She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Abi dan Ummi


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini..


Namira tertidur pulas setelah melakukan acara tujuh bulanan untuk bakal anaknya yang kedua. Justin yang sedari pagi menemani sang istri juga ikut menemani nya tidur di samping tubuh istri imutnya itu.


hampir lima belas menit berlalu semenjak Justin hanya memandang wajah istri cantiknya itu. ia mengelus lembut pipi sang istri. lalu mengecupnya. hingga ia pun ikut memejamkan matanya juga.


...----------------...


tiga hari kemudian...


Acara kikahan untuk bayi Dea di laksanakan di rumah Jasmine dengan sederhana. sama seperti saat di gelar acara tujuh bulanannya Dea. tak banyak yang hadir karena acara hanya di khusus kan untuk anak yatim dan juga ibu ibu pengajian. selebihnya masakan yang terbuat dari bahan kambing itu hanya cukup di antar saja ke tetangga tetangga dekat.


karena Alma memang sengaja tak mengundang orang orang di sekitar rumah. Alma ingin menjaga perasaan putri angkatnya itu.


tidak di undang saja mereka bisa membicarakan putri angkatnya itu di belakangnya apa lagi kalau mereka datang ke rumah. sudah pasti Jasminenya di cecar dengan berbagai pertanyaan mengenai ayah dari cucunya.


Flashback beberapa hari yang lalu..


"kasian yo anaknya si Jasmine. dari rahim sudah jadi yatim. mana anaknya guanteng banna lagi". bisik tetangga satu yang rumahnya berada di ujung lorong.


"ah masa iyo itu anak yatim. bukannya si Jasmine itu pisah dari suaminyo. makanya pulang kampuang dia nyo". sambut tetangga dua yang di sebelah rumahnya.


"memangnyo suaminyo apo tak kasian sama anaknyo. kok indak liat liat dari si Jasmine hamil sampek dia nyo melahirkan". timpal tetangga tiga yang rumahnya di depan rumah kedua nya.


"entahlah uni. ambo pun indak tau masalah itu. namanyo juga laki laki beda pemikiran nyo samo kito yang perempuan". sahut tetanga satu.


"atau jangan jangan si Jasmine itu seorang simpanan dari laki laki........". tetangga tiga terpaksa menghentikan kalimatnya karna si tetangga dua menutup mulutnya secara tiba tiba karena ia melihat Alma melewati rumah mereka saat itu.


begitulah kalimat kalimat yang pernah di dengar nya Alma belakangan ini. mungkin dulu di sekitar rumahnya, orang orangnya tidak suka berghibah. tetapi seiring waktu berganti maka tetangga Alma pun berganti pula.


...----------------...


Satria tiba di kota Pdg di saat siang hari. ia ingin membuat kejutan untuk Retha sekalian menjemput nya pulang. sebelumnya ia menghubungi Rendy agar menjemput nya di bandara.


Rendy yang sudah menunggu dosennya itu dari lima belas menit yang lalu pun melambaikan tangannya ke Satria ketika ia melihat dosennya keluar dari ruang lorong yang menuju pesawat.


"pak". panggil Rendy.


"hey Rendy". sambutnya senang.


Rendy mengambil tangan kanan dosennya untuk ia cium sebagai tanda hormat. tetapi Satria malah menarik tubuh Rendy dan memeluknya.


"aku ini juga abang kalian. jadi tak usah sungkan. toh aku juga suami dari temanmu iya kan?". ujar Satria.


"ahh abang ini bisa saja. tapi abangkan juga dosen aku". sahut Rendy yang gelagapan di peluk Satria.

__ADS_1


Satria melepas kan pelukan nya dan tersenyum seraya memegang kedua bahu mahasiswa dan berkata


"santai aja mas bro. ga usah formal formal kali lah kalau di luar kampus. oke?".


Satria mengepal tangannya dan mengajak Rendy untuk toss dengannya.


"iya Abi". ucap Rendy seraya membalas toss dosennya


"Abi?? ". tanya Satria penasaran.


lalu Rendy mengambil koper Satria dan mengajak masuk ke mobilnya.


selama dalam perjalanan menuju rumah Jasmine. Satria yang sudah mengetahui Jasmine hamil dan melahirkan bayi laki laki dari Istrinya. menanyakan kembali kabar Jasmine pada Rendy. ia ingin mendengar tentang mahasiswinya yang hilang itu dari Rendy.


