She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
pertemuan


__ADS_3

# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.


Midea mengikuti arahan panitia untuk memasuki ruang tunggu di depan ruang meeting khusus untuk presentasi hari itu. mereka menunggu para juri dan staf penting untuk menilai penampilan mereka hari itu.


Midea terhenyak, darahnya berdesir hebat dengan jantung yang memacu kencang. keringat dingin mulai membasahi dahinya. tangannya mengepal erat saat melihat Justin duduk di antara para staf penting dan berada dekat di depan podium dan proyektor.


Midea segera membalikkan tubuhnya berlari menjauh dari ruangan tersebut menuju toilet. ia mondar mandir di dalam toilet memutar otak agar penyamarannya tidak terungkap oleh Justin.


ia menatap cermin toilet dengan netranya yang memaku pada tagname nya yang bernama Jasmine. ia tersenyum menyeringai dan menatap ke wajahnya.


"look at you Midea. kamu itu adalah sekarang seorang Jasmine!! ". otaknya memberikan ide licik.


" Jasmine!!".otaknya memberikan penekanan.


Midea menatap cermin itu secara intens.


"Jasmine". gumamnya dengan tersenyum smirk.


lalu ia teringat kacamata yang sering ia gunakan saat membaca. ia menggunakan kacamata itu kembali dan memberikan sentuhan titik hitam kecil di kedua pipinya.


"perfecto". gumam Dea seraya tersenyum smirk.


Midea memperhatikan penampilan nya yang sedikit berubah dengan kacamatanya dan juga tahi lalat buatan pada kedua pipinya.


ia tak lupa merapikan sedikit hijabnya. ia segera keluar saat notifikasi sebuah pesan dari salah satu timnya muncul.


"Jasmine kamu di mana. setelah ini giliran kita".


Dea pun membalas singkat pesan tersebut


"ya. aku segera ke sana".


setibanya di depan ruang meeting. Dea di sambut oleh panpel event tersebut dan di ingatkan oleh mereka agar segera mempersiapkan diri dan juga materi presentasinya.


"Jasmine. siap siap lima menit lagi giliran kamu". ucap salah satu panpel.


Dea menganggukkan kepalanya. ia berdiri di depan pintu ruangan yang akan menentukan jadi siapakah dirinya nanti. Jasminekah yang di kenal sebagai mahasiswi yang memiliki prestasi gemilang? atau Mideakah yang di kenal sebagai perempuan lacur.


kriit... suara pintu di buka dan tampaklah para staff penting dan seluruh juri yang sedang mendiskusikan sesuatu tentang peserta sebelumnya hingga akhirnya mereka terdiam saat mc acara memanggil namanya.


sementara Andra menantikan sosok yang di panggil oleh mc acara itu dengan tidak sabar. ia penasaran dengan sosok gadis yang pernah di sukainya. seperti apa sekarang dirinya.

__ADS_1


Midea memasuki ruangan dengan sikap di buat setenang mungkin meskipun jantungnya berdegup semakin kencang. Midea mengepalkan jemarinya dengan sangat kuat. rasa gugup yang melanda membuat nya sedikit buyar konsentrasi nya.


Midea melirik para staff staff penting dimana Justin duduk di antaranya. bathinnya berbisik untuk tetap tenang dan mengingat tujuannya di sini.


"anggap dia tak ada Midea". kalimat itu memenuhi ruang di kepalanya saat ini.


"kamu sekarang adalah Jasmine. Kau adalah Jasmine. Jasmine".


begitulah yang kata kata itu yang ia munculkan di fikirannya saat ini sebagai penyemangat dirinya saat ini.


hingga Midea berdiri di podium di mana kini ia lah yang menjadi sorotan semua orang yang hadir di ruangan ini. tak terkecuali Justin yang memandangi Midea seraya mengernyitkan dahinya.


Justin memperhatikan sosok wanita imut dalam balutan hijabnya tetapi tampak dewasa dan terlihat pintar dengan kacamata nya. hanya saja wajah itu terlihat misterius bagi Justin di balik kacamata dan juga dua tahi lalat di pipinya.


"Dia seperti Midea. tetapi apakah mungkin mahasiswi ini. ahhh...... mungkin hanya perasaan ku saja". bathin Justin bersiteru.


sementara Andra menatap kagum pada gadisnya. ada rasa hangat dan rindu yang menyeruak di relung hatinya. Jasminenya benar benar kembali dan kini hadir di hadapannya.


Andra menarik kecil sudut bibirnya melihat Jasmine yang kini tampil sedikit dewasa dengan kacamatanya. tetapi masih tampak imut dengan balutan hijab yang biasa ia gunakan dulunya. ia mengernyitkan dahinya saat melihat titik hitam di kedua pipinya. tetapi Andra tak mempersoalkan hal tersebut.


saat ini bagi seorang Andra. melihat Jasmine sehat dan melanjutkan yang pernah tertunda dulunya adalah sesuatu yang patut Andra syukuri.


