She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Reuni kecil


__ADS_3

Rendy memenuhi janji menghubungi Merry setelah tiba di MDN. Rendy sengaja mengambil cuti untuk bisa berkumpul dengan teman teman lamanya. apa lagi ia dengar Retha juga ikut pulang ke Indonesia, lantaran pak Satria juga ikut dalam jadwal rapat pemilik saham di Kehl Bio Company.


Rendy menyetir mobilnya menuju kafe Resto dimana Arjun menghabiskan waktunya selepas bertugas di salah satu instalasi farmasi milik BUMN yang ada di kota tersebut.


karena Arjun menjanjikan jamuan gratis untuk para sahabatnya yang telah kembali dari perantauan. dan sekaligus melakukan Reuni kecil kecilan di Cafe Resto miliknya.


Rendy tiba lebih awal dari jadwal yang di tentukan. ia membantu Arjun untuk menyambut teman temannya yang hadir nantinya. awalnya keberatan karena masih merasa lelah karena berkendara dari rumahnya yang berjarak satu jam ke kota Mdn.


akan tetapi bukanlah Arjun namanya jika tak pandai melobi dan merayu temannya untuk bisa mencapai tujuannya meskipun itu juga demi kebersamaan.


"gimana?. udah beres bang bro? ". tanya Arjun yang membawa se panci nasi briyani buatannya. dan meletakkan nya di tengah meja yang di satukan agar terlihat lebih lebar dan memuat banyak piring dan mangkok.


"harusnya Jasmine kita undang juga". Rendy berujar seraya memandang meja makan yang telah di tata rapi.


"harusnya. tapi kau tau sendirilah pesan nya tante Alma. dan juga kondisinya si Jasmine. jika kita menghadirkan dia disini yang ada itu dua perempuan bisa heboh satu dunia karena tangisan mereka". omel Arjun panjang lebar.


"yang aku takutkan bukan dua perempuan itu. tapi kondisi si Jasminenya. Dokter kan udah mewanti wanti kita supaya tu anak jangan sampai terpancing tentang masa lalunya. kalau udah terpancing tentang memorinya yang dulu. si Jasmine pasti bakalan memaksakan dirinya buat mengingat kembali. akibatnya ya itu. seperti kejadian yang kau jumpai dia pertama kali di rumah sakit". omelnya kembali.


Rendy hanya terdiam mendengar kan omelan Arjun padanya. ia tak membantah sedikitpun. yang di katakan Arjun memang benar adanya. menjaga kondisi Jasmine saat ini adalah yang terpenting.


Rendy masih berharap penuh, mungkin suatu hari nanti Jasmine bisa berkumpul bersama dengan mereka kembali.


ting. pesan masuk di ponsel Rendy. Merry memberitahukan jika ia sedang berada di parkiran Cafe Restonya "Arjun".


"oke. aku turun sekarang". balas Rendy.


"Jun. aku turun sekarang. jemput si Merry di parkiran. kau bereskan saja apa yang belum ya?". Rendy berujar sambil berlalu menuruni tangga rooftop Cafe Resto tersebut.


Arjun mengibaskan satu tangannya dengan mata yang masih memperhatikan meja makan di ruang terbuka itu.


Rendy melihat Merry dari balik kaca Cafe. ia keluar mendekati temannya itu.


"Mer". ia melambaikan tangannya dan tersenyum senang.

__ADS_1


Merry pun menyambut lambaian temannya itu dengan sumringah. lalu berjalan mendekat ke arah Rendy.


"kamu udah lama nyampe nya Ren?". tanya Merry yang melihat Rendy menggulung kan lengan kemejanya.


"nih. aku baru siap bantuin si Arjun buat beresin menu untuk kita". sahut Rendy yang menunjukkan gulungan lengan kemejanya.


Merry tersenyum dan berkata "iya aku tau abang Rendy yang rajin". pujinya setengah bercanda. mereka berdua terkekeh geli.


"mana suamimu?. ga di ajak sekalian?". tanya Rendy sambil celingak celinguk netranya mencari seseorang.


"ga bisa ikut katanya. karena mau nyusun laporan kerja dulu. sekalian mau ngunjungi klub". sahut Merry.


