She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dee yang akan pergi


__ADS_3

# wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Midea tersenyum haru saat melihat foto foto dan Video Dean di hari ulang tahunnya melalui mp4 classic milik Justin dulunya. Rasa rindunya kini terobati sedikit meskipun tak sempurna.


seperti itulah Midea menghabiskan rasa kangennya pada putranya itu di setiap harinya tetapi itu hanyalah dua minggu yang ia rasakan sampai di minggu ketiga Midea tak mendapatkan kembali video harian nya Dean. Ia berharap minggu ini ada yang datang mengantarkan video tersebut untuk dirinya.


Hingga suatu hari Justin datang kembali menemui Dea dengan membawa banyak rekaman video dalam satu mp4 classic yang lainnya. Dea menatap heran pada dua mp4 classic yang terletak di atas meja tunggu.


"disini sangat banyak videonya Dee yang sudah aku rekam". Ujar Justin membuka percakapan di siang menjelang sore itu.


Dea mengambil dua mp4 classic itu dengan kedua tangannya. Ia memperhatikan kedua nya yang memang sama dengan warna yang berbeda.


"Dee". Gumamnya pelan seraya mendekap mp4 itu ke dadanya.


"Dea". Panggil Justin pelan.


"ya". sahutnya seraya menatap Justin dan menunggu perihal tentang yang mau di sampaikan padanya.


"Untuk beberapa bulan ke depan mungkin aku sibuk. Karena perusahaan harus membuka cabang baru di luar negeri. Dan Kemungkinan besar seluruh keluarga ikut aku". Jelas Justin.


ia menjeda kata katanya sejenak untuk melihat reaksi di wajah Midea yang mulai terlihat rasa khawatir dan terpancar jelas di sorot netranya yang hitam pekat itu.


Sementara hati Dea mulai berdebar debar takut saat mendengar kalimat "seluruh keluarga pergi ikut pergi ke luar negri di tambah beberapa bulan dan bisa jadi setahun atau lebih.


Justin menghela nafasnya untuk melanjutkan kalimatnya kembali.


"karena aku juga ga mau kehilangan rasa kebersamaan dengan anak anak ku Dea, terlebih dengan Dee. Tiga tahun aku kehilangan kesempatan menciptakan kenangan bersama putraku sendiri. jadi aku akan membawa mereka bersamaku".


"Justin.. Ka..". Dea terpaksa menahan kata katanya saat Justin memotong kalimatnya..


"tenang Dea..tenang..kita tetap berhubungan seperti biasa. Video Dee tetap aku kirim ke kamu seperti biasa. Kamu tetap bisa melihat Dee di situ. Okey?!". bujuk Justin.


"tapi tetap saja kamu menjauhkan aku dari anakku Justin?". ujar Dea mulai panik.


"bukankah sekarang kalian sedang berjauhan?". Dee berada di kota ini pun tetap saja kan kalian tidak bisa bertemu?". Apa bedanya jika Dee berada di luar negri. hah?!". Ujar Justin menjelaskan.


"Justin..aku mohon jangan seperti ini Justin. tolong bawa Dee ke padaku sekali saja. Aku mohon Justin". Pinta Dea memohon.


"no. Dea. Kita udah pernah bahas ini kan?". Jangan memulai lagi Dea!". Ucap Justin tegas.


"sekali saja Justin. Sekali saja. Please.. Ku mohon Justin. Sekali saja aku ingin memeluk ,nya". Mohon Dea seraya menangkupkan kedua tangannya dengan netra yang mengkristal.

__ADS_1


"Dea. Jangan begini Dea. Kita udah pernah bahas ini kan sebelumnya. Dee akan baik baik saja sama aku. Kamu harus tenang Dea. Kamu harus sabar"!. Hardik Justin pelan.


"sabar..sabar..sabar...sabar..kenapa selalu kata kata itu yang kamu tujukan ke aku. Kenapa bukannya di kamu saja. Hah!". Ucap Dea kesal.


"apa maksud kamu?". Tanya Justin heran.


"bawa Dee kepadaku. Biarkan dia tinggal disini". Ujar Dea yang mulai kehilangan akal sehatnya.


"astafirullah Dea". Ucap Justin seraya memejamkan matanya menahan kesal karena ucapan Dea yang tak masuk akal.


"kamu mulai gila kembali sepertinya". Cibir justin.


"bawa Dee padaku sekarang!". titah Dea dengan nafasnya yang tak beraturan karena menahan amarah di dadanya.


