
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
"ihh si papa edan banget deh. Itu bocah pasti ngamuk ngamuk kalau di tinggal sama Justin berdua aja". Protes Mona.
"nanti kita coba bantu bujuk biar dia mau tinggal". Ujar Arfan menenangkan sang istri.
"mau bujuk gimana sih pa. Si Dee itu mau tinggal di sini itu karena ada kita bertiga. Terlebih karena ada kakaknya". Protes Mona yang memang tidak menyetujui pendapat dua laki laki yang ada di hadapannya kini.
"nanti deh kita pikirkan. Lagian sekarang kan si Dee nya udah ga benci benci amat sama si Justin kan. Buktinya setiap pagi udah mau kan berangkat bareng sekolahnya sama si Daddy nya". sahut Arfan.
"itu kan karena satu mobil sama si Keyra pa??". Lupa ya???". protes Mona kembali.
"udah mama tenang aja. pokoknya mama beresin dulu barang barang nya Keyra dan Dee sekalian. Jadi ntar si Justin ga repot repot lagi kalau nanti nyusul kita ke sana". Titah Arfan ke sang istri.
...----------------...
Akhirnya keberangkatan keluarga Ardiansyah pun tiba. Mona, Arfan dan Keyra ke bandara dengan menggunakan taxi. Hal ini mereka lakukan demi menghindari Dean yang sedang di bawa pergi oleh justin ke kantornya kini.
Memang awalnya Keyra sempat protes lantaran adiknya itu di tinggal. tetapi setelah fi beri pengertian bahwa Daddy nya itu ingin adeknya bisa lebih dekat lagi dengan Daddy nya. Dan juga Daddy dan Dee akan menyusul mereka nantinya dalam minggu ini juga.
Akhirnya Keyra pun bisa menerima hasil keputusan orang dewasa tersebut. Mereka bertiga berangkat tanpa bocah tampan itu.
Sementara di kantornya, Justin masih saja membujuk Dean untuk makan sarapannya yang telah di siapkan Mona sebelumnya untuk bekal Dean saat berada di kantor Justin nantinya.
"Dee. Ayok di makan dulu sarapannya. Oma udah masakin khusus buat kamu lho sayang" bujuk Justin kembali saat Dean tak perduli dengan kotak makanan yang bergambar Tayo tersebut.
Tetapi bocah itu diam saja tanpa mengeluar kan sepatah kata pun. Justin menghela nafasnya sejenak lalu berusaha membujuk nya kembali. Justin khawatir terhadap kesehatan Dean. Karena semenjak bangun dari tadi pagi sepotong makanan belum pun masuk ke perutnya bocah tampan itu.
"Dee..". Panggil Justin lembut.
Dean tak menggubrisnya. Lalu Justin kembali memanggil putra kesayangannya itu. meski pun hingga kini ia tak memiliki getar cinta untuk Dea. Tetapi buah dari satu malamnya bersama Dea membuat Justin ingin memiliki seutuhnya benih yang ia tanamkan di rahim Dea meskipun tanpa sengaja.
"Dee....kok ga di sahut Daddy panggil".
"kak Keyla kemana?. Oma sama opa uga?". Sahut Dean seraya menatap Justin dengan wajah cemberut.
Justin tersenyum melihat tingkah bocah tampan itu yang terlihat menggemaskan bagi nya. Ingin sekali pipi nya yang gembul seperti bak pao itu ia gigit tat kala wajahnya semakin ia tekuk. Belum lagi sorot netra biru nya yang sedikit tajam melirik Justin.
__ADS_1
"kak Keyla pergi sama oma dan opa buat nyekar ke kuburan mommy". Sahut Justin menahan senyum sembari menatap gemas wajah yang tak buang dari dirinya di kala kecil.
"mommy nya kakak?"..tanya Dean yang mulai mengurangi wajah cemberut nya.
"kenapa Dee ga di ajak?". Tanya Dean pelan bernada sendu.
"karena tugas Dee adalah nemenin Daddy di sini. Kalau Dee juga ikut pergi Daddy sendirian. Kalau Daddy sakit nanti gimana?". Ujar Justin menjelaskan secara perlahan.
