She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Kisah ngidam


__ADS_3

# selamat membaca guys..


Namira terjaga dari tidurnya. ia melihat jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi. Namira tersenyum melihat menu sarapan yang telah tersedia di atas nakas. ia tau jika suaminya yang menyuruh bibi untuk membawanya ke kamar. Namira menuangkan thermos kecil yang berisi susu panas ke dalam gelas yang di sediakan. lalu memakan double sandwich nya.


ting. pesan masuk ke ponselnya. ia membuka dan membaca pesan tersebut.


Justin


"kalau udah bangun. makan sarapannya dulu baru mandi. agar ga masuk angin ya yang?!".


Namira tersenyum lalu membalasnya


"iya. ini juga lagi di makan. makasih ya. makin cintaaaa deh sama my hubby yang handsome dan juga kiyut 😘".


Justin pun juga ikut ikut tersenyum dan membalasnya dengan emotikon


"😊.❤❤❤". aku usahain cepat pulang ya. papa jadinya kangen".


Namira


"oke. mama tunggu ❤💋".


Justin tertawa kecil melihat balasan chat terakhir istrinya.


Indra yang baru saja tiba pagi ini untuk meeting bersama hanya bisa sesekali melirik jam tangannya. menghitung sudah berapa lama Justin tersenyum senyum sendiri membalas chat dari istrinya".


"ehemmm". Indra berdehem tatkala waktu semakin sempit menuju persiapan zoom meeting dengan mr. Alex dan juga Andra.


mendapat kode dari Indra. akhirnya Justin pun menyudahi chat nya dengan sang istri.


"gue tau lu lagi kangen kangennya. apa lagi lu juga was was karena si Namira lagi nunggu HTP nya kan?". ujar Indra.


"gue takut melewati momen penting dalam hidup gue. yaitu terlambat mendampingi Namira dalam melahirkan anak kami". sahut Justin resah.


"tapi waktu Keyra lahir lu sempetkan mendampingi Namira? ". tanya Indra.


"ya sempat sih. tapi udah keburu dibawa kerumah sakit saat itu". ujar Justin menyesal jika mengingat malam itu.


lalu melirik ke pintu ruangan pribadinya dan seketika memori tentang Midea di malam itu juga terulang lagi.


Justin menghela nafasnya. ada rasa sesal jika mengingat tentang Namira, tetapi tak di pungkiri juga jika hatinya berkesan saat menghabiskan malam yang penuh gairah bersama Midea malam itu.


kenapa ga ambil cuti aja dulu biar lu bisa fokus Justin?!. masalah kerjaan biar gue sama Andra yang urusin. kita kan masih bisa ngadain zoom meeting ntar". saran Indra. yang seketika itu juga menghentikan lamunannya.

__ADS_1


"rencana gue gitu. makanya hari ini selesai kita meeting gue mau sekalian ngasih tau tentang cutinya gue. cuma sampe Namira lahir aja". ujar Justin.


"oke. lagian gue liat pun lu juga butuh refreshing. tapi lu masih di Jkt kan selama cuti?". tanya Indra.


"ya masihlah. mana bisa kemana mana gue. kan nungguin si Namira lahiran". ujar Justin.


"ya kali aja lu nya tiba tiba punya keinginan pingin lahirin anak lu di luar negri". canda Indra.


"ahh. gila lu. ga mungkin lah". bantah Justin.


"ya mana tau. soalnya dulu lu ngidam kebanyakan yang aneh. sampe si Andra kita suruh temenin cari durian sama martabak dari Sumatera di tengah malam. untung kitanya punya heli buat ngantarin elu ke sana hanya untuk makan itu durian sama martabak nya. ingat lu? ". kenang Andra mengingat kan tentang idamnya Justin.


Flashback beberapa bulan lalu


Justin baru saja menyelesaikan meetingnya. ia pun melanjutkan pekerjaan nya yang menumpuk. Indra juga datang membantu menyelesaikan permasalahan di kantor pusat. hingga hampir larut malam tiba barulah mereka selesai.


Justin tiba tiba ingin makan durian Sumatera dan juga martabak duriannya sekalian. lalu ia pun nekat mengajak Indra ke Mdn di saat malam itu juga setelah menghubungi Andra.


"memangnya apa ga bisa kita ke Mdn besok pagi aja. ini udah malem kali bro". tolak Indra halus.


"udah tenang aja lu. begitu selesai kita pulang". Justin langsung menarik sahabatnya itu untuk masuk ke heli yang di tumpangi Indra saat kemari.


jadinya mau tak mau Indra harus memberitahukan ke istrinya jika ia telat pulang malam ini karena Justin.


setibanya di Mdn. Andra yang tau jika Justin akan datang dengan heli langsung menyambutnya ke rooftop kantor cabang tersebut.


setelah mereka bersalaman dan saling berpelukan. akhirnya Andra mengajak kedua sahabatnya itu ke sebuah caffe Resto yang di kenal dengan masakan khusus asia selatan tersebut.


"Arjun??!". Indra membaca nama kafe tersebut.


"kafe baru ya bro. dulu waktu aku disini perasaan ini cafe belum ada lah". ujar Indra seraya menelisik setiap sudut dari parkiran kafe tersebut.


"ga juga. udah tiga tahunan gitu lah". sahut Andra.


"memangnya disini ada menu punya kita orang indonesia. tuh aja tertera tulisan menunya kebanyakan masakan dari asia selatan". tunjuk Indra di sebuah papan yang terdapat di sisi kanan pintu masuk kafe tersebut.


"tuh liat tulisan yang lain dong". tunjuk Andra ke sebuah papan sebelah kiri.


"SEDIA MARTABAK KHUSUS DI MUSIM DURIAN".


"ohhh". sahut Indra.


lalu mereka bertiga mengambil posisi duduk di pojokan kafe. pelayan cafe datang dan ingin menawarkan menu. tetapi baru saja ia membuka suara Andra mengangkat satu telunjuknya ke atas dan berkata.

__ADS_1


"kita cuma minta durian asli Mdn. sekalian kau buatin martabak duriannya. soalnya ini kawanku lagi ngidam". ujar Andra asal.


"baik pak". ucap si pelayan.


"eh apaan sih Ndra". bantah Indra.


"jauh jauh dari Jkt ke Mdn hanya untuk makan durian sama martabaknya. ini bukan si Justinnya tapi anaknya". sahut Andra.


"gila lu. si Namira kan ga hamil. mana pulak si Justin yang ngidam. ya kan Tin? ". ujar Indra.


Justin mengangkat kedua alisnya. lalu pelayan kafe kembali dengan membawa pesanan yang di minta.


"coba abis ini lu periksa bini lu. aku yakin bini lu pasti hamil. karena mana pernah seorang Justin bela belain datang ke sini pake heli hanya untuk makan beginian". balas Andra seraya mmenunjukkan beberapa buah durian yang telah di belah oleh kokinya dan juga sepiring martabak durian dalam porsi jumbo. tunjuk Andra.


...----------------...


Justin pun mengingat momen itu. ia pun menyengir kuda merasa jadi tak enak hati karena merepotkan kedua sahabatnya.


'hehehe. but thanks ya bro udah nemenin gue saat itu". kekeh Justin.


...----------------...


Namira turun ke bawah dan berkumpul dengan seluruh anggota lainnya di taman. setelah cukup puas bermain dengan Keyra. Namira ingin mengajak ayah bundanya berbelanja ke mall.


"ini kan udah mau dekat harinya nak. nanti brojol di jalan gimana? ". tolak Astrid.


"iya Namira. apa lagi waktu lahirin Keyra kamunya ga ada tanda tanda sakit sama sekali. tau tau nya sakit sebentar eh brojol tuh si Keyra.


"sebentar aja deh ma. suntuk juga kalau di rumah terus. apa lagi nanti sebulanan di rumah mulu ma, nda. ayoklah". rengek Namira.


kedua orang tua itu saling pandang. lalu Mona menelpon Justin meminta ijin agar Namira bisa keluar.


awalnya Justin menolak. setelah melalui negosiasi yang panjang antara pasutri, ibu dan anak, mertua dan menantu. akhirnya rasa ngidam Namira pun di turuti juga oleh Justin.


"kamu hati hati pokoknya. kalau belanja jangan over ya yang. ntar capek lagi". ucap Justin.


"iya yang. tenang aja. makasih ya yang mmmuachh". sahut Namira centil.


lalu keduanya pun menutup telponnya. masing masing dengan kegiatan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan nya untuk novel ini berupa like, vote, komen, rate, fav and poin

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2