She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
masakan Justin yang di protes Dee


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Sepulang dari tokonya Justin dan Dean membersihkan dirinya. Justin memandikan Dean lalu memakaikan pakaian serta membuatkan makan malam untuk mereka.


Kali ini Justin mencoba memasakkan yang Dean sukai masakan rumahan ala makanan indonesia. Sebenarnya ia bisa saja memesan makan malam mereka melalui go foods, tetapi karena sudah di wanti wanti oleh sang mama sebelumnya bahwa Dean tidak menyukai makanan yang di pesan.


"pokoknya jangan pernah delivery apa pun untuk Dee. Karena sampai kapan pun itu anak ga akan mau di sentuhnya. Tetap harus kamu masakin masakan rumahan. Terserah mau kamu cuma ceplokin telor atau goreng ikan. Terserah. Tapi satu yang harus kamu ingat nasinya tetap harus yang hangat trus jangan lupa taburi myk sayur sama sedikit garam". Pesan Mona sebelum berangkat.


"Dee mau makan apa malam ini sayang?". Tanya Justin ke Dean yang sedang menonton saluran anak.


"udang becal!". Seru Dean seraya menunjuk ke arah tv.


Justin yang tidak melihat ke arah Tv langsung berfikiran jika malam ini putranya itu ingin menyantap udang. Justin pun langsung mengambil semangkok udang sebesar dua jempol orang dewasa yang ada di freezeer. tak lupa ia mengupasnya agar memudahkan Dean memakannya.


memanaskan minyak sayur lalu menggoreng nya seperti biasa hingga matang sempurna.begitu pun dengan ikan salmon yang telah di laburi garam dan jeruk lemon kini ikut berenang di dalam minyak sayur yang panas tersebut.


berhubung Justin tidak pintar memasak jadi menu malam ini adalah ikan goreng dan udang. untuk cocolan sambalnya Justin hanya mengandalkan bawang merah, cabe rawit dan juga tomat yang di rajang lalu di jadikan ke dalam satu piring kecil. Lalu kecap manis di tuangkan di atas piring yang berisi rajangan bumbu tadi. Tak lupa perasan jeruk lemon turut serta di dalamnya.


"done". Gumam Justin pelan saat cocolan bumbu kecap manis selesai untuk di santap bersama ikan dan udang goreng tadi.


"Dee..kita makan yuk?". Ajak Justin pada putranya itu seraya meletakkan dua piring di atas meja makan.


"Dee...."panggil Justin seraya mendekati sang putra yang masih asyik menonton tv.


Tetapi kali ini saluran tv itu telah berganti menjadi saluran tv yang lain, dimana yang Justin lihat orang orang dewasa sedang memancing di lautan luas menggunakan speedboatnya.


"Dee nonton apa sih?". Tanya Justin berbass basi.


"tuuu...itan becal...ihhh....becal". Sahut Dean antusias saat ikan barakuda berhasil di kailkan oleh seorang pria bertubuh tegap tersebut.


Justin tersenyum menatap putranya yang berkomentar tentang salah satu makhluk ciptaan Allah yang dapat memberi manfaat pada seluruh umat manusia.


"itu ikan apa nak namanya?". Tanya Justin basa basi seraya duduk di samping Dean.


Kali ini ia akan menemani bocah tampan itu sejenak untuk menonton salah satu program memancing di negara ini.


"...itan laut...". Sahut Dean polos dengan gaya sok pintar.


Justin tertawa kecil melihat tingkah Dean yang sok pintar. Lalu di sinilah peran orang tua dalam membimbing dan mendidik anak nya saat menonton tv.


"bukan sayang. itu namanya ikan barakuda. Hidupnya memang di laut". Justin memberi jawaban yang benar untuk bocah polos itu.

__ADS_1


"balakuda?". Sahut Dean yang terlihat sedikit bingung.


"iya sayang.Barakuda adalah ikan dalam kelas Actinopterygii yang dikenal berwujud menyeramkan dan berukuran tubuh besar, yaitu sampai panjang enam kaki dan lebar satu kaki. Tubuhnya panjang dan ditutupi oleh sisik yang halus. Ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia." Justin memberi penjelasan lebih lanjut terhadap putranya itu.


Justin melihat ke arah tv di mana kini orang orang dewasa itu sedang beramai ramai menaikan ikan tersebut ke atas untuk di timbang seberapa beratnya. Lalu orang orang dewasa itu membawa speadboat mereka ke pinggiran pantai.


