She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Kembali


__ADS_3

Di kediaman Darmawan Nasution


tanpa sepengetahuan Cindy. Andra datang menemui kedua orang tuanya Cindy. ia berniat melamar dan menikahi Cindy dalam waktu dekat.


"jadi selama ini kalian pacaran? ". tanya Cassandra.


"ga bu. kami cuma dekat tapi ga pacaran". sahut Andra.


"jadi maksud nak Andra datang. dan mau menikahi Cindy karena apa kalau ga saling cinta? ". tanya Cassandra.


karena ia tau jika putrinya itu tidak mau di jodohkan lagi jika tidak ada rasa cinta di dalamnya.


"karena saya ingin saja. ingin lebih melindungi Cindy". sahut Andra mantap.


sementara Darmawan tersenyum senang mendengar pengakuan Andra. ia memang berharap jika suatu hari Andralah yang bisa menjadi imam dan pelindung untuk Cindy. karena itu ia tidak akan berfikir panjang jika suatu hari Andra datang kembali dan melamar untuk putri bungsunya itu.


"baiklah. saya terima lamaran kamu". sahut Darmawan dengan wajah sumringah.


sementara Cassandra menatap wajah suaminya dan juga lelaki tampan yang ada di hadapannya dengan penuh tanya.


selepas kepergian Andra dari rumah mereka. sepasang suami istri paru baya itu tengah berdebat membicarakan tentang rencana pernikahan Cindy tanpa di bicarakan oleh putrinya dulu.


"papa lupa kalau Cindy pernah nekat kabur karena di jodohkan seperti ini". Cassandra mengingatkan suaminya.


"mama tenang aja ya. papa yakin kali ini Cindy tidak akan menolak lagi. toh Cindy dan Andra itu juga udah saling kenal dan berteman dekat". sahut Darmawan meyakinkan istrinya.


"dekat bukan berarti Cinta pa...??. konsep hidup Cindy itu bukan yang seperti kita mau. dia mau menikah kalau dia benar benar merasakan yang namanya jatuh cinta sama laki laki. bukan papa asal terima laki laki dari teman kolega papa itu". omel Cassandra.


"mama tenang aja ya.. nanti kita tanyakan Cindy kembali. papa yakin kali ini ia mau menikah dengan pilihan papa". sahut Darmawan.


"karena laki laki seperti Andralah yang Cindy mau ma". bathin Darmawan.


Darmawan memang sengaja tak mencerita kan kisah hidup Cindy selama dalam pelariannya kepada istrinya. karena riwayat penyakit Jantung yang di vonis Dokter beberapa bulan lalu membuat Darmawan menjaga kestabilan emosi istri yang di cintainya itu.


Darmawan tidak terlalu detail menceritakan siapa itu Andra dan keluarganya. karena dulu ia tak yakin jika Andra akan menyukai Cindy lantaran putrinya itu telah membohongi keluarga tersebut tentang identitasnya.


...----------------...


beberapa bulan setelah kepulangan Cindy dari pelariannya. Darmawan sengaja menemui Andra dan meminta Andra agar mau menikahi Cindy sebagai istrinya.

__ADS_1


Andra yang baru saja bertemu dengan Cindy di rumah sakit tadi pagi dan masih memendam Amarah dan juga kesal kepada Cindy. ia terkejut dengan sikap dari koleganya itu yang dengan berani meminta dirinya agar menikahi putrinya yang menurut Andra penuh dengan kemunafikan.


"saya memang tidak pernah memiliki perasaan apapun pada putri bapak. jadi bagaimana saya akan menerima dia sebagai istri saya". sahut Andra sedikit kesal tetapi ia berusaha menutupinya.


"saya merasa kamulah yang pantas menjadi imam untuk anakku". rayu Darmawan.


"karena cuma kamu yang anakku suka dari semua pria yang ia jumpai". bathinnya.


bahkan Darmawan pernah mendengar jika dulunya Cindy yang menyamar menjadi Ningsih telah di jodohkan oleh ibunya Andra hanya untuk anak lelaki tampan yang di hadapannya kini.


