
# selamat menikmati episode ini..
setelah proses pemakaman selesai. orang orang pada pergi meninggalkan pemakaman satu per satu. kecuali Justin, Mona, Arfan, Astrid dan Jason. mereka masih ingin berdoa untuk Namira.
mereka masih belum bisa percaya jika yang di makamkan itu adalah Namira. baru tadi pagi mereka bersenda gurau dan terbawa bahagia dengan Namira.
terlebih Astrid yang sejak kedatanganya kerumah keluarga Ardiansyah, putrinya itu ingin selalu berada dekat dengan dirinya jika Justin tidak ada. bahkan tadi pagi Namira ingin di temani masak oleh dirinya. Astrid semakin terisak kala mengingat kenangan terakhir dengan putrinya itu.
begitupun Justin yang sejak beberapa hari terakhir merasakan kebahagiaan karena perlakuan dan tingkah manja Namira kepadanya. ia benar benar tak menyangka jika itu adalah hari hari terakhir dirinya bersama istrinya.
tidak ada kata kata yang bisa mereka ucapkan kecuali kata maaf dan semoga Namira di tempat kan di tempat yang mulya.
...----------------...
sepulang dari pemakaman Justin langsung mengunci dirinya di kamar. ia mengenang kembali hari hari bersama Namira di kamar ini. ia melihat foto pernikahan mereka yang berada di atas nakas. ia mengambil dan memandang lama foto tersebut.
"Ochi". panggilnya lirih.
ia mendekapnya dengan penuh rindu tanpa terasa ia tertidur hingga ia terbangun karena sang papa mengetuk pintu kamarnya.
"Justin". panggil Arfan.
tak ada sahutan dari kamarnya. Arfan mencoba sekali lagi.
"Justin". panggilnya lebih keras.
tetap saja tak ada pergerakan dari kamar Justin. sementara orang orang berdatangan untuk melakukan doa bersama.
Arfan berinisiatif untuk mengambil kunci cadangan dikamar. tetapi baru juga ia melangkahkan kakinya suara kunci dari pintu kamar Justin terdengar. Arfan membalikkan tubuhnya dan melihat putranya yang murung dengan mata yang tampak sama sembabnya ketika Nadira meninggal dulu.
"hey my son". ucap Arfan seraya memeluk putranya itu.
"be a strong man for your daughter, Keyra". nasehat si papa.
Justin tersenyum lalu teringat akan putrinya. ia sempat melupakan putri kecilnya itu. ia pun lupa jika putri kecilnya juga sama sedih nya kehilangan mamanya meskipun dia masih berumur setahun.
__ADS_1
"dimana Keyra pa?". tanya Justin pelan.
"di bawah. ayok. kita turun. doa nya udah di mulai". ucap Arfan seraya merangkul bahu Justin untuk turun ke bawah.
sesampainya di bawah ia melihat Keyra sedang di gendong oleh istri dari sepupunya. ia memandangi wajah polos putrinya yang mirip dengan mamanya.
beberapa saat kemudian
ia melihat Keyra yang mulai kelelahan dan mengantuk. Justin tak banyak bicara ia meminta Keyra dari gendongan istri sepupunya itu. lalu tanpa mengatakan apa pun ia membawa Keyra naik ke atas menuju kamarnya dan menidurkan nya di sana. di mana biasanya Namira tidur disitulah Justin meletakkan putri kecilnya.
ia mengusap usap punggung Keyra agar bisa tertidur pulas. lalu ia pun merebahkan dirinya di samping putrinya. ia hanya ingin memeluk putrinya dan isak tangis pun pecah kembali.
malam ini, besok dan seterusnya ia harus mengasuh putrinya sendiri. putri yang masih butuh kasih sayang dari ibunya.
"maafin papa sayang. papa ga bisa jagain mama kamu dengan baik". isaknya lagi.
"papa juga ga bisa nyelamatin adik kamu. maafin papa Keyra". isak nya kembali seraya memeluk putrinya yang terlelap.
sementara di kamar mereka masing masing. Astrid dan Mona masih saja belum bisa untuk tidak menangis. kehilangan anak, menantu serta cucu adalah hal yang paling menyedihkan bagi Mona dan Astrid. terlebih Astrid yang sekarang tidak memiliki siapapun lagi kecuali suami dan cucu.
