
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
beberapa menit kemudian
saat mendengar Alma jatuh pingsan setelah mendengar berita tentang Jasmine palsu Qanita buru buru berjalan menuju kamar hotel milik Dean yang sudah ia hadiahi untuk batita itu. ia menghampiri Rendy yang masih menunggu di depan kamar.
"Ren". panggil nya pelan.
Rendy menoleh dan tersenyum simpul.
"gimana tante Alma? ". tanyanya pada Rendy.
"lagi di periksa sama seorang Dokter yang kebetulan lagi singgah di restoran ini". sahut Rendy.
klik. pintu terbuka dari dalam. seorang Dokter perempuan keluar dari kamar hotel di mana Alma beristirahat.
"Dokter. gimana dengan Alma Dok? ". tanya Qanita khawatir.
Dokter tersebut tersenyum simpul lalu berkata.
"tidak apa apa hanya saja di usaha kan jangan banyak fikiran dan juga beraktifitas dulu ya. karena pingsannya beliau karena faktor kelelahan di tambah beban fikiran".
"baik Dok". sahut Qanita.
"saya sarankan untuk mengkonsumsi vitamin dan juga perbanyak makan sayur dan buah buahan ya? ". saran Dokter tersebut.
"ga ada resepnya Dok supaya bisa di tebus obatnya?". tanya Rendy penasaran.
"ga usah. saya jarang meresepkan obat ke pasien yang kelelahan. saya lebih suka pasien mengkonsumsi sesuatu yang alamiah. nanti kalau belum ada perubahan anda bisa membawanya ke rumah sakit terdekat ". sahut Dokter tersebut seraya mengundurkan diri untuk pamit.
"baik Dok". sahut Rendy seraya menatap kepergian sang Dokter yang tampak masih remaja wajahnya.
Rendy menyusul masuk ke kamar untuk melihat kondisi tante Alma. ia melihat wanita yang sudah memasuki usia sama dengan mamanya pun tampak masih terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
"tadi udah bangun sebentar. cuma minta minum terus tante suruh tidur lagi". jelas Qanita pada Rendy sebelum pemuda tampan itu bertanya dengan pertanyaan yang sudah ia duga seperti pada umumnya.
"aku mau balik ke rumah sakit dulu. mau Ambil vitamin untuk tante Alma sekalian ngasih tau orang dapur untuk masakin makanan dari sayur sayuran". ujar Rendy saat melirik jam dinding kamar tersebut yang memang sudah waktunya wanita tua yang masih cantik itu makan siang.
"iya nak Rendy. biar tante yang jagain tante Alma". sahut Qanita.
...----------------...
seminggu kemudian...
berkas pemeriksaan tindak kriminal milik Dea telah selesai di rangkum. kini Dea telah resmi di tetapkan sebagai tersangka atas berbagai kasus yang di lakukan nya terdahulu. di tambah dengan pemalsuan identitas atas nama Jasmine.
kini Midea mendekam di penjara sementara sambil menunggu sidang pengadilan putusan hakim untuk berapa lama dan pantaskah Midea akan di hukum sesuai dengan undang undang.
Arjun yang awalnya mengambil sikap marah dan tak perduli pada Midea akhirnya ia pun tak tega juga bersikap demikian. ia diam diam mengikuti perkembangan kasus Midea tanpa menceritakan pada Retha dan Rendy serta sahabat yang lainnya.
berbekal satu paperbag yang berisi makanan kesukaan Dea. Arjun pun mencoba nekat menemui Midea di selnya. ia melihat Midea dari kejauhan sedang meringkuk di sudut sel yang berlantaikan keramik putih di ruang penahanan di kantor kejaksaan.
srorang petugas memberi waktu untuk membesuk Midea pada waktu yang telah di tentukan. Midea di beri ijin untuk menemui Arjun di ruang tunggu besuk.
"bagaimana keadaan kau bundanya Dee? ". tanya Arjun yang bingung untuk memanggil Dea dengan sebutan apa.
Dea hanya mengangguk lemah seraya tersenyum simpul. ia memaklumi panggilan bundanya Dee kepada dirinya karena sahabat nya Jasmine itu mungkin bingung dengan sebutan nama apa yang pantas untuk dirinya. mengingat dirinya bukanlah Jasmine mereka.
Arjun membuka paperbag miliknya dan mengeluarkan semua kotak makanan yang sengaja ia masak untuk Midea. Arjun melakukan ini semua karena mengingat jasa dan kebaikan dari seorang Midea selama bersahabat dengannya selama ini. dan juga karena Midea adalah ibu kandung dari anak angkatnya, Dee. hanya sebatas itu.
walaupun kadang kadang sesekali muncul di fikiran nya untuk mengingat tindakan kriminal Midea terhadap Jasmine mereka. terkadang juga Arjun di hinggapi rasa kesal dan marah. bahkan ingin sekali meluapkan kemarahan itu kepada Midea karena telah di bohongi oleh perempuan itu selama ini.
"kenapa begitu banyak kotak makanan Jun? ". tanya Dea seraya terus menatap kotak makanan itu satu persatu.
pertanyaan Midea membuat Arjun menatap heran pada perempuan yang berhijab lusuh itu. ia tersenyum simpul lalu berkata.
"aku sengaja kesini mau ngasih ini ke kau bunda. aku yakin kau pasti kangen makanan orang minang. ya ga? ".
__ADS_1
ucapan Arjun memberi ruang hangat di hatinya. Dea akui jika ia merindukan masakan rumahan seperti ini. sudah dua minggu lebih Dea makan seadanya yang di beri oleh petugas di sini. itu pun hanya sebatas nasi bungkus dengan rasa dan bumbu alakadar nya.
"makanlah bunda. biar tetap sehat dan kuat menjalani masa masa di persidangan nanti". tawar Arjun seraya membuka semua tutup kotak makanan tersebut.
"ayok di coba. mungkin tidak seenak masakan kamu. tapi aku juga mau di nilai sama kamu soal rasa dari masakan buatan ku ini". ujar Arjun mengandung canda.
Dea tersenyum geli mendengar perkataan Arjun. siang itu adalah senyum Midea untuk pertama kali dalam keadan mood yang mulai membaik setelah lebih dari dua minggu Midea di biarkan sendiri dengan hati yang sedih dan merasa sendiri.
Midea tak menyangka jika hari ini kedatangan seseorang dari salah satu sahabat nya Jasmine khusus datang untuk membesuknya, mengajak ngobrol dirinya serta membawakan nya banyak makanan yang ia rindukan.
Dea pun melahap makanan yang Arjun bawa. ikan sakap yang di gulai serta nasi putih yang masih hangat di tambah sambal terasi dengan cabe ijo dan lalapannya membuat Midea semakin bernafsu untuk menghabisinya. baru kali ini selera makan Midea kembali normal setelah dua minggu lebih Midea mendekam dalam penjara.
sementara Arjun yang melihat cara makan Dea yang jauh dari kata anggun dari biasanya membuat hatinya teriris miris. Arjun berfikir pastilah selama ini bundanya Dee itu tidak di beri makan dengan baik oleh petugas di sini. atau mungkin Dea yang tidak bernafsu makan sehingga tubuh Dea terlihat kurusan dari biasanya.
"kamu ga makan Jun? ". tanya Dea yang teringat jika Arjun belum menyentuh makanan tersebut.
Arjun tersenyum seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"aku bawain ini untuk kau bunda. jadi makan sajalah sampai kenyang. aku sudah makan sebelum kesini". tolak Arjun secara halus.
"jadi habiskan saja semuanya ya!!". lanjutnya.
Dea pun mengikuti apa yang Arjun katakan. ia pun menikmati makanan rumahan itu dengan lahap. kedatangan Arjun membuat hatinya sedikit terhibur. meskipun ia masih memikir kan tentang putranya yang entah apa kabar nya saat ini. meskipun ia tau dari Satria yang datang tempo lalu jika Retha telah. membawa pulang ke rumah orang tuanya.
tapi untuk hari ini kedatangan Arjun cukuplah sebagai vitamin baginya untuk menghadapi hari hari selanjutnya di dalam penjara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka