
# selamat menikmati episode ini
Dean masih menikmati coklat pemberian Keyra. sementara Mona masih memangku batita tersebut. Astrid pun sedang asyik mengambil moment kebersamaan mereka meskipun kini ada Dean yang mereka anggap sebagai tamu.
"siapa namanya sayang? ". tanya Mona tiba tiba yang teringat jika batita yang di pangkunya belum di ketahui namanya.
"Dee". sahut Dean.
"Dee? ". tanya Astrid kurang yakin.
Dean mengangguk kan kepalanya. lalu tiba tiba suara perempuan memanggil namanya dari arah dapur restoran.
"Dee...?? ". panggil Mira.
mereka berempat serentak menoleh ke arah Mira.
"ya ampun Dee. uni cariin kamu rupanyo disini. hampir copot jantung uni sayang". ucap Mira khawatir seraya mendekati Dean.
"maaf bu. jika Dee mengganggu Anda. maaf atas ketidaknyamanannya". ucap Mira.
ia pun mengucapkan permintaan maaf seperti pelayanan yang biasa ia lakukan terhadap pengunjung pengunjung restoran dengan membungkukkan sedikit punggung nya dan menangkupkan kedua tangannya.
"ga apa apa mbak. kami pun senang ada Dee disini". ujar Astrid
"iya mbak. ga apa apa kok. mbak kerja aja seperti biasa. biar Dee sama kami dulu". timpal Mona.
"baik bu. sekali lagi saya minta maaf udah merepotkan ibu". ucap Mira.
"iya mbak". sahut kedua wanita paruh baya tersebut.
beberapa menit kemudian
pekerjaan Mira pun akhirnya mulai selesai. para pengunjung mulai pulang karena sudah merasa kenyang. dan karena pun jadwal kembali bekerja di mulai kembali hingga ashar.
Mira kembali untuk mengambil Dean dari pangkuan Mona.
"makasih ya bu. udah mau jagain Dee nya". ucap Mira.
"iya. ngomong ngomong mamanya kemana? "tanya mona.
"kuliah bu". sahut Mira seraya membersihkan sisa coklat di mulut Dean.
"oo. masih kuliah. masih muda dong". timpal Astrid.
"iya bu. masih terlihat imut malah". sahut Mira.
"kuliahnya sampe sore?". tanya Mona mulai kepo.
"mmm. ga tau bu. kuliahnya ga di sini tapi di Mdn". jelas Mira.
"ooo di Mdn". sahut kedua nenek cantik itu.
"kalau papanya di mana? ". tanya Astrid.
"mmmm. kerja bu". sahut Mira yang mulai bingung jika menceritakan tentang papanya Dean.
"oo. disini atau di Mdn? ". tanya Mona kepo.
"mmmm". Mira mulai kelimpungan menjawab pertanyaan dua ibu ibu cantik itu. ia berencana menjawab apa adanya tentang papanya Dean. baru juga ia mau membuka mulutnya untuk menjawab tiba tiba Dean memanggil sebuah sebutan.
"papa"
seketika itu juga tiga wanita cantik itu melihat ke arah pria yang di panggil papa oleh Dean.
"papa". panggil Dean seraya berlari ke arah Arjun.
__ADS_1
"ops jangan lari lari gitu Dee. nanti jatuh sayang". tegur Arjun pada Dean seraya menggendong tubuh gembul itu.
sementara dua wanita cantik itu masih menatap heran ke arah pemuda keturunan india itu.
"itu papanya? ". tanya Mona setengah berbisik ke Mira.
"hehe. iiya bu". sahut Mira kikuk.
lalu ia pun mengambil ancang ancang pamit dan kabur dari ibu ibu yang mulai terlihat gelagat keponya. ia lebih memilih untuk menghindar dari pembicaraan dua ibu cantik tersebut dari pada nantinya bakalan tercipta spekulasi macam macam dari para pengunjung Restoran tersebut.
sementara Dua wanita paruh baya tersebut masih penasaran akan wajah ibu dari batita tersebut.
"bun. kalau itu papanya Dee berarti yang bule mamanya Dee dong". komentar Mona.
"bisa jadi mbak. kayak mbak sama papanya Justin. makanya Justin lebih dominan bulenya". ujar Astrid tersenyum.
Mona pun ikut tersenyum. lalu ia pun kembali menatap dua laki laki yang berbeda generasi itu yang saling berpelukan.
beberapa menit yang lalu...
Arjun baru saja tiba di kota Pdg. ia pun menghubungi Rendy agar ke Restoran siang ini. tetapi jadwal Rendy yang tiba tiba sedang padat dikarenakan ada pemeriksaan dari BPOM sehingga hari ini Rendy akan datang terlambat ke Restoran.
akhirnya Arjun pun ke Restoran sendiri dengan menggunakan taxi. setibanya di sana ia pun langsung mendapatkan sambutan hangat dari anak Angkatnya.
Arjun tersenyum senang dan langsung menggendong batita tampan tersebut.
"jangan lari lari kayak tadi lagi ya sayang nanti jatuh". Arjun memperingatkan Dee kembali.
"iya papa".sahut Dee seraya memeluk leher Dean.
"kangen sama papa ya? ". tanya Arjun seraya mengelus punggung Dee.
