
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Satria kembali ke pabrik untuk mencari Dea di laboratorium pabrik KBC. ia begitu khawatir akan kondisi mahasiswi nya itu. Satria bertanya pada salah satu tim peneliti yang baru saja keluar dari lab tersebut.
"Jasmine mana?".
"masih di lab pak". sahut peneliti senior tersebut.
"terimakasih". sahut Satria.
ia menyusul Dea dan melihat mahasiswinya masih tampak asyik membaca diktat di dalam lab tersebut. sama dengan yang di lakukan beberapa tahun silam saat mahasiswinya itu sedang menghadapi ujian praktikum. Jasmine memang di kenal rajin membaca jurnal dan buku buku yang berhubungan dengan praktikum.
"ya Allah rasanya tidak mungkin jika itu bukanlah Jasmine yang kami tunggu selama ini". bathinnya.
sementara pemikiran Satria berbeda dengan pemikiran perempuan yang di kiranya Jasmine yang berada di dalam ruang lab tersebut. Dea mulai mengumpulkan bahan bahan kimia apa saja yang tepat untuk uji coba senjatanya yang baru di dalam otaknya.
"mungkin sedikit zat yang ini bisa kali ya. untuk melumpuhkan saraf saraf ototnya untuk sementara". sebuah pertanyaan timbul di otaknya.
...----------------...
arah matahari menunjukkan hari semakin senja.
"kita break dulu Lan. besok kita lanjutkan".titah Justin seraya melihat jam di lengannya.
Alan pun mengiyakan. lalu mereka berniat meninggalkan ruangan rahasia itu. tetapi saat Justin hendak melangkah pergi, tiba tiba sebuah meja laci menarik perhatian nya.seperti ada sesuatu yang tersimpan disana. ia menghampiri laci tersebut dan membuka nya. dan benar saja sebuah brankas yang berada di sana.
Justin menatap Alan. sedangkan Alan langsung menganggukkan kepalanya seolah tau apa yang di inginkan tuannya itu. maka Alan pun mencoba membobol brankas tersebut dengan alat khusus yang sengaja di bawanya.
beberapa saat kemudian...
klik. akhirnya pintu brankas tersebut pun terbuka. Alan pun membuka lebar daun pintu brankas tersebut. yang mana ia melihat isi dari brankas tersebut telah kosong. hanya satu buah buku tebal yang terselip di sana.
"pak. cuma ada ini". ujar Alan seraya memberikan buku tersebut kepada Alan.
Justin mengambil buku tersebut dan membukanya. di situ tertera catatan yang bertuliskan tanggal dari beberapa tahun yang lalu. dari sekilas yang ia baca sudah di pastikan ini adalah sebuah buku diary. Justin menutup buku tersebut dan berniat membawanya pulang agar bisa membacanya di rumah.
dalam perjalanan pulang kembali ke kantor cabangnya Justin merebahkan dirinya sejenak ke ruang pribadinya seraya menunggu Indra kembali bersamanya ke Mdn.
__ADS_1
...----------------...
"Jasmine". panggil Satria saat melihat Dea keluar dari labnya.
"ya pak". sahut Dea sedikit gelagapan.
"ayok bareng". ajak Satria ke Dea untuk pulang bersama ke rumah.
Dea pun mengikuti ajakan Satria hingga ke parkiran. dalam perjalanan pulang mereka hanya diam membisu meskipun mereka sama sama tau tentang kejadian hari ini di kampus nya.
"kamu baik baik saja hari ini? ". tanya Satria.
" ya baik pak. kenapa pak? ". dusta Dea.
"ga pa pa. saya cuma tanya aja. mungkin kamu punya masalah". ujar Satria yang sebenarnya ingin memancing Dea untuk menceritakan kegiatan nya hari ini.
"ohhh.. ga ada pak. semua baik baik saja". sahut Dea.
Satria tersenyum simpul seraya terus melajukan mobilnya hingga akhirnya sampai di rumah. Dea turun dan langsung pamit dari Satria. Satria mengiyakan seraya menatap punggung Dea yang membelakangi nya hingga wanita itu menghilang di balik taman.
...----------------...
"Dia keluar dari rumah sakit? ". memangnya dia sakit apa? " fikirnya.
di lembar berikutnya Dea menceritakan untuk pertama kali di bawa ke seorang psikiater untuk menceritakan mimpi yang sering muncul di tidurnya.
"ke psikiater. pantas saja selama ini sikap Dea seperti itu. ternyata memang sedari awal dia memang memiliki riwayat sakit itu". Justin mulai berspekulasi dengan pemikiran nya.
lalu Justin membaca ke halaman berikutnya di mana Midea mendapatkan brand ambasaddor untuk pertama kalinya dalam dunia model yang ia geluti.
"aku mendapatkan brand ambasaddor untuk pertama kalinya. mereka mengucapkan selamat untukku"
tulisnya di diary tersebut dengan di bubuhi tanggal dan tahunnya saat itu.
lalu ia membaca lagi ke baris berikutnya dimana di situ tertulis tangan.
"aku mendapatkan the best model tahun ini". tertulis di tahun pertama setelah bergabung di dunia modelling.
__ADS_1
"simple words in a diary". gumam Justin seraya menarik sudut bibirnya sedikit.
Justin belum puas membaca tulisan tangan Dea di buku hariannya hingga ia meneruskan untuk membaca lembar demi lembar kisah hidup Dea sebelum bertemu Justin hingga satu kalimat membuat ia terpaku di tulisan tersebut
sebuah tulisan dengan kalimat singkat tapi membuat si penulis nya bisa tersenyum karena di akhir tulisan tersebut si penulis membubuhi emotikon senyum dan hati.
"aku bertemu seseorang yang sangat tampan"
😊❤.
"aku bertemu dengannya lagi"
Midea (.../.../...)
Justin semakin mengerutkan keningnya tatkala tulisan Dea semakin singkat dalam penulisan diarynya. hingga akhirnya Justin membaca tentang Dea saat di tinggal oleh lelaki yang mencengkram rahangnya di atas rooftop di salah satu gedung agency model saat ulang tahun agency tersebut.
awalnya Dea bahagia saat melihat lelaki yang membuat dirinya tersenyum senang dan membuat harinya sedikit berwarna saat melihat foto foto lelaki tersebut dalam majalah bisnis.
Midea mengungkapkan rasa suka yang terdalam pada lelaki yang di tulis Midea sering hadir di mimpinya. di buku hariannya Midea menuliskan ingin memiliki lelaki tersebut sebagai pasangan hidupnya. setidaknya ia bisa menjadi nyonya rumah dan ratu dari seorang laki laki yang kaya raya dan ternama.
"Justin Kehl Ardiansyah. aku ingin memiliki mu".
begitulah akhir tulisan tangan Midea di lembar terakhir yang Justin baca. niat hati ingin terus membaca ke lembar berikutnya, tetapi baru juga Justin ingin membuka lembaran baru ponselnya bergetar di atas nakas.
Justin pun menyudahi membaca buku harian dari istri gilanya itu. dan memilih untuk menerima panggilan masuk dari Alan yang memberitahu kan jika Indra sudah sampai ke Jkt dan menunggu Justin untuk kembali berangkat ke Mdn.
Justin menyimpan buku Diary nya Midea itu ke dalam tas kerjanya. niat hatinya ingin melanjutkan baca di apartemennya yang berada di kota Mdn.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka