She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
berdebat buat rebutan Dean


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Sesampainya di sekolah Keyra turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun.gadis kecil itu hanya menyalami Daddy nya dengan wajah cemberut. Lalu langsung pergi masuk ke kelas nya. Sedangkan Justin sendiri hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah putri kecilnya yang lagi ngambek sekarang ini.


"kak..kak..persis mommymu. Ga ada yang berbeda". Bathin Justin menggelitik.


sementara Dean menghampiri Justin dengan sikap nya yang dingin dan cuek pada Justin. Setelah menyalami Justin bocah itu pun langsung ngeloyor pergi tanpa berucap sepatah kata pun. Melihat tingkah dua anak anak nya Justin hanya bisa geleng geleng kepala.


"semoga kita bisa lebih dekat Dee". Gumam nya di hati seraya pergi meninggalkan halaman sekolah tersebut.


sesampainya di kantor kecil yang berlantai di tingkat dua dari satu blok yang terdiri empat pintu rumah toko yang Justin beli untuk memulai usahanya itu. Justin memulai aktifitasnya seperti biasa melakukan zoom meeting pada tiga kantor nya yang ada di indonesia.


Jika dulunya Justin hanya melibatkan Andra dan Indra dalam setiap kegiatan dan keputusan perusahaan. Maka kini mereka juga ikut melibatkan Alan dan Satria semenjak Justin pindah ke Aussie.


satu jam mereka saling memberi laporan tentang masing masing kinerja mereka serta kabar perusahaan pada cabang masing masing yang mereka pimpin.


Hingga akhirnya Indra menanyakan soal kontrak para model yang akan menjadi ambasaddor produk mereka.


"kapan rencana mau di buat launchingnya Tin?". Tanya Indra tiba tiba.


"minggu depan mungkin". Sahut Justin.


"kelamaan bro". Protes Andra.


"kelamaan?". Maksud lo?". Tanya Justin heran pada protesnya Andra


"maksud aku. nunggu minggu depan ya keburu basi lah. Udah ketikung sama produk lain yang memiliki fungsi sama dengan produk kita abang bro". Saran Andra.


"aku rasa ada benernya saran si Andra Tin".timpal Indra menyetujui komentarnya Andra.


"jadi menurut kalian kapan sebaiknya peluncurannya?". Tanya Justin.


"minggu ini juga lah. lagian videonya tinggal persetujuan kita aja kan buat mengupload nya ke internet" sahut Andra.


"gimana menurut kalian?". Tanya Justin meminta persetujuan anggota zoom meeting yang hadir saat ini.


"oke. Aku setuju bang". Sahut Satria seraya mengangguk.

__ADS_1


"oke. Aku ikuti saran kalian". Ujar Justin.


Akhirnya zoom meeting itu pun selesai di lakukan dengan keputusan akan di luncurkan dalam minggu ini juga. Itu berarti dalam minggu ini Justin harus kembali ke Indonesia saat ada pertemuan kolega sang papa dan juga sekalian Justin harus bertemu dengan istri dari kolega nya papa yang tak lain adalah Model yang akan menjadi ambasaddornya.


...----------------...


malamnya saat keluarga Ardiansyah sedang bercengkerama di ruang keluarga. Kembali Mona membujuk Justin agar mengijinkan anak anaknya untuk ikut bersama mereka pulang ke Indonesia.


berhubung ia juga akan ke Jkt dalam minggu ini maka ia pun mengijinkan anak anaknya ikut bersama papa dan mamanya besok.


mendengar hal tersebut membuat Keyra tersenyum senang.


"beneran Daddy ijinin Keyra buat pergi sama oma dan opa?". Tanya Keyra memastikan.


"iya sayang. Kamu boleh pergi ikut oma dan opa". Sahut. Keyra.


"iya. Tapi dengan syarat jangan nakal. Okey?". Pesan Justin ke putrinya yang kritis itu.


"0ke Daddy. Thank you so much Daddy. I love you Daddy". ucap Keyra bahagia seraya memeluk leher Daddy nya.


