She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
saved by bell


__ADS_3

# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.


pagi ini saat Justin mengantar Keyra ke sekolah ia melihat Dee yang sedang duduk manis di kelasnya melihat anak anak yang seusianya bermain bersama.


"Key, apa Dee selalu begitu setiap pagi? ". tanya Justin prihatin.d


karena menurutnya, seorang anak yang berusia seperti Dee selalu terlihat ceria dan bermain bersama dengan teman temannya.


"iya Daddy". sahut Keyra seraya memgangguk kan kepalanya.


"dia ga punya teman lain selain kamu sayang? ". tanya Justin.


Keyra menggeleng kuat kepalanya.


"tapi Dee ada ayah, papa, abi, kakek, atok, nenek, oma dan banyak lagi olang olang gede yang sayang sama Dee Daddy??! ". sahut Keyra bernada sendu.


Justin tersenyum lalu membungkukkan tubuhnya dan berjongkok di depan putrinya.


"Keyra kan juga banyak orang gedenya yang sayang sama Keyra". ujar Justin.


"tapi banyak yang udah di syurga Daddy. apa lagi mommy?? ". sahut Keyra seraya menundukkan wajahnya yang semakin di tekuk.


Justin tersenyum miris. kali ini Keyra memang benar. bagaimana pun hanya ibu yang tidak bisa menggantikan status di mata anaknya.


Justin menarik dalam nafasnya. kali ini ia sulit untuk mengungkapkan kata kata yang bijak pada anaknya. untunglah bel sekolah tersebut berbunyi yang menandakan para siswa harus masuk kelas.


"Key. udah di suruh masuk tu. salam dulu sama Daddy". ujar Justin yang mengalihkan pembicaraan tentang ibunya.


maka Keyra pun menuruti permintaan Daddynya dan masuk ke kelasnya. sementara Justin mematung menatap punggung putrinya hingga menghilang di balik pintu kelasnya.


Justin berjalan ke parkiran dan menstarter mobilnya keluar dari lingkungan sekolah menuju kantor nya.


saat hampir tiba di kantor nya suara pesan masuk ke ponselnya Justin berasal dari mamanya yang memberitahu kan jika mama dan papanya akan tiba di sini sore nanti.


"oke ma. nanti aku jemput ya". balas nya singkat.


...----------------...


Midea menatap gedung kantor yang menjulang tinggi tersebut. ia ragu untuk melangkah kan kakinya di sana. kalau bukan atas tuntutan skripsi nya rasanya ia malas menuruti permintaan sang dosen untuk melengkapi data di bab bab skripsi nya.


"puff. menyebalkan kalau harus balik lagi kemari". sungutnya.


tak jauh dari tempat Midea berdiri. tanpa di sengaja netranya Justin melihat Midea yang masih menatap gedung di mana ia berkantor.

__ADS_1


"Jasmine? ". gumamnya seraya menarik kecil sudut bibirnya.


lalu netranya mengikuti pergerakan kaki mahasiswi itu memasuki gedung kantornya. Justin pun segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke lift menuju kantor nya.


...----------------...


saat sampai di bagian ruang sekretaris. sekretarisnya Andra memberitahu jika bagian HRD meminta ijin kepadanya untuk memberikan data perusahaan pada seorang mahasiswi yang ingin melengkapi skripsi nya.


"baik. lakukan seperti biasanya. tapi suruh temui saya dulu mahasiswi yang datang pagi ini". titah Justin.


"baik pak". sahut sekretarisnya Andra seraya mengerutkan keningnya seolah olah bossnya sudah tau jika ada seorang mahasiwi yang akan datang pagi ini.


Justin masuk ke ruangan pribadinya dan menyenderkan punggung nya pada kursi kebesarannya itu. ia berharap bisa mengobrol dekat dengan mahasiswi yang bernama Jasmine itu.


ting.


sebuah pesan masuk ke emailnya. ia membuka pesan dari Alan dan membacanya. Justin melebarkan kelopak matanya saat membaca hasil laporan dari asistennya mengenai siapa Jasmine sebenarnya.


bukan tentang identitas asli Jasmine yang membuat Justin terhenyak melainkan tentang kebenaran yang terjadi pada gadis itu.


ia membaca perlahan sebuah surat kabar dan juga screenshoot article tentang peristiwa kecelakaan pesawat beberapa tahun silam yang menyebabkan sejumlah korban meninggal termasuk nama Jasmine di dalamnya.


Dan bukan itu saja yang membuat Justin terkejut. sebuah arsip mading kampus di mana Jasmine berkuliah pun memberitakan tentang nasib malang gadis itu.