Dea sudah tak perduli dengan cibiran Justin padanya. Dea sendiri pun sudah mulai kesal pada pria yang dulunya ia cintai dengan amat gila. dalam pemikirannya sekarang Justin memang sengaja membuat banyak alasan agar bisa membuat putra kandungnya melupakan ibu kandungnya lambat laun.


Yah kenapa tidak, jika Keyra saja bisa berbahaia tanpa mommynya mungkin pun Dean bisa jadi akan seperti Keyra. Bisa menerima jika dirinya sudah tak ada.


"lebih baik kamu menenangkan diri kamu dulu Dea. Aku permisi. Lain kali aku akan datang lagi". pamit Justin tanpa perduli.


"brengsek kamu Justin. Bawa Dee padaku!". Teriak Dea seraya menyusul Justin yang mulai melangkah pergi.


tetapi Para penjaga dengan sigap mencegah Dea dengan membawa Dea kembali ke selnya.


"Justin brengsek. Bawa Dee padaku. Anak gue. Gue yang lahirin dia brengsek. Bukan lu bajingan. bangsat lu Justin. Penipu!!". Teriak Dea seraya memberontak dengan mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman dua petugas yang menahannya.


Sementara Justin hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan Midea hari ini yang jauh dari sikap normal pada umumnya. Justin melihat Dea seperti Dea yang dulu saat berada di rumah sakit jiwa.


Justin menarik dalam nafasnya sesaat saat Midea menghilang di balik pintu yang menuju sel tahanan. Lalu ia pun melangkah pergi meninggalkan lapas untuk kembali melanjut kan aktifitasnya yang tertunda karena seorang Midea.


"jalan pak". Titahnya pada seorang supir yang biasa mengantar Andra kemana pun untuk bekerja.


Selama dalam perjalanan menuju kantornya Justin mengurut urut pelan keningnya. Rasa lelah dan penat mendera dirinya hari ini. Memang pada awalnya ia berat hati ingin menyampaikan berita ini ke padanya. Tetapi seorang Justin tak mau memberi harapan palsu kepada ibu kandung dari putranya itu.


Jadi mau tak mau ia harus memberitahukan semua yang terjadi ke depannya. Agar Midea berhenti berharap pada kedatangannya tiap pekan. Dan lebih berfokus saja kegiatannya di lapas. Dengan begitu Dee tidak akan begitu tersiksa setiap hari merindukan bundanya hingga setiap malam bermimpi tentang bundanya.


"pak. Kita pulang saja ya. Saya lagi bad mood hari ini". Titah Justin pada supirnya.


"baik pak". Sahut sang supir.


Lalu sang supir mengarahkan mobilnya menuju jalan ke arah apartemen mewah milik Justin. Tak butuh waktu lama untuk tiba di kediamannya lantaran sang supir amat cekatan dalam berkendara.

__ADS_1


"terima kasih pak". ucap Justin tulus saat keluar dari mobilnya.


"besok apa saya yang jemput lagi pak?". Tanya supir perhatian karena melihat salah satu majikannya itu terlihat begitu sangat lelah.


"nanti saya hubungi. Bisa jadi saya bawa mobil sendiri". Sahut Justin


"baik pak". Sahut sang supir dan berlalu pergi setelah Justin membelakanginya untuk berjalan ke arah lift yang hanya beberapa langkah di hadapannya.


Ting. Lift tiba di lantai teratas dari gedung mewah itu. Justin menekan passcode apartemennya. Wajahnya langsung sumringah dan tersenyum bahagia melihat dua bocah yang datang menyambutnya.


"Daddy". sambut Keyra yang langsung berlari ke arah Justin.


Sedangkan Dean hanya berjalan santai dan seperti biasa meminta telapak tangan Justin untuk di ciumnya.


"good boy".gumam Justin pelan seraya tersenyum.


Sungguh pemandangan dan perlakuan seperti ini yang ia suka setiap harinya. Rasa lelah dan mendera hilang seketika saat melihat senyum dari darah dagingnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Wah....wah....bahagianya bang Justin bisa memiliki keduanya...lalu bagaimana Midea yang saat ini masih meraung raung seperti orang gila di dalam penjara.


Tunggu dan Baca lagi di episode selanjutnya ya readers.. dan makasih buat dukungannya selama ini..


Tetap di like, vote, komen, fav, dan aku kopinya nambah satu lagi dong. Biar melek ni mata buat ngetiknya 😊.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2