Sementara Justin melihat putra kecilnya bersikap tak perduli pada apa yang di perbincangkan oleh anggota keluarganya di ruang keluarga ini. Dean sedang asyik menyusun puzzle puzzlenya di atas lantai karpet bulu yang tak jauh dari sofa yang mereka duduki. meskipun sesekali ia mendekati dan bertanya pada Arfan tentang dimana ia harus meletakkan kepingan kepingan puzzle tersebut.


"ma. Pa". Panggil Justin pelan seraya netranya masih menatap Dean.


"bisa tidak jika Dee di tinggal sementara berdua saja dengan aku?". Pinta Justin tiba tiba.


"hah. Kenapa gitu Tin?". Tanya Arfan dan Mona heran secara bersamaan.


"kok adek Dee nya harus di tinggal sih Daddy?". Tanya Keyra yang juga ikut mendengar permintaan Justin.


"hmm...biar aku sama Dee bisa lebih dekat lagi". Sahut Justin.


"biar adek Dee nya mau dekat sama Daddy dan ga ketergantungan sama kamu, oma dan opa". Sahut Justin seraya menatap Keyra meminta pengertiannya itu.


"nanti kalau adek nya nangis gimana?". Siapa yang mau diemin, terus siapa yang mau buatin susunya?". Daddy kan tiap ali harus kerja". Protes keyra.


"iya betul tu Tin. Nanti kamunya kerepotan karena kamu nya nanti mesti ngapa ngapain sendiri selama kami ga ada". Ujar Mona membenarkan ucapan Keyra.

__ADS_1


"kalian tenang aja. Semua udah aku planing di sini kok". Sahut Justin seraya menunjukkan kepalanya dengan telunjuknya.


"aku butuh waktu berdua saja dengan anak itu. Jika di rumah ini ada kalian otomatis Dee ga akan mau dekat dekat dengan aku". Sahut Justin.


"jika Dee dan aku hanya berdua saja di rumah ini. Sudah pasti ia akan membutuhkan aku bukan". Iya ga ma pa?". Lanjut Justin lalu meminta pendapat kedua orang tuanya itu.


"lagian pun aku akan menyusul kalian pulang ke Indonesia untuk mengadakan perjamuan terhadap model model yang menjadi trend ambasador produk produk ku... ma ...pa...". Lanjutnya seraya menjelaskan.


Arfan dan Mona terdiam sesaat. Bagi Mona seorang rasanya berat meninggalkan Dean disini meskipun ada Daddynya. Ia takut nantinya akan muncul fikiran "pilih kasih" di antara Dean dan Keyra pada benak bocah tiga tahun itu. Lantaran kenapa dirinya tidak di bawa pergi ikut sama opa dan omanya. Dan kenapa hanya kakaknya saja yang di bawa, sedangkan dirinya harus di tinggal sama seseorang yang Dean belum menyukai dan nyaman betul.


Sementara Arfan lebih setuju tentang pendapat dari putranya itu. Karena Arfan pun memang melihat sikap Dean yang lebih suka bermain main dengan dirinya ketimbang dengan Daddynya.


Memang satu sisi ia merasa senang dan bahagia bisa sepenuhnya di butuhkan oleh cucu laki satu satunya itu. Arfan merasa seolah olah mengalami Dejavu saat bersama Dean. ia merasa seperti bermain dengan Justin kecil. Mengajarinya banyak hal dan terlebih lagi bocah tiga tahun itu pun sangat menyukai cerita yang Arfan perdengarkan pada anak itu.


akan tetapi saat ia melihat penolakan penolakan terhadap Justin dari bocah itu terkadang membuat hatinya trenyuh juga melihat raut wajah Justin yang terlihat sendu saat putranya itu ingin bermain bersama dengan putra kandungnya sendiri.


"hmmm...ya sudahlah papa setuju pendapat kamu. Papa turuti keinginan kamu". Sahut Arfan tiba tiba.


"ihh si papa edan banget deh. Itu bocah pasti ngamuk ngamuk kalau di tinggal sama Justin berdua aja". Protes Mona.


"nanti kita coba bantu bujuk biar dia mau tinggal". Ujar Arfan menenangkan sang istri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka


 

__ADS_1


__ADS_2