
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Alan menunjukkan satu gagang pintu yang menggunakan passcode untuk bisa memasuki unit tersebut. berbekal ilmu dan pengetahuan nya di IT dalam meretas kode password maka apartemen tersebut terbuka pada kunci keamanan tingkat pertama.
Justin memperhatikan Alan yang cekatan dalam permainan jarinya di alat peretas kode miliknya. klik terbuka lah pintu apartemen tersebut secara otomatis. Justin tersenyum dan bangga pada asisten kepercayaan nya itu.
"good job Alan". puji Justin tulus.
mereka berhasil membobol passcode apartemen Midea dalam sekejap berkat kepintaran Alan. Justin memperhatikan dengan seksama ruangan yang tidak terurus Itu. debu tebal menutupi perabotan dan lantai.
saat mereka masuk ke ruang tengah tampaklah foto Midea yang tergantung di dinding dengan di penuhi sarang laba laba di pinggiran piguranya.
"kamu benar Alan. Dea ternyata bersembunyi di sini. insting kamu memang kuat ". ujarnya pelan.
"saya akan mengecheck ke ruangan lainnya". ujar Alan.
Justin di tinggal sendirian di ruangan itu. ia menatap pintu yang tertutup yang menurut nya itu adalah kamarnya Dea. Justin memutar kunci dari pintu tersebut dan membukanya. maka terlihat lah sebuah ruangan yang jika di bersihkan membuat ruangan ini akan terlihat indah pastinya.
Justin memperhatikan ke seluruh ruangan dimana juga terdapat foto foto dirinya yang terpajang di dinding kamar tersebut. lalu ia memeriksa kamar mandi dan ia pun melihat foto dirinya dengan bingkai yang lebih besar dari sebelum nya. Justin berdecak heran seraya menatap foto dirinya yang menghadap bathup.
"sebegitu maniaknya dirimu padaku Midea. pantas saja kamu bersikap seperti seorang psicho selama ini. ternyata memang segila ini kamu menyukai aku. Midea..Midea..". gumam Justin.
...----------------...
Sonya terus nekad melancarkan aksinya untuk membuat Dea bertekuk lutut padanya ia menelpon Dea menggunakan nomor lainnya. sedangkan Dea tak menggubris akan nomor yang tak dikenal tersebut.
tentu saja hal ini membuat Sonya semakin geram pada Dea. yang akhirnya ia pun mengirimkan beberapa foto hasil tes Dna dan di sebarluaskan ke seluruh dosen kampus di mana Dea berkuliah sekarang ini.
ting.. ting.. ting.. suara pesan masuk dari beberapa dosen yang sedang mengajar di kampus Dea turut menghebohkan beberapa dosen yang juga tengah bersantai di waktu senggang.
"apa maksudnya ini? ". tanya salah satu seorang dosen.
ia terhenyak saat melihat foto hasil laporan tes Dna yang bernama Midea dan memberitahu kan jika Jasmine yang bersama kalian saat ini adalah palsu. itulah kata kata yang di tuliskan di pesan tersebut.
__ADS_1
Dosen tersebut langsung menelpon Satria dan menanyakan perihal kabar kebenaran tentang mahasiswi tersebut.
sementara Satria yang baru saja membuka ponselnya juga sama terkejut nya saat melihat hasil laporan DNA yang bernama Midea Hasxander dan juga kata kata yang di tuliskan dalam pesan tersebut.
suara dering ponsel Satria langsung berbunyi nyaring yang di mana salah satu dosen di kampusnya mengajar menelpon nya.
"'hallo pak". sapa Satria saat ia menekan tombol hijau.
"Satria kau sudah mendapatkan pesan masuk mengenai si Jasmine? ". tanya Dosen senior.