Rendy hanya ber"ohh" ria. lalu mengajak Merry masuk. ketika mereka hendak melangkah masuk, sebuah mobil berwarna hitam memasuki halaman parkir dan membunyikan klakson, untuk menarik perhatian mereka berdua.


Rendy dan Merry memperhatikan mobil mewah tersebut dengan seksama. mereka melihat seorang wanita keluar dengan balutan gamis senada dengan hijabnya berwarna silver.


mereka berdua saling mengernyitkan dahi dan memandang heran satu sama lain. lalu keduanya beralih memandang kembali wanita yang terlihat anggun tersebut.


sementara wanita itu tersenyum ke arah mereka dan melambaikan tangannya ke arah Rendy dan Merry yang masih memandang bengong. ketika wanita tersebut mendekat ke arah mereka, barulah mereka berdua menyadari jika wanita yang berhijab tersebut adalah teman mereka yang baru pulang dari studynya bersama suami di luar negri.


mereka berdua mendekat dan di sambut oleh Retha yang membuka kedua tangannya untuk memeluk Merry. sedangkan Rendy tersenyum senang melihat kedua perempuan tersebut dengan sumringah.


Rendy melihat asisten dosennya dulu, pak Satria. ia memberi senyum hormat padanya lalu bersalaman antara dosen dan mahasiswa. tetapi di sambut mesra bak sahabat oleh Satria.


"apa kabar kamu Ren?". tanya Satria kepada mahasiswa nya dulu.


"Alhamdulilah pak". sahut Rendy.


"tak usah lah panggil panggil pak. abang saja sudah cukup. aku kan dulu juga abang leting kalian di perkuliahan". bantah Satria.


"iya pak. eh bang". sahut Rendy.


setelah puas bercengkerama di parkiran mereka pun di bawa masuk ke dalam oleh Rendy, menuju lantai rooftop dari cafe Resto tersebut.

__ADS_1


"Arjun.". panggil Retha dan Merry bersamaan.


"hai girls. how are you". sambut Arjun senang dengan kehadiran kedua teman perempuan nya.


"ayok ayok. sini. acha... ". sambutnya lagi sambil menarik dua kursi bersamaan untuk teman perempuan nya.


lalu menarik kursi satunya untuk pria yang menjadi asisten dosennya dulu, pak Satria.


"mari pak". Arjun mempersilahkan Asdosnya untuk duduk.


"wah hebat kamu sekarang Jun. selain menjadi penanggung jawab di apotik BUMN, juga menjadi pengusaha kuliner". puji Satria kepada mahasiswanya dulu.


"ahh ga juga pak. ini sekedar nyalurin hobi saja pak". sahut Arjun merendah diri.


"tetap bapak yang hebat. sudah menjadi penanggung jawab di pabrik terbesar, jadi dosen lagi. terus dapat istri cantik dan pintar pulak lagi. kan aku jadi iri sama bapak jadinya". seloroh Arjun memuji dosennya.


yang membuat mereka yang mendengarnya ter kekeh geli. karena mereka mendengar gosip jika hingga sekarang Arjun masih berstatus jomblo, meskipun memiliki usaha dan karier yang bagus. di tambah memiliki tampang khas pemuda india pada umumnya, juga tidak menjamin bakalan memiliki pacar atau calon istri.


"suatu saat bakalan ada perempuan yang singgah di hidupmu dan menemani kamu hingga tua. yang penting sabar aja Jun". Satria memberi wejangan ke mahasiswanya tersebut.


"Aamiiii.. ". sahut mereka yang mendengarnya serentak.


"udahan ya mukadimahnya. kita makan dulu. baru cerita cerita. aku ini udah dari tadi nahan laper. baru sampe kemari. bukannya di tawari makan dulu sama ni kawan. malah aku di suruh kerja beresin meja sama piring. durhaka tidak punya kawan cem gini? ". omel Rendy.


sontak saja Arjun merapatkan giginya disertai dengan cebikkan dibibirnya dan mendelikkan matanya ke arah Rendy.


Rendy yang melihat mimik wajah Arjun semakin tidak perduli dan berpura pura melihat ke arah lain.


sementara yang lainnya tersenyum lucu melihat tingkah dua lelaki jomblo ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan lah cinta kalian buat yang nulis berupa

__ADS_1


like, vote, komen, rate. dan jadiin favorit ya????


love u full my readers. mmuach... 😍


__ADS_2