Justin masih setia menemani putra nya itu menonton aktivitas orang dewasa tersebut di dalam tv. Ikan yang besar yang telah di tangkap tadinya kini sedang mereka bersih kan beramai ramai. Beberapa menit kemudian layar monitor tv menampilkan sekelompok keluarga sedang menikmati ikan tadi beramai ramai dalam sajian di atas "steamer grill" raksasa.


"mereka makan ikan yang tadi Dee.. Mmm enak ya keliatannya. Dee mau ga?". Celoteh Justin di samping Dean yang masih fokus menatap layar monitor tersebut.


"mmm..enak. Iya Dee uga mau. Tapi ga bica ambil ada kacanya". Celetuk Dean polos.


"hahaha...iya sayang. benar juga ga bisa kita ambil karena ada kaca nya. Jadi gimana nih?". Tanya Justin dengan kekehan yang ikut larut dalam menanggapi kepolosan sang putra.


"becok aja lah kita beyi di pacal". Sahut Dean polos.


"iya besok kita aja kita beli di pasar". sahut Justin.


"tapi sekarang Daddy juga punya ikan. Dee mau?". Tanya Justin sekaligus mengajaknya makan secara tak langsung.


"memang ada itan becal?". tanya Dean.


"ayuk". Sahut Dean seraya turun dari sofanya.


Lalu ayah dan anak itu pun bergandengan tangan berjalan ke meja makan untuk menyantap menu simple bin sederhana ala Daddy Justin kehl Ardiansyah.


Dean memperhatikan dua ekor ikan salmon yang di letakkan fi atas piring kacs yang telah di hiasi potongan lemon di pinggirannya. Serta ada udang yang telah di kupasi kulitnya.


sementara Justin mengambil nasi panas di rice cooker dan menatanya di dua piring, satu untuk Dean sedangkan satunya untuk dirinya sendiri. Untuk Dean ia menaburi sedikit minyak sayur dan sedikit garam di atasnya.


"nih udang besar yang Dee minta . Udang Daddy goreng terus ini nasi panasnya udah Daddy taburi sedikit minyak dan garam". Ujar Justin.


"sekarang kamu makan ya?. Titahnya.


"Daddy ga bisa macak ya?".tanya Dean tiba tiba seraya menatap dua menu andalan Justin malam ini tetapi terasa hampa bagi Dean.


Seketika Justin menelan salivanya kasar saat ucapan anaknya menohok dirinya. Justin pun hanya menyengir malu seraya menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


"Dee ga suka ya sama masakan Daddy?". Tanya Justin hati hati


"ini bukan macak. Tapi cuma di goleng. Kalau di macak ta kayak papa sama bunda dan juga oma sama nenek juga terus umi letha". Celoteh Dean.

__ADS_1


"hmmm...emang nya Dee mau di masakin apa sayang?". Tanya Justin takut jika masakan simple nya tidak mau di makan oleh anak kandungnya sendiri.


Benar Seperti mamanya bilang jika Dean lebih suka di masakin dengan masakan rumahan yang di masak mamanya yang sering buatkan untuk Dean selama ini.


"kayak bunda dan papa masak". Sahut Dean polos.


Justin mengepal erat tangannya menahan rasa cemburu pada laki laki yang ia panggil Arjun tersebut. Pasalnya dari setiap lelaki yang dekat pada Dean kenapa hanya selalu Arjun yang ia ingat jika menyangkut soal makanan. Apa hanya Arjun yang selalu menjejalinya dengan makanan lantara pria itu kebetulan memiliki kafe.


"Dee". Panggil Justin lembut dengan menahan sabar.


"malam ini kita makan yang ini dulu ya?". Besok Daddy buatin nasi goreng untuk kamu. Gimana?". bujuk Justin.


"iya boyeh. Dee makan pake udang cama ikan yang ga ada tuyang nya". Sahut Dean.


"hehehe..iya sekarang Daddy yang pisahin tulangnya ya?". Kekeh Justin.


Lalu dengan sigap ia pun memisahkan antara daging dan tulang dari ikan salmon yang di goreng tersebut. Setelah bersih tanpa tulang Justin pun meletakkan nya di atas piring Dean.


"nih sudah. Sekarang Dee makan ya?". Bujuk Justin kembali seraya meletakkan beberapa ekor udang goreng di atas piring Dean.


Lalu tanpa berkomentar apa pun Dean menyantap makanan yang di sediakan oleh Justin setelah mencuci tangannya di wastafel


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author:


Makanya bang Justin belajar masak sana kalau mau ambil hatinya Dee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka


 

__ADS_1


__ADS_2