She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
cerita pagi


__ADS_3

# selamat membaca kembali semoga happy..


"Jasmine? ". pekik satria pelan.


ia mengerutkan keningnya ketika tanpa sengaja ia melihat foto foto Retha bersama teman temannya ketika istrinya itu berziarah ke makam mama Inka di pdg.


beberapa saat lalu...


kriing.. kriing.. kriing...


suara ponsel Retha terus berdering pagi ini. Satria yang masih ogah ogahan untuk bangun karena kelelahan setelah menghabiskan malam panas nan bergairah bersama istri cantik nya itu.


"Dek". panggilnya males dengan mata yang masih terpejam.


tetapi tak ada sahutan sama sekali dari Retha. yang terdengar hanya gemericik air yang mengalir dari shower di kamar mandi.


"Dek". panggilnya lebih kencang.


"ya". sahut Retha begitu mematikan kran showernya.


"ponsel adek bunyi itu". ujar Satria yang masih betah di atas bantal nya.


"tolong angkatlah bentar. siapa yang telpon?". sahut Retha dari kamar mandi.


"hmmm". desahnya malas.


lalu satria mengangkat kepalanya dan menggulingkan tubuhnya ke arah nakas.lalu duduk di pinggiran ranjang. ia mengambil ponsel Retha. dan tertera nama panggilan di sana dengan nama mama.


"Assallmualaikum ma..". sapa Satria.


"Waalaikumsalam. mana si Retha?". tanya sang mertua dari sebrang.


"lagi mandi ma". sahut Satria.


"oh. ya sudahlah. nanti suruh si Retha nya telpon mama balik ya? ". pesan sang mama mertua.


"iya ma". sahut Satria.


sang mertua menutup telpon nya. sementara istrinya masih berada di kamar mandi. Satria tidak bisa lagi melanjutkan tidurnya karena rasa kantuk yang tiba tiba menghilang. entah kenapa timbul keisengannya untuk membuka galeri ponsel istrinya. ia melihat satu file foto Retha penuh dengan dirinya yang tanpa ia tau jika selama ini Retha suka mengambil fotonya secara diam diam.


satria tersenyum sendiri lalu melirik ke kamar mandi yang masih tertutup. ia menggeleng gelengkan kepalanya seraya terus tersenyum. lalu ia berpindah ke file lainnya. disitu terlihat foto foto Retha tersenyum bahagia bersama teman temannya. Satria terus menslide foto foto Retha ketika berada di kota Pdg. hingga akhirnya.


"Jasmine??! ". pekiknya pelan.


ia mencoba meyakinkan netra nya kembali dengan memperbesar layar dan memfokuskan pada satu wajah dari mahasiswinya tersebut. ia menggeleng pelan seraya mengerutkan keningnya.


"bagaimana? dan kenapa? ". kata kata pertanyaan itulah yang ada di kepalanya sekarang, yang ingin di tujukan pada istrinya.

__ADS_1


klek.


pintu kamar mandi terbuka. Retha memunculkan dirinya dengan menggunakan bathrobenya serta kepala yang di bungkus handuk. Retha tersenyum melihat suaminya yang masih betah di atas ranjang dengan mata yang masih fokus pada layar ponsel miliknya.


"bang". panggilnya pelan.


Satria memalingkan wajahnya menghadap Retha.


"mandi!".titahnya lembut.


Satria menganggukkan kepalanya. lalu ia mengembalikan ponsel istrinya dengan foto Jasmine yang masih dalam posisi zoom.


seketika itu netranya Retha melebar. lalu ia menarik dalam nafasnya. ia langsung mengerti maksud dari perbuatan suaminya barusan.


"dia memang Jasmine bang". ucap Retha seraya melihat raut wajah suaminya yang penuh tanda tanya.


tanpa harus menunggu lama. Retha menjelaskan apa yang telah terjadi selama ia berada di Pdg. sampai akhirnya ia juga harus menjelaskan kondisi psikis Jasmine yang sebenarnya. hingga terakhir kondisi dimana Jasmine hamil tanpa suami.


"karena itulah bang. sampai sekarang kami masih merahasiakan ini. karena kami juga takut kejadian sebelumnya terjadi lagi. itu karena Jasmine belum sanggup untuk mengingat masa lalunya di tambah dengan kondisi nya yang sekarang". jelas Retha menutup ceritanya.


Satria meremas seprai nya kuat setelah mendengar cerita tentang mahasiswinya yang menghilang tiga tahun lalu.


perasaannya kini bercampur aduk. antara senang karena Jasmine selamat dari peristiwa naas tersebut. dan sedih mendengar kondisi Jasmine yang memilukan hati bagi siapapun yang mendengar kisahnya.


"jadi untuk bisa bertemu dan melihat dia pun abang tak boleh? ". tanya Satria.


"memulai dari awal? ". tanya Satria penasaran.


"ya". sahut Retha.


"mengenalkan diri kita sebagai orang yang baru di kenalnya. mencoba menjalin persahabatan dengannya kembali, tanpa harus di ingatkan tentang masa lalunya. karena kita adalah orang yang baru baginya". lanjut Retha menjelaskan.


"harus seperti itu? ". tanya Satria meminta keyakinan.


Retha mengangguk kan kepalanya pasti. sedangkan Satria menarik dalam nafasnya dan membuangnya perlahan.


"sekarang abang mandi ya?". pinta Retha lembut.


Satria tersenyum dan beranjak dari duduknya. ia mencium kening sang istri sebelum masuk ke kamar mandi.


...----------------...


di sebuah ruang keluarga dari keluarga Airlangga.


seorang ibu sedang mengomeli anak anaknya lantaran gara gara anaknya nyawa seorang gadis hampir celaka.


"coba kalau ga ada yang tau kejadian tadi malam. bisa bisa itu si Ningsih...astafirullah ibu ga sanggup ngebayanginnya. gara gara kalian anak gadis orang celaka". omel ibunya Andra dan Indri.

__ADS_1


"iya bu. Indri yang salah. Indri minta maaf". sahut Indri menyesal.


"seharusnya kamu mikir ndok. itu si Ningsih perempuan. kamu suruh ke rumah kamu malam malam". omel si ibu ke anak perempuan nya.


"iya bu. Indri salah. Indri minta maaf". sahut Indri penuh penyesalan.


"kamu juga Andra. bukannya apa salahnya kamu antar sebentar. ini malah kamu biarkan si Ningsih naik motor sendirian. percuma kamu laki laki kalau ga bisa melindungi". omel si ibu


ke anak lelakinya.


"bu. aku kan udah berusaha buat melindungi dia. mengenai dia pergi tadi malam. siapa suruh ga pamitan sama kita". protes Andra.


"tapi kamu tau kan kalau dia pergi sendirian tadi malam?! ". sang ibu menginterogasi Putra nya.


Andra diam. karena yang di katakan ibunya memang lah benar.


"sekarang antar ibu ke rumah sakit. nyusul bapak mu". titah si ibu kepada dua anaknya.


"baik bu. biar ibu sama Indri aja". sahut Indri.


sementara Andra memilih masuk kamar dan membersihkan tubuhnya. setelah nya ia menghubungi Justin mengenai presentasi ke Jepang.


"udah di undur sama pihak sana. mereka bilang tunggu seminggu lagi. karena mereka juga ingin meminta pendapat dari big boss nya langsung. karena kebetulan big bossnya lagi liburan ". sahut Justin


"udah lu tenang aja. masih ada waktu buat persiapan meeting kita ntar. lu urus aja dulu calon bini lu". lanjutnya.


"udah ya. gue ada perlu. ntar gue hubungi lagi". Andra menutup ponselnya demi menghindari pembicaraan pribadi mengenai dirinya.


entah kenapa ia begitu malas berbicara panjang lebar hari ini. Andra keluar dari kamarnya. menuju garasi mobil dan menstarter mobilnya. keluar dari rumah menuju ke kost kost an nya Ningsih.


Andra masih penasaran dan ingin mencari tau tentang laci kedua di kamar kostnya Ningsih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat menunaikan ibadah puasa.. terimakasih untuk kunjungannya hari ini. jangan lupa untuk di


like


vote


komen


rate


❤ nya ya...


plus hadiah.. 😊

__ADS_1


__ADS_2