Justin segera menelpon Alan kembali untuk memastikan kebenaran tentang laporannya.


"itu sudah valid pak. saya meminta bantuan kepada pihak ahli tentang kebenaran berita tersebut. yang terjadi pada gadis itu memang benar adanya. ia adalah salah satu penumpang di pesawat yang naas tersebut". jelas Alan.


Justin menggeretak gerahamnya dan mengepal erat tangannya. ia masih mendengar penjelasan Alan tentang gadis yang bernama Jasminka itu sudah tiada semenjak insiden kecelakaan pesawat beberapa tahun lalu.


"brengsek. jadi gadis yang berwajah sama dengan yang ada di file yang ku simpan selama ini siapa?! ". makinya di dalam hatinya.


"Alan segera ke Mdn sekarang. dan jangan sampai ada yang tau kalau kamu sedang menyelidiki seseorang selama ini". titah Justin.


"baik pak". sahut Alan dari sebrang telponnya.


Justin menutup telpon nya seraya mengurutkan keningnya. seketika ia teringat tentang istri gilanya yang kabur di tiga tahun yang lalu.


"hah. wajah itu. pantas saja tidak asing. pantas saja aku pikir dia adalah Midea. cih..ternyata dia memang Midea. pantas saja selama ini aku tidak pernah menemukan nya. ternyata dia bersembunyi disini dengan identitas barunya". Justin menggerutu kesal.


"hahahaha.. hahahaha.. Midea.... Midea... ternyata kamu cukup licik juga ya???". berpura pura menjadi orang lain untuk kabur dari hukuman mu". lanjutnya kesal.


"cih.. Midea.. kita liat saja apa yang bisa kamu lakukan sekarang jika kamu tau bahwa aku mengenal dirimu". gumamnya.

__ADS_1


Justin mengurut berkas data yang di kirim Alan di ponselnya. suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. sekretarisnya Andra memberikan berkas yang harus di tanda tangani seperti biasanya saat seorang mahasiswi menggunakan data perusahaan sebagai acuan skripsi nya.


"pak. mahasiswi yang meminta data kita sekarang sudah di kantor pak". ucap sang sekretaris.


"baik. suruh dia ke sini sekarang". titah Justin.


"baik pak" sahut sang sekretaris seraya berpamitan.


setelah keluar dari ruangan Andra. sekretaris tersebut menghubungi bagian HRD agar mahasiswi yang bernama Jasmine ke ruangan Ceo sekarang.


sementara di ruangan HRD Midea di titahkan agar ke lantai atas di mana ruangan Ceo berada.


"maaf ya pak untuk apa ya saya ke sana? ". tanya Midea penasaran.


"aduh dek. macem kau tak tau saja peraturan di setiap perusahaan. setiap kali kau mau minta data di perusahaan yah kau memang harus teken sesuatu dulu lah. masak main main ambil aja barang orang". jelas seorang petugas laki laki yang berusia tiga puluh lima tahunan.


"kau jumpai dululah pemimpin nya. kau teken tekenan. setelah itu bereslah. kau aman kami pun aman".


Midea tak mampu membantah Akhir nya dengan langkah berat Midea pun menuruti permintaan bagian HRD tersebut. ia memasuki lift menuju ruang yang tanpa Midea tau jika Justin telah menunggu dirinya untuk di interogasi dan di eksekusi.


sedangkan Midea sendiri mulai tak bersemangat semenjak dari ruang HRD tadi. perasaannya sudah mulai tak enak hati. bertemu dengan Justin kembali adalah seperti menyerahkan dirinya untuk mati.


akan tetapi Midea teringat jika identitas dirinya sekarang ini adalah seorang Jasmine. jadi bagaimana pun ia harus bersikap seperti Jasmine.


"I am Jasmine not Midea". ucap di hatinya untuk menyemangati dirinya sendiri.


"semua menganggap aku adalah Jasmine. berarti sekarang aku adalah Jasmine". Midea tersenyum menyeringai.


kini ia pun berjalan begitu percaya dirinya seolah tiada beban lagi di hidupnya tentang keraguan akan identitas nya. karena Midea Hasxander telah bertekad melawan suami paksanya itu dengan otaknya.


next chap...


seperti apa yah kalau otaknya Midea Hasxander bekerja. tetapi tampilan Jasminka dalam menghadapi seorang Justin yang dikenal dingin dan arogan.


tetap stay di sini ya???


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig

__ADS_1


Hazhilka279


#Hazhilka


__ADS_2