumamnya terisak pelan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2