She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kisah Putri yang terbuang


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Seorang pria yang tadinya menyela putusan dari hakim. kini di hadapkan di depan hakim pengadilan. sedangkan Midea yang kini berpindah duduk nya di samping Sagita hanya bisa menatap intens ke wajah pria paruh baya tersebut yang barusan saja mengaku sebagai ayah kandungnya.


sementara Sagita dan juga para hakim mendengar kan keterangan saksi tambahan dan juga bukti yang di bawa berupa hasil tes Dna antara ayah dan anak itu. Begitupun Retha. Terlebih Justin terhenyak kaget saat para hakim memulai sesi tanya jawab pada pria yang di sebut kan namanya sebagai Jason Archidean yang tak lain adalah ayah mertuanya sendiri.


"ayah?". gumam Justin penasaran yang sebelum nya bertanya tanya tentang hubungan Midea dan ayah mertuanya itu.


saat Jason menjelaskan hubungan darah yang dimiliki antara dirinya dan Midea di depan para hakim. Sontak membuat para peserta sidang yang hadir tampak terkejut.


Karena selama ini mereka menganggap jika Midea adalah wanita sebatang kara yang hidup tanpa keluarga. Makanya wajar jika semua menganggap Midea adalah wanita yang kurang norma agama. Sehingga banyak terjerumus dalam dosa.


"ya sayalah ayah biologis dari yang hakim mulia sebutkan tadinya sebagai terdakwa yang bernama Midea Hasxander. yang tak lain adalah putri kandung saya yang bernama aslinya Jasminka Orchidea. Yang menghilang di enam tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan saat ingin pulang menjenguk mamanya yang kritis di rumah sakit yang berada di kota Pdg". Ungkap Jason terbata bata.


Suasana di ruang persidangan tersebut menjadi hening saat mendengar cerita masa lalu Jason ketika berpisah dengan istri pertamanya yang bernama Naminka. Yang baru ia ketahui dua tahun yang lalu jika ia memiliki anak kandung yang lain dari mantan istrinya yang pertama.


"anda tau dari mana jika anda memiliki anak dari istri pertama anda?". Tanya hakim.


"dari salah satu akun sosial media saya pak. Pesan itu telah di kirim Naminka enam tahun yang lalu saat saya berada di luar negri". jawab Jason jujur.


"kapan anda mengetahui bahwa ada pesan dari istri anda?". Tanya hakim yang mulai penasaran dengan kisah nya Jason.


"saat saya iseng membuka akun sosial saya yang sudah lama tak saya buka. Karena jadwal kerja saya yang terlalu sibuk saat itu. Saya iseng karena merasa kangen pada dua putri saya yang sudah tiada pak hakim". Jelas Jason.


"dari situlah saya mengetahui bahwa saya memiliki putri yang lain hasil dari pernikahan saya yang terdahulu. Saat mantan istri saya mengirimkan pesan jika dia saat itu sedang sakit dan meminta tolong kepada saya untuk merawat putri kami". Lanjut Jason dengan tenggorokan nya yang semakin tercekat.


Tatapan Midea semakin intens kepada pria yang disebut ayah untuknya. Sementara Sagita melirik Midea yang hanya mematung menatap sang ayah. Begitu pun Justin dan Retha yang juga ikut menatap Midea yang dengan tatapan sendu.


Justin dan Retha mengerti perasaan Midea sekarang. Antara shock dan bingung karena statusnya yang berubah ubah dalam kurun waktu setahun belakangan ini.


"sudah berapa lama putri anda meninggal?". Tanya hakim sebagai tambahan dalam catatan sidangnya.

__ADS_1


"sudah dua tahun yang mulia". Sahut Jason jujur.


"bagaimana anda tau kalau terdakwa adalah anak kandung anda?". Tanya hakim.


"almarhumah memberikan foto nya ke pada saya". Ujar Jason lalu menunjukkan sebuah foto seorang gadis yang memegang piagam penghargaan karya tulis ilmiah di tujuh tahun yang lalu di ponselnya.


hakim ketua mengambil ponsel Jason dan meminta seorang operator untuk menunjuk kan pada saksi dan peserta sidang. Justin menatap sendu foto seorang gadis yang kini terpampang di layar monitor besar di ruangan tersebut.


