
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Acara perjamuan pun selesai. Begitu pun Tamy yang meminta ijin pada Justin untuk pamit pulang. Justin hanya menatap pasutri tersebut yang mulai menghilang di balik pintu ballroom hotel. Timbul pertanyaan Dalam pemikiran Justin saat ini
"apakah Midea dulunya terpaksa menjebak dirinya hanya karena ingin menyelamatkan kehormatan nya?"
Justin teringat saat ia melihat Midea di atas catwalk untuk pertama kalinya dan ia juga ingat bagaimana Midea mencoba berusaha untuk bisa mendekati Justin saat itu.
"rooftop". Gumam Justin yang seketika teringat saat momen ia menginterogasi Midea di salah satu rooftop hotel saat agency itu berulang tahun.
bayangan Justin kembali ke saat ia melihat Dea berdiri sejenak di depan lift lalu melanjut kan langkahnya berdiri bersisian di samping nya saat itu. mereka memasuki lift berdua. Justin menekan tombol lift menuju rooftop tanpa memperduli kan Dea yang ia tau jika Dea telah mengikuti nya sedari tadi.
hingga akhirnya lift yang mereka tumpangi menuju roof top. saat pintu lift terbuka. Segera Justin menarik kasar lengan Dea secara tiba tiba. ia membawanya keluar dari lift dan langsung menghimpit tubuhnya ke dinding.
"katakan siapa yang menyuruhmu?".tanya Justin dengan penuh kecurigaan.
Nada bicara nya penuh penekanan serta tatapan matanya yang tajam. Sementara Dea menggeleng keras. Serta jantungnya Dea yang Justin rasakan berdegup kencang bersamaan tubuhnya sedikit gemetar. Tapi Justin tak perduli karena di hatinya sudah terlanjur benci pada perempuan seperti Dea yang berkedok sebagai model.
"kau pikir aku akan percaya dengan ****** sepertimu. hah!!" bentak Justin geram.
" Wanita sepertimu memang selalu pantas di bayar murah untuk melakukan sesuatu yang murahan juga. cuih". hardik Justin kasar sambil meludah di depan Dea.
"katakan j*l**g!!" teriak Justin tepat di wajah Dea.
Melihat Dea tetap saja bergeming membuat Justin semakin keras menghimpit Dea dan mengangkat kedua lengan Dea dan di cekalnya ke dinding.
Justin tau saat itu Dea sedang meringis kesakitan tetapi Justin tak ambil perduli karena ia memang begitu anti pada perempuan nakal. entah itu berkedok sebagai model atau pun artis.
mungkin jika ponsel Justin tidak berdering dan mendapatkan telepon penting Bisa jadi ia akan terus mengintimidasi Midea saat itu.
akhirnya Justin lebih memilih menghempas kan cekalan lengan Dea secara kasar lalu pergi meninggalkan Dea yang masih mematung di roof top. Justin sempat melirik Dea sebelum memasuki lift dan menekan tombol turun ke lantai dasar.
__ADS_1
Ia membiarkan Dea sendirian di atas rooftop. Setiba di ruang parkir segera ia memasuki mobilnya meninggalkan gedung hotel. Di luar hujan mulai turun dengan derasnya. Justin sempat memikirkan Dea kala itu yang ia tinggalkan sendirian di rooftop saat itu.
Kini ia menyesali sikap kasar saat itu. Seharusnya ia tak meninggalkan Dea sendirian di sana. Tetapi ia bersyukur jika sampai kini Midea selamat meskipun entah berapa kali perempuan itu bolak balik masuk rumah sakit
...----------------...
Semenjak pulang dari acara perjamuan dengan para model ambasaddor. Terlebih saat ia mendengar cerita dari Tamy tentang kisah para model di sana. Justin meminta Alan untuk menyelidiki kembali masa lalu Midea sebelum bergabung di agency tersebut.
Kali ini ia mencoba membuka hatinya untuk menerima Dea sebagai istri dan juga ibu dari putra kandung nya itu setelah membaca semua isi hati Dea melalui buku diarynya.