"enda na? ". tanya Dean.
"masih di hutan sayang. nanti kalau udah pulang bunda bakalan pulang kesini". ujar Arjun.
"iya. ada monyetnya". sahut Arjun tersenyum.
"mo iyat". celoteh Dean.
"mmm. nanti kita liat ya. tunggu ayah sama nenek siap kerja". ujar Arjun.
"nenek mana sayang? ". tanya Arjun.
Dean menggeleng gelengkan kepalanya.
"Dee ga tau. ini siapa kasih? ". tanya Arjun yang melihat kemasan permen yang di bungkus khusus milik koki terkenal dengan kehigieniesannya di Aussie.
Arjun langsung berfikir jika pengunjung Restoran ini bukanlah pengunjung biasa. karena tak semua orang mampu membayar cemilan yang di buat dalam kemasan khusus seperti ini. hanya kalangan tertentu saja yang mampu memilikinya.
"kak tuuuuuu".tunjuk Dean dengan telunjuk kanannya dan bibirnya yang di muat monyong.
"udah bilang makasih belum? ". tanya Arjun.
"yom". sahut Dean polos.
"ga boleh gitu nak. bilang makasih dulu ya?". pinta Arjun yang langsung membawa Dean kembali ke arah meja dimana keluarga Kehl dan Archidean itu duduk.
"permisi bu". sapa Arjun ramah.
Mona yang mengetahui jika Arjun akan menghampiri mereka pun langsung membalas ramah.
"iya. ada apa ya nak".
"cemilan ini dari ibu ya?". tanya Arjun.
__ADS_1
"iya. kenapa ya?. apa anakya alergi sama coklat ya? ". tanya Mona khawatir.
"oh bukan itu bu. Dee ayok bilang terimakasih sama nenek".titah Arjun pada anak angkatnya itu.
"ma..acih ..???". sahut Dean polos.
"sama sama sayang". sahut Mona.
"ini anaknya ya? ". tanya Mona kembali penasaran.
Arjun tersenyum dan hanya menjawab dengan kata "iya".
"mamanya ga pulang? ". Astrid pun ikut kepo lantaran mamanya Dean ada di Mdn.
"belum bisa pulang. lagi sibuk sibuknya untuk skripsi ". sahut Arjun.
"ohhh.... jurusan apa?".Mona semakin kepo.
"f*****i bu". sahut Arjun.
"ooohhhh... f*****i". sahut kedua wanita paruh baya itu kagum.
"ngomong ngomong apa ibu dari Aussie? ". terka Arjun karena ia juga penasaran pada dua wanita paruh baya itu.
"kok tau? " tanya Mona.
"bungkus permen dan coklat nya itu. hanya bisa di produksi di Aussie". sahut Arjun.
"wahhh.. kamu tau bener soal makanan yang benar benar higienis". ujar Mona kagum.
"sedikit bu. saya pernah minta untuk order via online. tetapi beliau tidak bisa menjualnya ke luar negara takut makanan tersebut tidak akan bertahan lama selama perjalanan". sahut Arjun.
"hmmm.. bukan seperti itu ceritanya nak ". sahut Mona lalu berhenti mengucapkan kata katanya karena ia tidak tau harus memanggil Arjun dengan nama apa.
"Arjun bu. nama saya Arjun.
"nak Arjun. bukan begitu ceritanya Jun. koki ini ia memang menjual khusus untuk warga Aussie saja. karena bahan dan kemasan yang terbatas dan juga tenaga". ungkap Mona.
"kenapa ga pakai orang kerja ya mbak?". 0tanya Astrid heran.
"karena warga Aussie hanya mau buatan tangan koki itu sendiri. jadi kalau mau buat cemilan khusus ya harus pesan jauh jauh hari. istilahnya antri". jelas Mona.
"rempong juga ternyata ya". sahut Astrid.
suara dering telpon berbunyi di ponsel Arjun. yang sehingga ia pun harus pamit pada dua wanita itu.
"sekali lagi terimakasih banyak ya bu. oh ya ini kartu nama saya. hubungi saya atau ibu bisa singgah ke kafe saya untuk mencicipi kuliner disana. mana tau abis ini ibu mau ke Mdn atau brstgi". Arjun mempromosikan kafenya.
"oh iya nak. Insya Allah kita singgah". sahut Mona.
lalu Arjun pun pergi dari sana dan membawa Dean ke parkiran. untuk membawa pulang Dean kerumah Kanita lantaran Alma dan Danang akan pulang malam setelah melakukan Doa setelah maghrib.
sementara Mona membolak balikkan kartu nama tersebut dan membaca nama kafe milik Arjun.
"mmmm. istri pinter suami jago bisnis kuliner pantesan anaknya menggemaskan gitu". gumam Mona.
"berarti di Mdn mamanya Dee di temani suaminya. jadi tadi si Dee kok nangis panggil neneknya ya? ". tanya Astrid penasaran.
"tinggal sama nenek nya mungkin. atau tadi si papa mau jemput anaknya barusan". sahut Mona.
akhirnya dua nenek itu mulai kembali berspekulasi macam macam terhadap kehidupan batita tampan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, fav dan share link
__ADS_1
terimakasih