Jason berusaha menenangkan kembali sang istri. kehilangan anak untuk kedua kalinya memang sangat menyakitkan bagi pasutri paruh baya ini.
"setidaknya Nadira udah ada temennya nda". lanjut Jason.
Astrid pun menghentikan tangisnya dan memandang Jason.
"semoga mereka mendapatkan tempat terbaik ya Yah? ". doa Astrid.
"aaminn bunda.. aamiin.. ". ucap Jason lirih.
...----------------...
lebih dari seminggu semenjak kepergian anak dan istrinya. Justin kembali ke sifat dasarnya yang pendiam, dingin dan angkuh. berbeda saat masih ada Namira disisi nya. Justin sering terlihat sumringah dan mau menjawab sapaan dari karyawannya.
hal ini menjadi bahan gosip terbaru dari karyawan karyawan kantornya. mereka kebanyakan menatap iba dan sebagian memaklumi. tetapi banyak juga yang tidak menyukai perubahan sikap Justin yang kembali seperti dulu.
__ADS_1
Justin kini kembali menjadi seorang yang workaholic. bekerja tanpa mengenal waktu. ia pun kembali lupa dengan putri kecilnya yang masih membutuhkan kasih sayang dari sang ayah. meskipun Keyra berlimpah kasih sayang dari kakek kakek dan juga nenek neneknya. tetapi tetap saja seorang Keyra membutuhkan perhatian dari sang papa.
hal ini membuat Mona menegur sang anak.
"Justin". panggil Mona yang melihat Justin baru pulang ketika di saat semua penghuni bumi telah terbuai dengan mimpinya.
Justin hanya melihat tanpa menyahut panggilan dari sang mama.
"Justin". panggil nya lebih keras.
"ya ma". sahut Justin yang masih berjalan menaiki tangga.
"mama mau bicara nak". tegur Mona.
"besok aja ya ma. aku capek, ngantuk dan mau tidur". ucap Justin cuek.
ia langsung menuju kamarnya dan menguncinya. Justin membuka setelan kerjanya. tanpa membersihkan dirinya ia langsung tertidur.
rasa sepi yang ia rasakan saat ini membuat rasa rindu pada istri yang ia cintai semakin menyeruak.
terkadang Justin bertemu dengan Namira di mimpinya sedang menggendong bayinya. hal ini membuat Justin tersenyum dalam tidurnya. tetapi setelah ia terjaga dari tidurnya ia pun kembali nelangsa.
"ochi". panggilnya lirih.
ia begitu kangen pada istrinya. karena itu ia lebih suka menghabiskan waktu dengan bekerja tanpa mengenal waktu di kantor bahkan di luar kantor. aktifitas yang seharusnya bisa ia perintah kan pada asistennya untuk di kerjakan. malah lebih sering ia yang mengerjakan sendiri.
dengan begini. sejenak ia akan melupakan rasa sedihnya. bukannya ia tak memperdulikan putrinya. hanya saja ketika ia melihat dan memeluk Keyra. menimbulkan rasa kangen yang teramat sangat pada Namira. karena wajah Keyra benar benar identik dengan wajah mamanya ketika masih kecil.
Justin hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka bathinnya. sama seperti ketika ia kehilangan sahabatnya, Nadira. tetapi untuk Namira bisa jadi bakalan sedikit lebih lama.
hingga beberapa bulan kemudian dimana dua sahabatnya merasa senang dengan adanya panggilan dari Justin untuk berkumpul bersama dalam rangka temu kangen. mereka berdua pikir Justin kembali menjadi seorang pribadi menyenangkan kala bersama Namira. mereka berdua pun berfikir jika Justin akan mempertahankan sikap sumringah nya kepada semua orang. ternyata mereka salah.
"aku akan mengundurkan diri dan pindah ke Aussie". Justin membuka suara di pertemuan siang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
mohon dukungannya untuk Novel ini berupa like, vote, komen, rate, fav dan poin.
terimakasih