Sementara Alan masih menatap bingung pada ponselnya di mana ia baru saja di hubungi oleh boss nya itu untuk menggali lebih dalam informasi tentang masa lalu Midea.
sebenarnya bukan nya ia tak mau menunjuk kan informasi yang baru ia dapatkan pada sang majikan. Hanya saja ia bingung kapan ia harus memberitahukan semua informasi mengenai istri pertama dari boss nya itu. Mengingat jika sebelumnya Justin tak pernah meminta untuk mencari tau masa lalu Midea yang sesungguhnya.
flashback...
Sepeninggalnya Justin kembali ke Mdn setelah Alan menunjukkan apartemen rahasianya Midea pada majikannya itu. Alan di perintahkan untuk mengurus pekerjaan di kantor pusat ini. Ia di beri kepercayaan untuk masuk ke ke ruangan kantor majikannya sekaligus kamar pribadi majikannya itu, hanya sekedar mengecheck segala sesuatu nya jika ada yang tidak beres pada ruangan pribadi bossnya itu.
Setelah di rasa aman. Dengan hati yang lebih mendominasi rasa penasaran. Maka dengan sedikit keberanian ia pun menyentuh Diary tersebut dan membuka nya serta dengan nekat ia pun membaca nya lembar demi lembar tulisan tangan dari seorang wanita yang bernama Midea Hasxander.
Sama hal nya seperti Justin, Maka Alan pun kini semakin penasaran pada masa lalu nya Midea. Terlebih saat Alan membaca kalimat terakhir nya Midea.
semenjak itu pandangan Alan pun berubah pada seorang Midea. tanpa sepengetahuan majikan nya itu akhirnya Alan mencoba mencari informasi sendiri siapa Midea yang sebenarnya. Bagaimana kehidupan nya yang dulu?. Dia terlahir dari keluarga mana?. Serta penyebab ia kecelakaan.
Bukan hanya itu. Alan diam diam mencari tau siapa saja yang dulunya menjadi orang terdekat atau yang merangkul Dea masuk ke agency xander tersebut setelah wanita itu keluar dari rumah sakit.
memang tidak semua ia dapatkan informasi tentang masa lalunya Midea. Tetapi saat ini ia sudah mengantongi setengah dari kisah masa lalu Dea melalui riwayat medis yang ia dapatkan saat melacak rumah sakit mana yang Dea jalani perawatannya saat mengalami kecelakaan dulu.
Melalui seorang teman yang bisa di ajak kerja sama oleh nya maka kini berkas kopian dari seluruh riwayat medis Midea berada di tangannya.
"Dan dari sini juga jelas terbaca kalau wanita itu mengalami kecelakaan di tahun yang sama saat peristiwa jatuh nya pesawat di perairan dangkal selat sunda". Jelas teman Alan yang berprofesi perawat.
__ADS_1
"jadi dia adalah salah satu korban dari penumpang pesawat naas tersebut?"tanya Alan memastikan.
Sementara temannya mengangkat kedua bahunya.
"gue ga tau. Karena saat itu posisi gue belum bergabung di tim bedah. Dan gue juga lagi kena giliran study tambahan saat itu". Jelas teman nya Alan.
Alan menghela nafas nya sesaat. Memutar otak untuk membuat kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan nya Midea.
"apakah Midea salah satu korban kecelakaan pesawat yang selamat atau Midea adalah korban kecelakaan yang lain?".
"lalu ini apa?". Tanya Alan yan tiba tiba penasaran saat melihat berkas lain nya.
segera ia menunjukkan berkas yang di tunjuk nya berupa gambar scan dari batang leher dan juga tenggorokan.
"oh ini. Mungkin ia mengalami cedera di batang leher nya yang menyebabkan luka pada tenggorokan nya. Bisa jadi ia di operasi di bagian itu". Jelas perawat itu kembali.
Alan terus memperhatikan ke seluruhan berkas itu dan meminta penjelasan pada temannya mengenai cedera apa saja yang di alami Midea saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Hazhilka279
__ADS_1
Terima kasih.