"Jasmine". Desis Justin pelan dengan hati yang masygul lalu menatap Midea yang juga ikut menatap foto yang memiliki wajah yang sama dengan dirinya.


"saya telah mencari nya selama dua tahun ini. tetapi baru hari ini saya melihat wajah putri saya sendiri secara langsung. di depan pengadilan ini". Jelas Jason dengan tenggorokan nya yang tercekat.


"putri saya yang kini berstatus sebagai terdakwa yang sebelumnya telah di penjara selama dua bulan empat belas hari, hanya karena ia tidak ingat siapa dirinya. Hanya Karena ia lupa siapa dirinya yang sebenarnya pak hakim". Ucap Jason dengan bibirnya yang bergetar menahan sesak nya dada serta air mata yang mulai membanjiri ujung matanya.


"jadi di hadapan pak hakim dan semuanya yang ada di sini. Saya memohon dengan sangat pak hakim. tolong bebaskan dia. Bebaskan putri saya. Dia sedang sakit selama bertahun tahun tanpa ada yang tahu kondisi nya. Dia butuh pengobatan dan perawatan secara intensif pak hakim". Jason memohon seraya menundukkan wajahnya serta bahu yang kini bergetar karena tangis nya yang pecah.


Sementara peserta sidang yang hadir mulai menitikkan air mata nya satu persatu karena mendengar kisah pilu dari seorang gadis yang terbuang. Begitu pun Justin yang memandang sendu pada istri paksanya itu yang sedang menatap sang ayahnya dengan wajah yang sulit Justin tebak.


Sedangkan Sagita mencoba menghapus air matanya yang berlinang jatuh karena peristiwa sidang yang tak ia duga bakalan menjadi sebuah cerita yang semiris ini.


Kini hakim memberi jeda sesaat dalam hitungan belasan menit untuk membuat naskah keputusan yang baru setelah cukup mendengar cerita dari saksi ahli dan juga di tambah cukup bukti yang di bawa oleh Justin dan Retha.


waktu belasan menit pun berlalu. Kini hakim membaca kan kembali keputusan finalnya untuk hari ini. Ketua hakim pun memulai


"Berdasarkan bukti bukti dan juga saksi saksi maka kasus banding dari pemalsuan identitas atas nama Jasminka Orchidea yang di lakukan oleh terdakwa Midea Hasxander yang tak lain adalah dirinya sendiri karena terdakwa sebelumnya mengalami amnesia retrogade pasca kecelakaan di enam tahun yang lalu. dengan ini di nyatakan tidak bersalah dan di bebaskan dari segala tuntutan hukum".


lalu hakim mengtuk kan palu sebanyak tiga kali pertanda bahwa putusan hakim adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.


lalu ketua hakim berdiri dan berkata


"saya pribadi dan atas nama peradilan meminta maaf pada saudara Jasminka Orchidea karena kesalahpahaman ini".

__ADS_1


Ketua hakim sedikit membungkuk dan mengangguk kepada Midea. melihat hal seperti itu sontak membuat Gita membalas anggukan dari.ketua hakim.


para hakim pun satu persatu berpamitan dan meninggalkan ruangan.


Air mata Sagita kembali luruh untuk kedua kalinya karena haru. Sedangkan Jason sendiri bersujud syukur karena telah berhasil menyelamatkan putrinya untuk pertama kali dalam pertemuannya dalam pertama kali juga. Begitupun Justin dan Retha tersenyum seraya menitikkan air mata bahagia.


Sedangkan Midea sendiri masih menatap datar Jason yang tengah bersujud syukur itu. hampa seperti itulah pemikirannya sekarang.


Sidang selesai dengan putusan hakim yang membebaskan Midea yang tak lain adalah Jasmine sendiri.


Sagita meminta Midea bangun dari duduknya.sedangkan Jason bangkit berdiri dari sujudnya. Lalu mencoba menghampiri Dea.


"Jasmine". Panggil Jason pelan seraya tersenyum haru.


Midea mengangguk pelan. Sementara Sagita, Retha dan Justin hanya bisa menyaksikan pemandangan yang tampak kaku dalam pertemuan ayah dan anak itu dalam kurun waktu untuk pertama kalinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2