"iya pak barusan saja. tetapi itukan belum tentu benar pemberitaannya. bisa jadi itu fitnah pak". ujar Satria yang masih membela mahasiswinya.
bersamaan dengan itu juga Midea masuk ke ruangan nya untuk memberikan hasil laporan kerjanya. Satria segera mengalihkan pembicaraan nya agar Midea tak mendengar jika kehebohan yang di maksud adalah yang berhubungan dengan nya.
"pak ini laporan nya". ujar Dea.
"ya letakkan di meja". sahut satria seraya mensilentkan ponselnya.
"baik pak. permisi". ucap Dea pamit.
"pak kita bicarakan ini nanti ya. saya harap semua tenang. mungkin ini saja fitnah untuk Jasmine". Satria berusaha menenangkan kondisi yang terjadi saat ini.
nada pesan kembali terdengar kali ini berasal dari Andra yang menyuruh dirinya untuk memberikan hasil laporan dari pabrik. tanpa menunggu lagi Satria pun menuju ke kantor cabang KBC Mdn.
setibanya di sana Satria langsung masuk ke ruangan kantor abang sepupunya itu. dan meletakkan berkas yang di minta lalu menelpon Andra yang masih di luar kantor untuk memberitahukan jika dirinya berada di ruang kantor Justin.
"oke. bentar lagi abang kesitu". balas Andra.
Satria merebahkan dirinya di sofa ruang kantor abangnya. ia membuka kembali pesan masuk yang membuat Satria penasaran akan isi pesan tersebut.
"Midea Hasxander??". gumamnya seraya mengingat kejadian beberapa tahun belakangan yang melibatkan abang sepupunya itu.
Satria mengetik nama tersebut di laman google untuk mengetahui berita yang telah lewat beberapa tahun belakangan. Satria membacanya secara detail. lalu ia mengetik nama Midea di salah satu laman sosial. dan tertera nama lengkap Midea di sana. Satria langsung mengklik akun yang bernama Midea tersebut dan benar saja foto foto syur dan sexy Midea terpampang jelas di akun milik Midea pribadi.
__ADS_1
"astafirullah". ucapnya.
tapi pencarian Satria untuk jawaban dari penasaran nya belumlah berhenti di situ saja. ia mencoba mengambil salah satu foto Dea dan melakukan perubahan editan untuk Dea dengan menukarnya seperti kulit Jasmine yang asli bahkan ia tambahi hijab.
beberapa detik kemudian...
"ya Allah. Jasmine? ". gumamnya dengan jantung berdetak kencang.
ia memperhatikan kembali wajah Midea dengan wajah Jasmine dalam ingatannya.
"bagaimana bisa? ". desisnya.
Satria kembali mencari informasi mengenai kecelakaan pesawat yang menyebabkan Jasmine menghilang beberapa tahun lalu. beritanya sama seperti article article lainya. Satria menghembus nafas kasar. ia bangun dari duduk nya berjalan menghadapi jendela kaca yang besar di ruangan itu.
"ya Allah ada apa ini sebenarnya. kenapa berita tentang Jasmine masih belum jelas". bathinnya.
ting... ting... ting....
pesan berantai kembali masuk. kali ini adalah foto foto Midea yang berada di atas catwalk dan juga article article yang memuat kariernya sebagai model. bukan hanya itu saja kartu identitas Midea pun terpampang jelas di pesan masuk ponsel nya.
tentu saja hari itu bukan hanya Justin yang syok bahkan kini seluruh dosen kampus juga ikut heboh karenanya.
suara dering telpon semakin ramai melakukan panggilan ke ponselnya bukan hanya itu saja. nomor chatnya juga penuh dengan pesan masuk dari semua dosen di kampus itu. hanya demi menanyakan pertanyaan yang sama.
bersamaan dengan itu juga Alan menemukan sesuatu di balik lemari kaca yang sedari tadi Alan perhatikan saat ia menjumpai lemari kaca itu untuk pertama kalinya. Alan meraba raba di belakang lemari mencari celah yang ia curigai menurut instingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka