
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Alma terbangun dari tidurnya, ia mendapati Danang sedang menungunya di kamar itu.
"uda". Panggilnya pelan.
"ya dek. Awak sudah bangun rupanyo". Sahut Danang menghampiri sang istri dan membantunya bangun untuk menyenderkan punggungnya ke headboard
"Jasmine". Ucap Alma pelan saat fikirannya langsung teringat pada putri angkatnya itu.
"sudah sudah...tidak usah di fikirkan lagi yo". sahut Danang yang sudah mengetahui cerita yang sebenarnya dari Rendy.
"ambo harus ke Mdn. Ambo harus mendapatkan penjelasan dari nyo. Apa maksud dari semua ini uda. mengapo awak media mengatakan Jasmine kito telah lamo tiada. Mengapa Jasmine di fitnah?". serentetan pertanyaan dari sang istri menyerang dirinya yang juga bingung akan kejadian ini.
"awak belum sehat betul dek. Jangan yo. Nanti kita ke sana samo samo kalau awak sudah sehat". Ucap Danang menenangkan sang istri.
"sekarang kito pulang ke rumah yo.kita istirahat di rumah sajo". Saran Danang yang langsung di angguki oleh Alma.
...----------------...
Beberapa hari kemudian...
hari persidangan pengadilan untuk Midea pun telah tiba. Midea berjalan lunglai memasuki ruang persidangan. Midea kini duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa yang telah terbukti melakukan pindak pidana dan juga bersembunyi di balik identitas orang lain untuk menutupi kejahatannya selama ini.
Midea kini di hadapkan pada tiga Hakim di persidangan pengadilan Negeri Mdn atas kasusnya sebagai pembuat onar dan pemalsuan identitas. Midea akan di tuntut oleh jaksa penuntut umum dengan membacakan pasal pasal yang berkaitan dengan kasus nya saat ini.
Sementara di ruang sidang skripsi kampus f*****i XXX Satria menatap sendu setiap bangku juri dan satu bangku di hadapan meja juri. Satria mengusap pelan seraya duduk di bangku yang menentukan masa depan dari setiap akhir perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikannya di sini.
"harusnya besok yang akan duduk di sini itu kamu Jasmine". Gumamnya dengan tenggorokan yang tercekat.
"harusnya besok kamu mendengarkan juri hakim untuk sidang skripsi yang telah lama kamu nantikan Jasmine". Satria mulai terisak.
sebab ia sendiri tak sanggup menahan rasa sedih di hatinya akan nasib malang gadis itu.
"pak Satria". Panggil salah satu dosping yang membimbing skripsinya Dea selama ini.
__ADS_1
Satria buru buru menetralkan kembali suasana hatinya sebelum menoleh ke arah dosen paruh baya itu.
Dosping tersebut menghampiri Satria seraya menepuk pundak bahu Satria lalu ******* ***** nya pelan seraya berkata
"kita sudah usahakan yang terbaik pak. Ini sudah takdir Allah. Ikhlaskan pak ikhlaskan". Ujar Dosping tersebut memberi nasehat.
Sebab Dosping itu pun tau apa yang di rasakan oleh Satria saat ini. Bagaimanapun ia sendiri ingin melihat anak didik yang sudah ia dampingi selama ini bisa mengikuti persidangan skripsinya tahun ini.
...----------------...
Alma tiba di kota Mdn dengan perasaan yang masygul. Ia meminta Rendy untuk mengantar nya langsung ke pengadilan di mana Midea sedang di sidang.
"tante yakin mau kesana langsung?". Ga istirahat dulu?". Sidangnya juga mau selesai sebentar lagi". "ujar Rendy seraya melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu memasuki jam ashar itu.
"tak apo. Kita lihat Jasmine sebentar sajo". Ucap Alma.
"yang di katakan Rendy ada benarnyo. Besok sajo kita ke sano untuk menjenguk bundanya Dee. Lagian mana boleh lagi si Jasmine di jenguk. Sudah jam segini dek. besok sajo lah yo??". Sekalian besoknya kita lihat perkembangan sidang nyo". bujuk Danang.
Alma hanya bisa diam pasrah mengikuti apa yang di putuskan oleh suaminya itu.
...----------------...
"kau yang terpenting jangan melawan persidangan. Apa yang di tanya itu yang kau jawab dengan jujur. Soalnya salah kau udah banyak kali ku tengok. Aku di utus kemari supaya kau itu menjadi seorang yang kooperatif selama di persidangan. Supaya nanti hukuman kau itu gak berat berat kali lah kalau nanti hakim memutuskan sidang perkara". Ujar pengacara yang mendampingi Midea sebelum Midea di dudukkan di kursi pesakitan itu.
"puff". Desah Midea lelah seraya menenggelamkan wajahnya di antara tekukan lututnya.
Sudah lebih dari sebulan Midea menjalani hari hari seperti ini di sel tahanan sementara. Dari satu sel tahanan kantor ke polisian hingga ke sel tahanan kantor kejaksaaan. dan sudah pasti besok besoknya adalah penjara yang sebenarnya yaitu penjara di lembaga pemasyarakatan.
Midea teramat lelah menjalani ini semua. sudah satu bulan lebih ia di sini. Midea sendiri sudah mulai jenuh. Ia merindukan putranya. Tanpa sadar air matanya tumpah membasahi kedua lututnya.
tanpa Midea tau ada dua orang yang memperhatikan tingkah Midea yang sengaja di utus untuk mengawasi Midea selama di persidangan.
masing masing utusan tersebut memberitahu tentang kondisi Midea saat ini pada majikanya. Yaitu Sonya dan Justin
Utusan Sonya mengetikkan pesan pada Sonya
__ADS_1
"dia sudah mulai frustasi madam. Saat ini ia sedang menangis".
Sonya
"baguslah. Biarkan dia merasa frustasi. Karena memang itu yang aku butuhkan. Kamu awasi dan desak terus pengacara bodoh itu untuk membuat kliennya memang pantas untuk di penjara lama".
Utusan Sonya
"baik madam".
Mereka pun memutuskan komunikasi. Sementara Sonya tersenyum menyeringai dengan rencana licik yang akan ia jalankan nantinya.
sementara Justin sedang memikirkan Midea mengenai kabar yang ia terima dari utusan nya. Ada timbul rasa iba pada diri wanita itu mengingat bagaimana rasa jenuh, lelah dan penat wanita itu menjalankan persidangan.
suara pintu di ketuk dari luar dan memberitahukan jika Alan yang datang. Justin pun menyuruhnya masuk. Justin melihat sebuah amplop kecil yang berwarna coklat di tangan Alan.
"apa itu laporan yang saya minta tempo lalu?". tanya Justin.
"iya pak. Maaf jika waktunya lama dari yang seperti biasanya. Dan maafkan saya juga jika saya telah lancang Karena telah melakukan pengecekan dan juga melakukan test dua kali pada anak itu dengan sample dari bapak dan papanya bapak". Alan menundukkan kepalanya setelah memberikan amplop tersebut.
Justin mrngernyitkan dahi tak mengerti pada perkataan Alan. Justin membuka amplop tersebut yang terdapat di dalamnya dua lembar kertas hasil tes DNA dari seorang batita yang bernama Mykehl Deansyah dan Justin Kehl Ardiansyah.
Kelopak Netra nya membuka lebar saat membaca hasil dari test tersebut. jantungnya berdegup kencang secara tiba tiba seiring dengan darahnya yang berdesir deras. Ia bergumam pelan menyebutkan satu nama
..."Dee"...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka