She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
"Dee" ( the end )


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Jason pulang dengan hati yang sedih karena sang putri belum bisa menerima dirinya. Sementara Justin mencoba menghubungi Sagita untuk menanyakan keadaan Midea.


awalnya Sagita ogah ogahan untuk menjawab panggilan masuk dari sepupu juteknya itu lantaran Sagita telah mengetahui dari Retha Jika suami brengsek yang di nikahi Midea adalah abang sepupunya sendiri.


Bahkan Gita memprotes kesal saat abang sepupunya itu mengulur ulur waktu untuk mempertemukan Midea dengan putra kandungnya sendiri. Hingga Sagita pun terpaksa mengakhiri percakapan dengan Justin karena sudah mulai lelah dan jenuh.


sementara Retha kembali pulang dengan hati yang kecewa karena perubahan sikap Dea yang nampak tak bersahabat dengannya. Satria menyambutnya dengan tersenyum. Ia tau jika istrinya itu murung karena Dea tak mau pulang bersamanya.


Hari itu adalah hari melelahkan dan mempengaruhi mood semua orang yang menyaksikan sidang Midea Hasxander yang tak lain adalah Jasmine.


Tapi tidak bagi Midea. Semalaman ia berfikir mencari cara untuk menemui putranya yang telah di bawa pergi oleh Justin. Ia tidak mau putra nya membencinya hanya karena saat ini mereka berpisah. hampir tiga bulan lamanya ia tidak melihat wajah sang putra. Ia sangat merindukan wajah menggemaskan itu.


akhirnya tanpa sepengetahuan Sagita, Midea mengambil uang yang ada di dompet nya Sagita dan menuliskan kata maaf karna telah mengambil uangnya untuk pergi menemui putranya yang ia curi dengar saat Justin dan Sagita berbicara di telpon ketika Justin menanyakan kabar dirinya.


ia nekat pergi ke bandara untuk terbang ke Jkt dengan jadwal yang pertama. sesampai nya di Jkt dengan menggunakan taxi ia langsung menuju rumah besar keluarga Justin dan meminta penjaga satpam untuk membuka pintu gerbang tersebut.


"maaf mbak cari siapa?". Kalau cari nyonya dan tuan lagi ga ada. Mereka ke luar kota sama anak anak". Sahut salah satu satpam jaga.


"kemana?". Tanya Midea.


"ke ...ke...luar negri mbak". Ujar Satpam tersebut itu ragu.


"luar negri?". gumam Midea.


"Australi??". Tanya Midea memastilkan.


"iya kayaknya mbak". Sahut satpam tersebut ragu.


Lalu dengan sigap Midea kembali ke taxi yang tadi. Dan memintanya untuk mengantarkan nya ke apartemen rahasianya.


Beberapa jam kemudian taxi tiba di sebuah gedung mewah yang jauh dari hiruk pikuknya kota. Midea segera turun dan membayar taxi penuh. Ia segera masuk ke lift menuju lantai di mana unit apartemennya berada.


saat tiba di lantai lift di mana unitnya berada Midea melangkah keluar dari lift menuju ke unit apartement yang sudah lama ia tinggali.


Ia masih ingat kode pasword yang ia gunakan. Pintu terbuka dan Midea segera masuk ke dalam. Ia memperhatikan seluruh ruangan yang masih sama saat ia tinggalkan untuk terakhir kalinya.


lalu ia ke kamarnya dan memperhatikan keseluruhan ruang kamarnya. Semua masih tampak sama. Lalu ia teringat jika tujuannya kesini adalah melakukan sesuatu untuk identitasnya. Midea segera menuju wardrobe nya dan mencari tombol yang menghubung kan ke mini lab rahasianya.


Midea menghubungi seseorang yang bisa membuatkan passport untuknya ketika ia sering berkunjung ke luar negri sendiri saat ia di minta datang oleh mr.Aqio untuk menemaninya selama berbisnis melalui emailnya.


Selang beberapa menit kemudian sebuah email masuk yang menanyakan kabar dirinya lalu menjawab "oke segera".

__ADS_1


tak menunggu lama sebuah passport yang bernama Midea Hasxander telah selesai. dan Midea cukup menunggu seorang kurir yang datang untuk mengantar passportnya.


Satu jam kemudian...


Seorang kurir memberitahukan jika ia berada di parkiran. Midea segera memesan taxi online untuk ia ke bandara saat itu juga.


"thank you". Ucapnya setelah passport berada di tangannya.


setelah kurir itu pergi. Taxi pesanan Midea datang. Lalu ia pun berangkat ke bandara saat itu juga.


beberapa jam kemudian...


Setelah lepas landas dari indonesia ke Australia. Kini Midea menatap ke arah luar jendela kaca pesawat yang di tumpanginya. Ia membayangkan Dean ada bersamanya saat ini.


Midea tersenyum kecil saat mengingat kenangan nya bersama putra tampannya itu. ketika pertama kali menaiki pesawat bersama saat melakukan perjalanan dari kota pdg ke Mdn.


Saat itu Dean tampak antusias melihat begitu banyaknya pesawat yang berjejer rapi di lapangan terbang dari bandara besar di kota itu.


tanpa terasa air mata Midea meleleh jatuh dengan sendirinya. Membayangkan kenangan manis bersama harta yang ia miliki satu satunya di dunia ini. Harta yang selalu ia pinta dalam doanya selain bisa di cintai oleh suaminya saat itu. Tetapi harta itu pula di renggut oleh suaminya sendiri. Membawanya pergi tanpa tau ada di mana kini.


"Dee...bunda kangen sama kamu.. Bunda lagi dalam perjalanan ke tempat kamu sayang. Tunggu bunda ya??!". Gumamnya di dalam hati.


Beberapa jam terlewati hingga pesawat yang di tumpangi Midea pun memasuki langit benua australia itu. Midea menarik sudut bibirnya saat roda pesawat mulai menyentuh tanah benua Australia itu.


pendaratan itu pun selesai di lakukan oleh seorang pilot yang memiliki jam terbang tinggi. Para penumpang tampak bersiap siap untuk turun begitu pun Midea.


Seorang wanita berkebangsaan Aussie melihat Midea turun tanpa menggunakan baju hangatnya. Ia menyapa Midea


"excuse miss."didn't you bring warm clothes?"


"mmm...I am forget because I am in hurry". Sahut Midea tenang.


lalu wanita tersebut memberikan salah satu sweater yang ia bawa dalam paper bagnya.


"take this and use it". Titahnya.


Midea tampak ragu mengambil sweater tersebut. Tetapi bagaimana pun ia sangat membutuhkannya untuk saat ini. Salju di luar mulai tak bersahabat sepertinya. Ia semakin turun lebih tebal.


"thanks you madam. I really thank you". Ucap Midea tulus seraya mengambil sweater berwarna grey tersebut.


"you are wellcome. let's get off the plane". wanita itu mengajak Midea untuk turun dari pesawat.


"ya madam". Sahut Midea seraya tersenyum. Lalu menggunakan sweater tersebut untuk menutupi tubuhnya yang hanya di baluti dress selutut dan juga blazer tipis.

__ADS_1


Lalu keduanya mengikuti penumpang lain untuk turun. mereka berpisah dan saling bersalaman saat wanita tersebut di jemput oleh keluarganya. Midea pun menaiki sebuah bus ke arah kota di mana keluarga Kehl Ardiansyah itu tinggal.


beberapa jam terlewati salju turun semakin deras. Midea di turunkan pada sebuah komplek perumahan mewah di kota yang di sebutkan Gita dalam pembicaraannya dengan Justin.


pengumuman pada bagian informasi dari sebuah toko kecil memberitahukan akan ada badai salju yang sebentar lagi datang. Midea mencoba bertanya pada seorang pemilik toko alamat dari keluarga Kehl Ardiansyah di perumahan mewah yang tak jauh dari tokonya berdiri.


Sang pemilik toko pun memberikan alamat dari keluarga yang di cari Midea. Midea mengucapkan terimakasih seraya pamit dan mencoba berjalan di antara badai yang menerpa. Ia yakin akan menemukan rumah keluarga Kehl Ardiansyah di sana.


Naasnya Midea terjebak di pertengahan jalan. sweater yang di beri oleh wanita tadi ternyata tidak cukup hangat untuk membuat Midea tetap nyaman saat ini.


Midea kini mulai menggigil kedinginan. Badai salju mulai tak bersahabat untuk makhluk hidup berada di luar ruangan saat ini.


Midea mulai merasa sakit di kepalanya karena topi pet yang ia miliki tak jua cukup untuk melindungi kulit kepalanya yang rentan sakit jika terkena hawa dingin sedikit saja.


badai salju semakin menebal. bahkan kini kepala nya mulai terasa pusing. Midea tak sanggup berjalan lebih jauh lagi ia terduduk lemas di pinggir jalan komplek perumahan yang sunyi.


Kondisi Midea benar benar terpuruk saat ini. Ia bersandar pada batang pohon. kepalanya berdenyut semakin nyeri. Hawa dingin yang menusuk ke tulang dan persendiannya membuat paru parunya ikut menyempit. Sehingga Midea kesulitan bernafas.


Midea menatap pada sebuah rumah besar yang terletak di seberang jalan. Ia berharap di rumah itu Deannya berada. Sehingga apa bila ia pingsan atau mati nanti. Deannya bisa menemukannya.


"Dee...bunda datang sayang". desis Midea dengan susah payah.


"Dee..maaf kan bunda yang terlambat pulang". Desisnya semakin pelan.


denyut di kepalaya semakin berat yang membuat kelopak matanya tak sanggup lagi terbuka lebar. Matanya semakin menyipit dan terus menyipit hingga dalam kesadaran nya yang terakhir ia hanya mampu mengucap satu kata


..."Dee"...


...The End ( Selesai )...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2