"besok lusa kita nyusul kak keyra, oma dan juga opa ke sana".lanjut Justin.
Jadi Dee jangan ngambek lagi ya??". bujuk Justin kembali.
Dean mengangguk pelan.
"kapan bunda puyang?". Tanya Dean tiba tiba.
Justin menghela nafasnya sesaat. Lalu berkata
"nanti ya kalau bunda udah selesai belajarnya. Bunda pasti pulang kok".
"Dee pingin ketemu unda. Dee angen". Ucap Dean polos.
"Dee percayakan sama Daddy?". Tanya Justin untuk mengetahui isi hati bocah itu.
Dean mengangguk pelan. Justin pun tersenyum menatap sang putra yang mulai patuh padanya.Lalu ia menyuruh Dean untuk memakan sarapannya.
"sekarang Dee makan dulu ya?". bujuk Justin seraya membuka kotak makanannya .
saat Justin ingin menyuapi bocah itu. Dean menepis tangan Justin lalu mengambil sendok dari tangan Justin seraya berkata.
"Dee mau makan sendili aja".
Justin menarik kecil sudut bibirnya. Kali ini ia menuruti permintaan putra kecilnya itu.ia cukup memperhatikan Dean makan meskipun kurang berselera karena mood nya yang masih berantakan.
setelah Dean menyelesaikan sarapannya. Justin membiarkan bocah tampan itu main sebentar di meja sofa ruang kerjanya. Justin cukup memperhatikan tingkah lucu saat bocah tersebut sedang berimajinasi dengan mainan robot robotan nya.
"cu..cu...cu...ati amu..lobot jahat". celoteh Dean dengan mainannya.
__ADS_1
"lacakan ini. uwatan cupel ailon man. Cling". Celoteh Dean saat menghidupkan lampu laser di tangan robotnya.
"I am helo in the world. I am ailon man". Celoteh Dean dengan cadelnya saat robot megatron di jatuhkan oleh Dean sendiri dengan tangannya.
sementara Justin hanya bisa geleng geleng kepala dan tersenyum geli dari balik meja kerja nya seraya terus memperhatikan tingkah bocah tampan itu yang sedang asyik bermain.
Justin mengambil ponselnya dan mengarah kan kamera ponselnya ke arah putranya itu secara diam diam. Dan menekan tombol tengah untuk memvideokan aksi bocah tampan nya itu.
Video tersebut rencananya akan ia kumpul kan menjadi satu file untuk ia berikan ke Midea nanti nya saat Justin kembali ke Indonesia.
Beberapa jam kemudian ...
Saat Dean sudah merasa Puas bermain di dalam ruangan kantornya Justin. Akhirnya bocah itu mulai terasa lelah dan mengantuk. Ia melihat Justin sedang sibuk dengan laptopnya. Ia sangat enggan untuk meminta di buatkan susu karena melihat wajah Daddy nya yang amat serius itu.
Bocah itu memilih rebahan di atas sofa panjang. matanya semakin terasa berat dan akhirnya pun terpejam lelap dalam tidurnya.
Selang beberapa menit kemudian seorang manager Toko memberitahukan jika ada seorang customer baru yang ingin bertemu dengan Justin. Justin pun mempersilahkan untuk naik ke kantornya.
Justin teringat jika ruangan kantornya sedang berantakan karena mainan Dean yang sengaja Justin bawa agar Dean bisa menghabiskan waktunya dengan bermain robot robotan kesukaanya di sini.
Justin segera bangun dari kursi kerjanya untuk membereskan mainan Dean yang berantakan. Saat ia mendekati meja di depan sofa panjang di mana mainan Dean berserakan di atasnya.
Ia terhenyak mendapati putranya yang sudah terlelap tidur di atas sofa panjang tersebut. akhirnya ia menggendong tubuh mungil itu ke dalam kamar pribadi Justin saat dulunya ia sering membawa Keyra ke kantor kecilnya.
Dengan perlahan ia merebahkan tubuh mungil nan gembul itu ke atas ranjang. Justin menyelimuti tubuh Dean.
"bobo yang nyenyak ya nak. Daddy kerja dulu". Ucapnya seraya mencium ubun ubun sang putra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka