
# selamat menikmati episode ini ya guys 😊😃
Dua calon pengantin itu masih saling diam di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan standar.
Cindy menyadari kecerobohannnya dan melirik Andra yang bersikap dingin padanya. sementara Andra dalam diam masih melajukan mobilnya. di benaknya masih ada rasa ketakutan tatkala melihat Cindy yang jika ia terlambat sedetik saja bisa jadi ia akan mengalami rasa kesedihan yang terdalam untuk kedua kalinya setelah peristiwa Jasminka dalam sebuah insiden kecelakaan pesawat.
kejadian beberapa saat lalu tentu saja membuat shock dirinya. bisa jadi akan membuat hatinya lebih terluka bahkan seluruh keluarga. mengingat pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.
Andra membelokkan mobilnya masuk ke halaman parkir apartemennya. Andra memarkirkan mobilnya lalu melepas safebealtnya. lalu menarik nafasnya dalam dan menatap Cindy tajam.
"kenapa? ". tanyanya ke calon istrinya itu.
sementara Cindy menunduk dalam . ia menyadari kesalahan nya.
"maaf". ucapnya pelan.
"memang harus!. tapi kenapa?! ". tanya Andra tegas.
"aku yang ceroboh mas. maaf".ucapnya dengan penuh penyesalan.
"kamu tau kan konsekuensinya kalau seandainya mobil tadi tidak menginjak remnya? ". ujar Andra yang masih menatap Cindy tajam.
"iya mas. aku tau". sahut Cindy semakin menunduk.
"kamu memangnya mau kemana Cindy?!". tanya Andra yang mulai melunak.
"aku pikir aku melihat temanku". sahutnya.
" jadi kamu mau ngorbanin diri kamu hanya untuk hal begituan. hah?!". ucap Andra menahan amarah.
"iya maaf. lain kali aku ga akan ceroboh kayak tadi". janjinya seraya menggigit bibir bawahnya.
"emang siapa sih dia?". kok sampe segitunya kamu ngejar dia? ". tanya Andra ketus.
"temen lama". sahut Cindy datar.
ia berusaha menutupi tentang penglihatannya yang tadi. baik di ponsel dan di halte.
"temen apa mantan?!". tanya Andra sewot.
"cuma teman mas. beneran kok". bujuk Cindy.
"ya sudah. ayok turun". titah Andra.
lalu ia membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
__ADS_1
Cindy pun mengikuti apa yang di lakukan Andra.
"mmm. kita ga jadi ngopi ni ceritanya?". tanya Cindy ragu seraya mengikuti langkah Andra di samping lelaki tinggi jangkung itu.
"ga. udah bad mood gara gara calon bini yang bikin ulah hari ini". sahut Andra sembari berjalan cuek memasuki lift.
"tapi aku masih pingin. sekalian kita dinner gitu". sahut Cindy memelas.
"males". sahut Andra cuek.
"tapi aku laper mas" rengek Cindy.
"ya makan". sahut Andra masih cuek.
"makan apa?". tanya Cindy pelan.
lalu Andra menatap Cindy. seiring pintu lift terbuka, Andra pun berkata
"Angin".
lalu ia pun berlalu dari situ menuju apartemen mewahnya yang sering ia singgahi jika ke kota Mdn. mendengar celetukan dari calon suaminya Cindy tersenyum lucu dan mengikuti sang pujaan hati yang telah lama ia nanti.
...----------------...
di kediaman Indra kesuma.
"bunda". panggil Indra untuk istrinya.
"baju kerja ayah di tambah satu setel lagi ya ke dalam koper". ujar Indra pada istrinya.
"oke. sekalian sama dasi juga. atau pake warna yang sama aja pas meeting ntar". tanya Meyriska ke sang suami.
"mmm.. boleh juga sih. tapi di bawa aja lah yang baru bunda beli kemarin". sahut Indra seraya mendampingi putrinya yang sedang mewarnai.
"oke". sahut Meyriska.
