She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Janji


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..


Beberapa minggu kemudian....


Justin menemui kedua orang tuanya dan menceritakan perihal hubungan Dee yang sebenarnya dengan dirinya dan Dea sembari menunjukkan hasil tes DNA dirinya dan Arfan.


Tentu saja mendengar hal ini membuat keduanya terhenyak sekaligus senang. Mereka bahagia karena anak secakep dan segemesin Dee adalah cucu biologis mereka.


"ya Allah Dee. Cucu oma ternyata. Beneran ini Justin?". Tanya Mona tak percaya.


"iya ma. Awalnya aku juga ga percaya sampai akhirnya Alan menunjukkan dua hasil tes DNA antara aku dan papa yang menunjukkan hasil tes yang sama ma". Sahut Justin haru.


"jadi cucu kita gimana pa?". Tanya Mona ke Arfan yang masih memandang takjub pada dua kertas tersebut.


"kita bawa pulang sekarang". Sahut Arfan.


"bawa pulang Justin. Kita Jemput mereka di sekolah sekarang". Ucap Arfan senang.


"iya pa. Pasti pa". Sahut Justin.


"tapi soal Dea gimana?". Tanya Mona.


"aku akan bujuk Dea menyerahkan hak asuh Dee untuk kita ma selama dia di penjara. Jika pun dia tak mau aku akan menempuh jalur hukum". Sahut Justin meyakinkan kedua orang tuanya.


"ya terserah kamunya aja lah Justin. Yang penting Dee bersama kita". sahut Mona.


Setelah Justin menceritakan semua masalah Midea ke pada orang tuanya termasuk anak kandungnya yang bernama Dee hasil dari pernikahan paksanya dengan Dea. Maka Justin memutuskan untuk menemui pengacaranya secara langsung agar di buatkan surat pengambilan hak asuh anak atas nama Mykehl Deansyah.


"bapak punya putra?". Tanya pengacara tersebut.


"ya begitulah. Selama ini ibu kandungnya dengan sengaja menutupi dari saya. Karena itu saya ingin mengajukan surat hak asuh anak saya itu. Agar saya lebih leluasa mengurus dan mendidik putra saya sendiri". Jelas Justin.


"wah..salut saya sama pak Justin. Baiklah pak. Suratnya akan segera saya siapkan sekarang". Sahut pengacara tersebut.


Kini Justin menemui Midea secara langsung di tahanan sementara. Midea yang mendapat kan Justin sedang duduk menunggunya di ruang tunggu yang tak jauh dari sel tahanan nya berada.


Saat Justin melihat Midea yang di apit oleh dua petugas jaga datang menghampirinya dengan wajah datar. Justin menghela nafas nya sesaat saat mereka duduk saling berhadapan.


Justin memperhatikan raut wajah Dea yang tampak kusam dengan wajah yang mulai tirus, menandakan Dea berada dalam kondisi tertekan bathin atau bisa jadi ia tidak mendapatkan makanan yang baik.

__ADS_1


"are you okey?". Tanya Justin seraya menatap Dea iba.


"hmmm... Like you see". Sahut Dea datar.


"aku harap kamu bisa sabar menghadapi ini semua". ujar Justin.


"terimakasih". Sahut Dea datar.


"aku membawa ini. Ku harap kamu menyukai nya. makanlah". Ujar Justin seraya menyodor kan beberapa bungkus makanan ke hadapan Dea.


"aku sudah makan". Sahut Dea datar.


"baiklah. Simpan saja kamu bisa memakannya nanti". Sahut Justin.


Lalu ia menarik dalam nafasnya sebelum mengungkapkan sesuatu mengenai Dean. Lalu ia menatap Dea yang juga menatap Justin datar dan berkata


"mengenai anak kamu. Maksudku anak kita". Justin membuka suara.


Sementara tampak raut wajah Dea berubah kaget dengan pupil mata yang membesar. Sungguh kata kata Justin yang terakhir membuat dirinya terhenyak kaget saat dulu dirinya berfikir bagaimana menjelaskan pada Dean saat anak itu dewasa nanti tentang ayahnya.


