She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
oma dan opa yang kepo


__ADS_3

# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.


dua pria tampan sedang menikmati kopi di kantin pabrik dari perusahaan KBC tersebut.


sembari menyeruput kopinya, netra Justin tak lepas mengekori Midea yang keluar dari dapur kantin dengan membawa beberapa cup coffe ke arah luar kantin.


Satria yang tanpa sengaja menangkap netra Justin yang sedang mengawasi Midea dari kejauhan. Satria pun menghadirkan senyum simpulnya menatap sang abang sepupu.


"sebentar lagi skripsi nya siap. setelah sidang dan wisuda rencananya nanti dia akan aku tempatkan satu tim dengan Retha". ujar Satria.


Justin mengernyitkan dahinya dan metakkan cangkir kopi tersebut sembari menatap Satria


"Jasmine".sahut Satria sembari menyungging kan sebuah senyum ke Justin yang seolah tau apa isi di fikiran nya Justin.


Justin tak merespon tetapi dalam hatinya ada terselip pernyataan yang di tujukan pada istri gilanya itu. mengingat saat ini seluruh orang bahkan adik sepupunya sendiri bisa tertipu oleh trik Midea yang ia kenal licik selama ini.


"lakukan sesukamu Midea. kelak nanti kau akan merasakan akibatnya".


saat ini ia sedang menunggu sesuatu yang lebih dahsyat lagi untuk menjatuhkan Midea dan mengembalikan Dea ke asalnya.


Tak lama kemudian Satria kembali ke kantor nya sedang kan Justin memilih untuk mengelilingi pabrik dan terutama ruang lab dimana Midea kini berada.


dari balik kaca besar Justin memperhatikan Midea yang berkutat pada lensa mikroskop nya. Justin akui penampilan Dea seperti seorang ahli peneliti.


sementara Dea hanyut dengan dunia yang dulunya ia geluti saat berada di apartemen rahasia nya. Midea sendiri tak menyangka akan bisa bergabung dengan para peneliti yang sebenarnya. beruntung ia bertemu dengan Alma dan menganggap dirinya Jasmine.


...----------------...


siang ini Mona dan Arfan yang menjemput Keyra di sekolahnya. mereka berniat singgah ke rumah Satria untuk bertemu Retha untuk memberinya oleh oleh.


sesampainya di sekolah, Mona dan Arfan di sambut Keyra yang datang menjemput nya. Sementara Dean melepaskan gandengan tangannya dan lebih memilih duduk di depan kelas menunggu jemputannya datang.


saat dua perempuan yang jauh berbeda generasi itu saling bercengkerama. Arfan sudah memperhatikan Dean dari kejauhan saat cucunya bergandengan tangan dengan batita tampan itu.


hal yang menarik bagi Arfan adalah wajah batita tampan itu mirip sekali dengan Justin saat masih seusianya.


"key, anak laki laki itu apakah teman kamu? ". tanya Arfan pada cucunya.


Keyra mengikuti pandangan Arfan yang memandang Dean dengan kesendirian nya.


"ya ampun aku lupa kalau udah ninggalin Dee". ucap Keyra seraya menepuk jidatnya.


"Dee??". dia itu siapa sayang?". temen kamu? ". tanya Mona penasaran.


"iya oma. tepatnya adik aku. karena bundanya Dee udah jadiin aku anaknya. bundanya Dee ga punya anak lain selain Dee dan aku". ucap Keyra polos.

__ADS_1


"ya ampun Keyra. jangan sembarangan gitu nak. jangan ngerepotin orang lain. kasian". tegur Mona halus.


"ga kok. bundanya Dee ga gitu. malah bundanya Dee seneng punya anak pelempuan kayak aku. itu katanya. kalau oma ga percaya tanya sams ummi". jelas Keyra polos.


"ummi?? ". siapa lagi tu? ". tanya Mona bertambah penasaran.


baru juga Keyra membuka mulutnya. Retha datang dengan motor maticnya dan memarkirkan tak jauh dari mobilnya Arfan.


"itu ummi". pekik Keyra.


"ummi". panggil Keyra senang.


"Dee. itu ummi udah datang". pekik Keyra keras ke arah Dean.


Dean tersenyum dan berdiri lalu dengan setengah berlari menuju Retha yang baru saja meletakkan helmnya dan berjalan menuju kelas Dean.


Dean yang hampir mencapai Retha langsung di sambut Retha dengan merentangkan kedua tangannya. sontak hal itu pun membuat Keyra cemburu dan ikut berlari ke arah Retha. lalu sepasang balita itu pun masuk ke dalam pelukan Retha.