"yah. ngomong ngomong si Andra pesta. papanya Keyra hadir ga? ". tanya Meyriska ke suaminya.
"insya Allah bun. soalnya Keyra kan masih di sana. di tempat adik sepupunya". sahut Indra.
"iya juga sih. mungkin pulang ke Indonesia karena Keyra kali ya? ". soalnya bunda dengar darinya bunda Astrid, papanya Keyra itu masih enggan balik ke Indonesia". ujar Meyriska.
"oh ya?? ". pekik Indra pelan.
"bunda tau dari mana? ". apa selama ini berkomunikasi sama bunda Astrid? ". tanya Indra penasaran akan info dari istrinya.
__ADS_1
"iya yah. meskipun Namira udah ga ada. setidaknya bunda tetap berteman dengan bundanya Namira. berkomunikasi secara intens sih enggak. cuma sesekali nanya kabar aja". jelas sang istri.
"cuma ya itu pas terakhir bunda chatingan sama bunda Astrid waktu beliau ke Aussie menjenguk Keyra sekalian jemput pulang ke Indonesia untuk nyekar yah". lanjutnya.
"cerita apa aja memangnya?". tanya Indra mulai kepo.
"bunda Astrid rada kecewa sih sama Justin. karena momen seharusnya pulang kampung bersama dengan keluarga untuk nyekar ke makam istrinya di lewati gitu aja. pada hal bunda Astrid pinginnya nyekar bareng sama cucu dan mantu". jelas Meyriska panjang lebar.
Indra manggut manggut mengerti.
"Insya Allah dia pulang ke Indonesia bun. karena putrinya. lagian mau sampai kapan dia disana sementara putrinya dan juga tiga perusahaan nya disini. masa iya dia tega membiarkan putrinya sendiri di sini. terus ada Andra lagi yang mau nikah". jelas Indra.
"iya juga sih". sahut Meyriska.
...----------------...
Midea berniat menyusul Dean ke Mall yang dimana Dean di bawa jalan jalan bersama ummi dan abinya.
sementara di sebuah Mall terbesar di kota tersebut. Dean dan Keyra sedang asyik bermain bersama di zona bermain untuk anak anak seusia mereka.
"Dee. come on. jangan lama lama pukulnya nanti kita kalah". seru Keyra seraya melirik Dean yang kesulitan memukul binatang penggangu di layar monitor dalam salah satu permainan di zona tersebut.
sementara Satria mengambil momen tersebut dalam ponselnya. bahkan ia pun melakukan live streaming di akun sosmednya. tentu saja hal ini menarik perhatian Justin yang memang sedang berselancar di dunia sosial media.
Justin tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah sang putri. bahkan ia tertawa kecil mendengar omelannya pada seorang anak kecil yang setahun di bawahnya.
"Dee. pukul yang kuat dong. itu mousenya belum mati". protes Keyra pada Dean kembali.
"uhhh.. dak ica kak". ucap Dean yang juga ikutan protes.
"om bantuin Dee dong. nanti kami kalah". pinta Keyra pada Satria yang hanya melihat mereka dengan ponselnya.
sedangkan Satria hanya tertawa geli melihat tingkah dua pasang balita itu dalam melawan hama hama yang mengganggu di permainan yang mereka mainkan.
tak lama kemudian para netizen mulai membanjiri kolom komentar Satria yang kebanyakan berkomentar gemas di tandai emotikon tertawa.
sementara Justin semakin tertawa geli melihat tingkah gemas Keyra. ia pun berniat berkomentar di akun nya Satria.
saat Justin sedang mengetikkan sesuatu di kolom komentarnya Satria. tiba tiba jarinya berhenti karena mendengar sebuah suara yang tak asing baginya memanggil seorang nama anak laki laki.
"Dee?? ". desisnya seraya mendengar suara wanita yang memanggil nama itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel ini. dengan memberikan vote, komen, dan share linknya. ya readers
__ADS_1
terimakasih