Akan tetapi saat ini sebelum Justin datang menemuinya. ia sedang di rundung gelisah saat memikirkan masa depan anaknya jika dia berada dalam penjara. Ia sedang berfikir untuk menceritakan semua pada Satria dan Retha siapa ayah biologis dari Mykehl Deansyah. Tetapi hingga kini pasutri itu tidak pernah tampak lagi batang hidungnya saat ia memasuki proses persidangan pengadilan untuk pertama kalinya hingga saat ini.


"maksud kamu apa?". Tanya Dea kurang yakin pada pengucapan Justin yang terakhir.


"aku ga ngerti Justin". Sahut Dea menatap suami paksanya itu.


"aku ingin kamu menandatangani ini sebagai bahwa kamu menyetujui jika Dean di asuh oleh aku sebagai ayah kandungnya dan memang seharusnya begitu pun". Ujar Justin.


pupil mata Dea melebar untuk kedua kalinya.


"kamu??". Desis Dea pelan seraya memicingkan kedua matanya.


"ya. Aku sudah tau semuanya Dea. Tentang kamu dan Dee. Dan siapa ayah biologis dari Dee". sahut Justin.


"lalu mau kamu apa sekarang. hah?!". Tanya Dea bernada ketus.


Justin menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata


"ga ada Dea. Aku cuma mau kamu menjalani persidangan ini dengan baik. Sampai hakim memutuskan hasil akhir persidangan ini. Jika kamu bersikap baik dan menjalani masa hukuman kamu dengan sabar. Maka kamu akan cepat di bebaskan dengan jaminan". Jelas Justin.

__ADS_1


"karena itu aku datang kesini ingin kamu menandatangani surat ini segera sebagai persetujuan bahwa Dee adalah tanggung jawab aku sekarang. Dan pun sebenarnya tanpa ini juga aku bisa mengklaim dia adalah putra kandungku, darah daging dari Kehl Ardiansyah melalui ini Dea". Ujar Justin seraya menyodorkan dua hasil tes DNA antara dirinya dan sang papa sebagai kakek kandung dari Dee.


"hah. Karena ini Justin. Kamu mau mengambil Dee dari aku. Setelah kamu memporak porandakan hidup aku". Sahut Dea ketus.


"cih. Dea seharusnya aku yang berkata begitu ke kamu. Kamu lupa dengan perbuatan kamu yang dulu menjebak aku hingga aku jatuh ke perangkap iblis yang dengan sengaja kamu buat. Jika aku mau aku bisa saja menuntut kamu sekarang Dea. Dan kamu akan lebih lama lagi mendekam di penjara. Kamu mau hah?!". Ujar Justin bernada ancaman.


Dea menatap suami paksanya itu dengan sorot mata yang tajam.


"brengsek". Desis Dea menahan geram.


Ia pikir Justin akan membawanya bersama kembali masuk ke keluarga Kehl Ardiansyah karena ia adalah ibu kandung dari putra pewaris keturunan dari Kehl Ardiansyah. Nyatanya ia masih tidak di anggap oleh keluarga kaya raya dan terkenal itu.


"kamu salah mengira Dea. Aku datang kesini ingin memberi kamu kesempatan untuk memulai dari awal lagi demi Dee. Anak kita. Kamu mengerti kan?!". Bujuk Justin melunak dan memilih mengalah demi tujuannya.


Akhirnya dengan segala bujuk rayu Justin serta janji dan kata kata yang Justin lontarkan demi mengambil hati Dea. Maka seketika itu juga Dea pun luluh hatinya. Dea hanya meminta pada Justin setiap seminggu sekali ia di pertemukan oleh Dee.


"baik. jika itu yang kamu inginkan.akan aku penuhi". Janji Justin.


"promise?". Tanya Dea kurang yakin.


"promise". Sahut Justin demi tanda tangan Dea.


Maka akhirnya Dea pun menandatangani surat hak asuh atas nama putra kandungnya Mykehl Deansyah kepada ayah biologisnya yaitu Justin Kehl Ardiansyah


"aku menagih janji kamu Justin saat aku keluar dari sini nanti". Ujar Dea berharap jika Justin memenuhi janjinya suatu hari nanti.


"ya Midea. Aku tunggu". Sahut Justin seraya bangkit dari duduknya meninggalkan Dea yang menatap punggung Justin hingga menghilang di balik dinding ruang tunggu tersebut.


"aku harap kamu menepati janjimu suatu hari nanti Justin". Bathin Dea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279

__ADS_1


#Hazhilka


 


__ADS_2