"semoga kamu bisa mencapai cita cita mu kembali Jasminka". bathinnya seraya menatap gadis yang ia sukai dulunya.


sedangkan Midea sendiri yang tau bahwa dirinya kini menjadi sorotan seluruh mata menundukkan wajahnya dan berusaha fokus pada materi yang akan di sampaikan.


Midea menarik dalam nafasnya dan menatap seluruh audience dan ia pun memulai mukadimahnya hari itu.


"Assallmualaikum semuanya. perkenalkan nama saya Jasmine, perwakilan dari tim mahasiswa kampus F******i xxx kota Mdn. maksud dan tujuan tim kami di sini adalah ingin mempresentasikan hasil penelitian kami selama ini kepada seluruh tim juri yang terhormat dan seluruh audience yang berkenan hadir di sini untuk mendengarkan presentasi kami. terimakasih untuk kesempatan yang telah di berikan kepada kami".


"baik saya akan langsung memulai presentasi ini" lanjut Midea.


maka Midea pun memberikan kode pada salah satu timnya untuk membuka proyektor dan memunculkan gambar gambar yang akan Midea jelaskan menurut isi judul materinya.


sementara dari tempatnya, netra Justin saja masih menatap dengan begitu penasaran pada sosok yang berbicara dengan lugas dan tegas bahkan jelas saat para juri mengajukan pertanyaan nya mengenai presentasi dari tim mahasiswi tersebut. apa lagi ketika Justin mendengar suara mahasiswi itu yang terdengar tidaklah asing di telinganya.


"suara dan wajahnya seperti Midea. tetapi di lihat penampilan nya sungguh berbeda dengan Midea yang sexy bahkan vulgar. tetapi gadis ini begitu santun dan pintar". bathinnya kembali bersiteru.


Justin mengurut urut pelan keningnya. rasa penat mulai menjalar karena fikiran nya akan dua sosok yang membingungkan dan membuat penasaran baginya.


satu sosok adalah Midea Hasxander yang hingga kini keberadaan nya entah dimana dan satu sosok lagi adalah mahasiswi yang sedang berdiri dengan begitu percaya diri dalam presentasi nya.

__ADS_1


sementara Indra diam diam memperhatikan dua sahabat nya yang menatap dalam tatapan lain gadis yang di hadapannya kini. mungkin jika Justin yang menatap kagum pada gadis itu, ia tak jadi soal. toh Justin memang harus menemukan pendamping hidupnya yang baru.


tetapi untuk seorang Andra, Indra harus bisa mengantisipasi perasaan nya Andra terhadap gadis itu. jangan sampai Andra menjadi baperan dalam menatap kecantikan dan kepintaran gadis itu. sebab Andra baru saja menikah dan jangan sampai ada badai pihak ke tiga di rumah tangga Andra yang baru saja di bangun itu.


Indra sengaja menyenggol lengan Andra dengan berpura pura menjatuhkan ballpoint nya di bawah meja Andra.


"tolongin gue bro".pinta Indra berpura pura.


otomatis Andra pun mengalihkan pandangannya dari wanita yang di anggapnya Jasmine itu ke kolong mejanya.


"oke" sahutnya


lalu ia pun menundukkan kepalanya dan mencoba meraih ballpoint yang berwarna hitam tersebut. setelah nya ia pun menyerah kan nya pada Indra.


"nih". ujar Andra


"thanks ya bro". sahut Indra.


bukan hanya itu saja Indra pun mengajak ngobrol Andra untuk membuyarkan konsentrasi nya dalam menatap mahasiswi tersebut. hal ini sangat berbeda dengan Justin yang sengaja ia biarkan Justin menatap gadis tersebut hingga puas.


sampai akhirnya waktu yang di berikan Midea pun habis. Midea dan timnya sangat puas akan presentasi nya hari ini. selain waktu yang di gunakannya pas dan penjelasan tentang materinya pun tuntas.


Midea pun mengucapkan kata kata penutup untuk tugasnya sebagai perwakilan dari timnya hari itu.


tepuk tangan riuh memenuhi ruangan tersebut. para juri dan para staff penting pun tampak puas akan presentasi yang di lontarkan oleh Midea.


Midea tersenyum dan mengangguk sebagai tanda pamit mengundurkan diri dari podium. ada rasa bangga yang menyeruak di hati Midea yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. meskipun selama ini prestasi Midea di dunia model juga tak kalah pamor dengan model internasional.


tetapi untuk hari ini. Midea benar benar puas dan bangga atas apa yang di jalaninya selama ini.


"thanks Jasmine. untuk wajah dan otak loe yang bisa gue tiru". gumamnya seraya tertawa menyeringai di hatinya.


next chap...


Justin yang masih penasaran akan sosok Jasmine.


stay terus ya di sini. jangan malas buat ngelike, vote, komen dan share linknya. ya readers


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2