"memangnya abang ga di kasih tau sama Retha tentang Jasmine? ".tanya Rendy.


"ada. tapi abang mau tau juga versinya kamu". sahut Satria.


"ooh". ujar Rendy.


lalu Rendy menceritakan kembali dari awal bagaimana ia bertemu dengan Jasmine untuk pertama kali setelah hampir empat tahun yang lalu. sampai Jasmine melahirkan seorang bayi laki laki.


"anaknya ganteng kayak bayi bule". ujar Rendy.


"iya abang tau. udah liat fotonya di kirim sama Retha". sahut Satria tersenyum.


Retha pun menuruti permintaan Rendy. ia keluar dari rumah Jasmine menuju mobilnya Rendy yang terparkir di ujung jalan masuk dari rumah Jasmine dan tante Alma.


"hai Ren. ada apa? ". mana yang bisa ku tolong?". tanya Retha seraya celingak celinguk ke dalam mobil Rendy.


"ada barang yang ga bisa ku angkat sendiri. makanya minta tolong kamu". sahut Rendy.


"kenapa ga bawa kurir aja sih". protes Retha.


"maunya sih begitu. cuma barangnya yang ga bisa di paketin. ntar mati kalau nyampek sini". ujar Rendy.


"emang apaan sih? ". tanya Retha penasaran.


"kata yang punya barang hatinya kamu". celetuk Rendy.


sementara Satria yang berdiam di jok belakang mobil hanya tersenyum geli mendengar celetuk Rendy.


sedangkan Retha mengernyitkan dahinya dan berkata


"apaan sih Ren".

__ADS_1


lalu Rendy membuka pintu jok belakang dan menunjukkan kepada Retha. tentu saja hal ini membuat Retha melebarkan kelopak matanya.


"Abang! ". pekiknya senang dan menerobos masuk ke dalam mobil untuk memeluk suami yang ia rindu kan itu.


Satria pun tidak mau kalah ia pun membalas dengan memeluknya erat. seraya membelai kepala istrinya yang berhijab putih itu.


sementara Rendy mengalih kan pandangannya ke arah lain. lalu ia pun pamit pada pasutri tersebut dengan menitip pesan


"jangan lupa kunci mobil kalau udah selesai"


berlama lama di sini bisa membuat jiwa jomblonya meronta. lalu ia melangkah masuk ke rumah Jasmine dimana Arjun menunggu uluran tangannya untuk melayani anak anak yatim.


sementara Midea muncul dari dalam kamar bayi dengan menggendong bayi dan mencari Retha.


"Ren". panggil Dea.


"iya Jasmine". sahutnya yang sedang membawa kotak berisi makanan.


"liat Retha ga? ". tanya Dea.


Rendy tersenyum mengingat tingkah Retha tadi.


"mmmm.. Ummi Retha lagi kedatangan Abinya. bunda Jasmine ada perlu apa sama ummi Retha. sini biar oom Rendy yang tolongin". celetuk Rendy.


Dea melirik Rendy dengan ujung mata sambil tersenyum geli. dan menggeleng kan kepalanya


"ga ada". ucap Dea dan pergi meninggalkan Rendy dengan maksud agar Rendy melanjutkan tugasnya.


sementara Arjun yang mendengar celetukan Rendy pun menghampiri nya dan bertanya


"emang Abi siapa? ".


"ummi Retha kan punya suami. masa itu aja kau tak tau Jun". sahut Rendy seraya membagikan kotak makanan tersebut ke anak yatim yang mengantri di lesehan seraya menikmati cemilan dan minuman.


"bang Satria? ". tanya Arjun.


"iyalah siapa lain? ".


"ahh kau ini. mereka berdua kan kalau manggil Abang adek. mana pula Abi ummi". protes Arjun.


"si Retha nyebutin dirinya untuk babynya si Jasmine ummi. nah ntar kalau bang Satria ketemu babynya Jasmine ya pasti Abi lah. mana pulak lagi abang. itukan keponakan mereka juga. sama kayak kita oom oomnya". jelas Rendy panjang lebar.


"iya juga sih". Arjun manggut manggut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


mohon dukungannya untuk novel ini berupa di like, vote, komen, rate , fav, dan poin


terima kasih


__ADS_2