She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dean yang kangen Dea


__ADS_3

# wellcome back readers. Selamat menikmati kembali episode kali ini ya???.


Saat Satria telah menyelesaikan zoom meetingnya ia mencoba menghubungi Justin kembali. Ia begitu penasaran pada abang sepupunya itu yang buru buru mengundurkan diri dari zoom meeting mereka.


Tetapi hasilnya nihil sampai ia selesai bekerja dari kantornya pun tetap saja ia gagal menghubungi Justin kembali. Akhirnya ia pun memberitahukan tentang kabar Midea yang kini di rawat di rumah sakit melalui pesan singkat sebelum menyusul Retha ke rumah sakit di mana Dea di rawat.


Sesampainya di sana ia di panggil Arjun dan Retha di parkiran. Setelah berbasa basi dengan Arjun. Satria mengajak Retha untuk menemaninya melihat keadaan Dea.


Satria dan Retha menatap Midea dari balik jendela kaca ruangan intensif tersebut.


"apa dia tertidur?". Tanya Satria pada seorang perawat jaga yang baru saja keluar dari ruangan intensif tersebut.


"ya pak. mungkin ia akan bangun sekitar dua jam lagi untuk makan dan minum obat". Sahut si perawat.


"abang sudah kasih tau bang Justin soal kak Dea?". Tanya Retha.


"belum bisa di hubungi dek tapi abang udah kasih tau lewat pesan. mungkin kalau udah di bacanya dia bakalan hubungi kita kok". Sahut Satria.


...----------------...


Beberapa jam yang lalu...


Di kediaman elit keluarga Ardiansyah di kota Melbourne..


"Dee. kita makan dulu yuk. Biar bisa minum obat". Bujuk Mona ke cucunya.


"dak au. Dee ga cuka". Tolak Dean.


"eh jangan gitu dong sayang. Nanti sakitnya ga sembuh sembuh loh. Apa kata dokternya harus banyak makan kan?". Bujuk Mona lembut.


Dean bergeming dengan wajahnya yang cemberut. Sementara Mona berusaha menyuapi cucunya itu. Keyra muncul dengan membawa biskuit handmade pesanan khusus dari koki yang terkenal kehygieniesan nya.


"Dee mau?. Nih kakak suapin ya?". Tawar Keyra.


Dean yang melihat biskuit lezat dengan bentukan lucu itu langsung teringat pada pretzels buatan bundanya.


"unda...". ucap Dean lemah karena sudah dua hari ini Dean tidak bernafsu makan.


Mona mendengar panggilan Dean terhadap bundanya menjadi trenyuh hatinya. Sementara Keyra mencoba membujuk adiknya itu untuk makan.


"yok makan. Adek gigit aja punya kakak nih". Ucap Keyra seraya menyodorkan biskuitnya.


"unda..kak". ucapn Dean lemah.


"Dee mau cookies buatan bunda ya?". Kita buat aja yuk?". Tawar Keyra kembali untuk menyenangkan adiknya itu.

__ADS_1


"mau". Sahut Dean seraya mengangguk lemah.


"memangnya kakak bisa buat?". tanya Mona berbisik pelan.


"bisa oma. Dulu waktu nginap di rumah ummi. Bunda kalau buat cookies kakak yang bantuin". Sahut Keyra yang ikut berbisik juga.


"bahannya belum ada sayang. Tapi tunggu ya". ujar Mona.


Akhirnya Mona mengetikkan pesan kepada Justin untuk membeli bahan bahan kue yang di sebutkan Keyra sebelumnya.


Sementara Justin yang sedang melakukan zoom meeting di kantor kecilnya perhatiannya teralihkan lewat pesan masuk dari mamanya mengenai anaknya.


Justin mengernyitkan dahinya saat membaca keseluruhan pesan dari sang mama mengenai bahan bahan kue yang harus ia beli secepat mungkin. Karena putranya yang sedang sakit dua hari ini menginginkan cookies buatan tangan. Yang berarti Dean hanya mau makan makanan yang di masak di rumah.


Awalnya Justin berat meninggalkan Dean yang sedang demam di rumah. Tetapi karena hari ini ada seorang customer ingin menemuinya dan membeli produk dari perusahaan nya dalam jumlah yang besar. Akhirnya Justin pun harus meninggalkan Dean yang sedang sakit di rumah, meskipun ada mama dan Keyra yang menemani. Tetapi tetap saja hati Justin kepikiran Dean.


Setelah zoom meeting selesai. Justin buru buru pamit dan meninggalkan zona tersebut untuk berburu bahan makanan yang ada di supermarket terdekat dengan kantor kecilnya yang berada di lantai dua dari tokonya.


Sesampainya di supermarket tersebut Justin menyambar keranjang belanja dan menuju rak di mana tempat tersedianya segala macam bahan untuk membuat kue. Justin meminta tolong pada pelayan supermarket untuk menunjukkan nama bahan bahan yang di minta.


Justin tak mau berlama lama dalam berbelanja. Baginya sudah mendapatkan apa yang di pesan sesuai dalam pesanan mamanya tadi sudah cukup baginya. Justin bergegas pulang agar sang mama bisa langsung memasak cookies kesukaan Dean.


Selama beberapa hari ini Dean memang sangat sulit untuk di ajak makan. Jika Ia pun mau makan hanya sedikit saja, sesuap atau dua suap. Selebihnya Dean akan menepis makanannya saat tangan mama atau pun dirinya menghampiri mulut mungilnya.


Hingga dua hari belakangan Dean tidak mau makan apa pun sehingga anak itu mengalami demam tinggi karena kurangnya asupan gizi untuk anak seusianya.


"ini semua bahannya ma. Aku bantuin ya ma. Biar cepat selesai. Biar Dean bisa makan". Ujar Justin seraya mengeluarkan bahan makanan dari bungkusan belanjaannya.


"ya udah boleh aja. Tapi kamu ganti baju dulu sana". Titah Mona.


"ya ma". Sahut Justin.


Sebelum masuk ke kamar Justin menyempat kan diri melihat sang putra yang terbaring lemah di atas ranjang.


"Dee .. Daddy udah pulang sayang. Dee masih belum mau makan ya?" sapa Justin seraya membelai lembut rambut anaknya yang berwarna hampir sama dengan dirinya.


Dee hanya diam dan membiarkan Justin melakukan apa yang menurutnya nyaman terhadapnya. tanpa memperdulikan Justin yang berharap bisa melihat senyum putranya lagi.


Sebuah pesan masuk di ponsel nya berbunyi kedua kali. Justin membaca pesan dari Satria yang memberitahukan jika bundanya Dean itu kini sedang di rawat di rumah sakit.


Justin membiarkan pesan itu tanpa membalasnya. Justin berfikir mungkin itu hanya akal akalan Dea saja agar mendapat kan perhatian darinya. Dengan begitu Dea bisa beralasan agar dirinya membawa Dean untuk bertemu Dea.


"Dee". Panggil Keyra tiba tiba yang masuk ke kamar adiknya itu.


"ada apa kak?". Tanya Justin ke keyra yang berjalan menghampiri adiknya.

__ADS_1


"mau ketemu Dee Daddy". Sahut Keyra.


"Dee udah bangun?". Tanya Keyra ke Dean yang kini berada di samping sang adik.


Dean mengangguk lemah menatap sang kakak.


"cookies unda". Ucap Dean ke Keyra.


"adonannya udah ciap. Tinggal kita cetak. Dee mau bantuin kakak buat cookiesnya?". Tanya Keyra yang terkadang masih sedikit cadel itu.


Justin tersenyum menatap kedua buah hatinya. Meskipun mereka berdua terlahir dari lain ibu. Tetapi keduanya memang akrab.


"mau". Sahut Dean.


"loh kak. Adeknya kan masih sakit. Kok di ajak buat kue sih". protes Justin.


"Dee nya yang minta Daddy". Sahut Keyra.


"ayok kak". Ajak Dean yang kini sudah posisi duduk dan segera turun dari ranjangnya.


Justin yang melihat Dean masih terlihat lemah itu mencoba membantunya. Tetapi karena Dean yang terlahir dari ibu yang kuat maka sakit demam yang di deritanya saat ini menjadi biasa saja karena saat ini ia memiliki semangat untuk menyelesaikan keinginannya membuat cookies yang dulu sering ia lakukan kala bunda ada bersamanya.


Sesampainya di dapur. Keyra menyerahkan cetakan kue yang berbentuk berbagai macam bentuk yang unik dan lucu kepada adiknya itu.


Dean mengambil beberapa cetakan kue dan meletakkan pada adonan yang telah di press oleh Mona di atas telenan khusus.


Justin dan Mona tersenyum melihat adik kakak itu yang sedang asyik dengan adonan dan cetakan kuenya. Sementara Mona mengerti perasaan Dean sekarang jika cucunya itu sedang merindukan Dea, ibu kandungnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo readers khususnya yang baru singgah ni. aku mohon di baca ya hingga tuntas. Jangan di boom like. Karena bisa menurunkan performa karyaku. Jadi aku mohon readers yang baik. Di baca hingga akhir. Bukan di like tanpa di baca . Oke readers. Terima kasih ya buat dukungannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2