"aduh anak anak ummi. bikin gemes. pelukannya kayak ga di peluk setahun". ucap Retha senang.


sementara Mona dan Arfan terheran heran dengan perlakuan mesra dua balita tersebut terhadap istri dari keponakan nya.


"jadi yang di bilang ummi sama si Keyra itu si Retha". ucap Arfan ke Mona.


"entah pa. mungkin sih memang iya kali. kan tadi si Keyra mangggil ummi untuk Retha". sahut Mona


Retha yang sudah tau akan kedatangan pakde dan bu'de dari suaminya itu tidak begitu terkejut. karena sudah pasti mereka akan melihat Keyra yang bersekolah hari ini.


"jadi ini umminya Keyra? ". tanya Mona pada cucunya itu.


"iya oma". sahut Keyra.


"sejak kapan Tha?? ". tanya Mona.


Retha tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. sebab ia tidak terlalu mengingat hal tersebut. karena baginya dipanggil ummi sama Keyra, ia pun turut senang. sama dengan halnya saat ia meminta dirinya di panggil ummi oleh Dean.


"kita ke rumah yok buk de aku baru aja siap masak. sekalian buk de dan pak de makan siang di tempatku". ajak Retha.


"ga apa ni?. nanti Satria pulang kamu nya kerepotan karena harus masak lagi". tanya Mona yang datang saat memasuki jadwal istirahat siang.


"hehehe... ya enggak lah buk de. bang satria hari ini pun ga pulang. di ajak makan sama bang Justin. tadi udah ngasih kabar ke aku. ayok". ucap Retha.


lalu mereka menaiki kendaraan nya masing masing dimana Dean ikut bersama Retha karena tak mau satu mobil dengan orang yang baru di kenalnya. meskipun di dalam mobil tersebut ada Keyra.


sesampainya di rumah Retha Mona dan Arfan di suguhkan pemandangan asri dengan taman mini yang di tanami dengan bunga bunga dan juga toga yang berada di kedua sisi halaman tersebut.

__ADS_1


"kamu sama Satria yang menanam ini semua? ". tanya Mona penasaran.


"iya buk de. silahkan di minum buk de". ucap Retha yang selesai menyuguhkan minuman berserat yang di buat jus oleh Retha.


"adem Tha. kalau punya rumah asri seperti ini ya semua orang mau Tha. meskipun rumahnya ga besar". ucap Mona.


"yang penting nyaman ma meskipun rumah sekecil apa pun. yang penting keadaan rumah tersebut". timpal Arfan.


"oh ya. tadi anak anak kemana ya Tha. kok sepi. perasaan buk de tadi ada di teras depan". tanya Mona yang tidak melihat cucu dan temannya lagi.


"mungkin ke paviliun samping nemenin Dee ganti baju dulu. aku liat mereka dulu ya buk de". ucap Retha seraya beranjak dari duduknya menuju ke paviliun untuk melihat dua balita yang mulai mandiri tersebut.


"emangnya paviliun sebelah siapa yang tinggal? ". tanya Mona.


"temen aku sama anaknya yang aku boncengi tadi buk de". sahut Retha.


"ohhh.. ". sahut Mona manggut manggut.


Retha tersenyum dan meninggal kan pasutri paru baya itu sebentar untuk melihat keadaan Dean dan Keyra di paviliunnya.


beberapa saat kemudian..


Arfan dan Mona sedang menikmati hidangan menu siang yang di siapkan Retha untuk mereka bersama.


selama menikmati hidangan, Arfan tak henti hentinya melirik pada Dean yang wajahnya terlihat familiar di mata Arfan saat berusia seperti ini juga.


setelah selesai dengan hidangan siang itu. Arfan mulai banyak bertanya mengenai Dean. begitu pun Mona yang juga ikut menjadi penasaran setelah mendengar cerita Dean saat di lahirkan hingga ikut kesini menemani sang bunda yang masih berkuliah.


"kok buk de kayak pernah denger ya kisah ini. anak nya di tinggal sama neneknya karena mamanya lagi kuliah di luar kota". Mona mengulang cerita yang pernah di ingatnya.


"mungkin kebetulan ma. namanya juga hidup. banyak misteri nya". timpal Arfan.


sementara Dean yang bermain bersama kakaknya tak memperdulikan percakapan orang dewasa tersebut mengenai dirinya. ia masih senang bermain bersama Keyra.


sedangkan Arfan sesekali melirik Dean tanpa henti.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig

__ADS_1


Hazhilka279


#Hazhilka


__ADS_2