Andra tersenyum miring dan berkata


"kelak suatu hari. jika saya mau menikahi anak bapak. saya sendiri yang akan datang menemui bapak kembali dan meminta ijin untuk menikahi putri bapak itu". sahut Andra menutup pembicaraan yang menurutnya garing itu.


"permisi pak". pamit Andra. seraya menundukkan sedikit kepalanya tanda hormat pada koleganya. lalu Andra pun berlalu dari situ.


sepeninggalnya Andra. Darmawan tersenyum simpul sebab ia yakin jika Andra lambat laun akan menyukai Cindy.


...----------------...


Darmawan tersenyum senang karena keyakinan hatinya pun terbukti bahwa suatu hari nanti Andra akan kembali dan memulai suatu hubungan keluarga yang sempat tertunda.


"pa". panggil Cassandra.


"iya Ma. pokonya mama tenang aja ya". Darmawan menenangkan sang istri.


...----------------...


seminggu terlewati


Dea dan Retha mengantarkan Alma dan Dean ke Bandara. Untuk sementara Dean akan di jaga oleh Alma karena ke depannya Dea akan di sibukkan dengan jadwal kuliah Dea yang sudah memasuki tahap praktikum dan penelitian untuk menunjang judul skripsinya Jasmine yang di ajukan dulu.


Dea masih saja memeluk dan memangku putranya di atas bangku ruang tunggu. lalu ia pun berkata


"Dee baik baik ya sampai di rumah nenek. jangan nakal dan nurut apa kata nenek dan Atok". pesan Dea ke putranya.


"ya". sahut Dean seraya mengangguk kepalanya.


"tante. aku titip Dee". pinta Dea.

__ADS_1


"iyo Jasmine. jangan khawatir kan soal Dee. yang penting awak harus semangat belajar agar kuliahnyo cepat selesai. tante indak sabar melihat awak di wisuda". sahut Alma.


"iya tante". sahut Dea.


akhirnya pengumuman keberangkatan pesawat menuju kota pdg pun tiba. Dea pun harus mengikhlaskan Dee nya untuk kembali ke Pdg. Alma menggandeng tangan Dean seraya berjalan memasuki pintu masuk menuju pesawat.


untunglah seorang Dee bukanlah anak yamg rewel. ia tak menangis ketika Dea menyerah kan Dee pada Alma. Dee yang tau bakal memeninggalkan bundanya melihat ke belakang dan melambaikan tangannya pada Dea.


"da.. da nda.... da.. da nda". Dee memberi salam perpisahan pada Dea.


Dea dan Retha pun ikut melambaikan tangannya.


"da.. da.. sayang.. nanti umi nyusul kamu ke sana ya". ucap Retha.


"da.. da.. sayang.. bunda usahain cepat menyelesaikan tugas kuliahnya ya nak dan kita bisa kembali kumpul bersama". tekad Dea seraya bergumam.


seiring menghilangnya Dee di balik pintu pesawat seiring titik air jatuh di sudut mata Dea yang hitam pekat tersebut.


"sabar Jasmine.. sabar. nanti kalau kita punya waktu senggang kita jemput Dee kembali". ucap Retha menenangkan Dea.


Dea menatap Retha seraya tersenyum simpul. lalu mereka pun meninggalkan Bandara tatkala pesawat yang di tumpangi Dean telah lepas landas.


saat berbalik menuju ke kota Mdn. di sepanjang jalan Dea menatap jalanan. hingga akhirnya Retha membelokkan setirnya ke kiri memasuki jalanan aspal yang tak padat akan lalu lintasnya. lalu ia berhenti pada sebuah pintu gerbang besar dan menunjukkan Id cardnya.


lalu Retha memakirkan mobilnya di halaman parkir khusus staf pabrik. Dea melihat pamflet besar yang bertuliskan KBC factory.


Deg. jantung Dea berdegup kencang.


"KBC?? ". desis Dea.


tanpa di sadari Dea jika Retha mendengar desisan Dea.


"iya KBC. tempat penelitian untuk skripsi kamu yang sempat tertunda dulu". sahut Retha sumringah.


Deg. semakin kuat debaran jantungnya. ia tak menyangka jika harus di hadapkan pada masa lalunya kembali


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel ini ya??

__ADS_1


beri like, vote, komen, rate, fav.


terimakasih


__ADS_2