She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Diary Midea


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


pagi ini Justin berangkat ke kantor dengan menggunakan mobilnya sendiri. sesampai di kantor melakukan meeting sesaat sebelum melakukan prisedur acara nanti malam.


Selesai meeting Justin kembali ke ruangan pribadinya. Menandatangani berkas berkas yang masuk seperti biasanya.


Alan masuk membawa laporan untuk acara nanti malam dan juga sekaligus memberitahu kan bahwa sidang lanjutan bandingnya Midea akan di mulai lusa pagi jam sembilan.


"apakah bapak mau lihat?". Tanya Alan hati hati tetapi hatinya penuh rasa penasaran.


Sebab dia tau bossnya itu bakalan merasa kesal jika sudah di singgung soal istri paksanya itu.


Justin terdiam sesaat saat mendengar perkataan Alan. Justin akui memang selama Midea melakukan persidangan tak satu pun ia menghadirinya dan mengikuti perkembangan dari sidang tersebut.


"saya lihat situasinya nanti". Sahut Justin datar.


"ini. Serahkan pada Indra untuk di tindak lanjuti. Kamu berangkat sekarang ya ke sana. Sekaligus jemput dia ke sini". Titah Justin.


"baik pak". Sahut Alan dan langsung pamit.


Sepeninggalnya Alan Justin memikirkan tentang Midea kembali. seketika ia teringat tentang buku harian Dea yang belum selesai ia baca. yang saat itu ia berniat melanjutkan membacanya kembali saat tiba di Mdn.


Tetapi berhubung buku Diary itu ketinggalan di atas nakas ruang kamar pribadinya maka Justin pun melupakan nya sampai di detik ini ia baru teringat kembali buku diary tersebut.


Justin bangkit dari kursi kebesarannya menuju ruang kamar pribadinya. Buku diary itu masih terletak di sana. Itu berarti selama ini tak ada yang menyentuhnya atau pun yang memindahkannya.


Justin duduk di tepi ranjang yang di lapisi dengan seprai berwarna putih bercorak Jasmine kecil di pinggirannya. Justin mengambil buku diary milik Midea yang ia ambil dari apartemen rahasianya Dea. Justin melirik jam dinding di kamarnya yang menunjukkan Waktu untuk stirahat sejenak bagi karyawan kantornya.


Justin membuka kembali buku diary yang sempat ia tunda membacanya. Ia memulai kembali di mana dulunya ia sempat menandai bacaan nya yang terakhir.


Sama seperti sebelumnya, Midea menuliskan kisah hidupnya begitu singkat di dalam buku diary nya. ada rasa geram di hatinya saat membaca rencana rencananya Midea untuk menjebak dirinya. Hingga Kebahagiaan Midea saat bisa menikahi dirinya meskipun Dea tau jika dirinya terpaksa.

__ADS_1


Justin mengernyitkan dahinya kembali saat Midea merasa frustasi saat ia di depak dari agencynya karena di anggap kurang menguntungkan bagi agencynya sehingga ia di paksa harus melayani semua kencan panas dari klien yang datang mencarinya.


Sehingga ia terpaksa memiliki hutang pada seseorang yang bernama Sonya. Dari sini Justin mengetahui jika Midea melakukan sebuah ancaman pada Justin untuk mengirimi sejumlah uang yang sangat besar padanya hanya untuk membayar hutang hutang nya dan juga seluruh biaya penalty di agency.


Justin terus membaca lembar demi lembar diary dari wanita yang telah memporak porandakan hidupnya dulu. Ada terselip rasa iba saat Midea mengungkapkan jika wanita itu ingin mengandung benih dari orang yang ia cintai, yaitu dirinya.


Di situ Dea menuliskan jika ia ingin di beri kesempatan untuk hamil walaupun hanya sekali saja selama hidupnya. Hingga akhirnya perasaan Justin berubah menjadi rasa penasaran saat ia membaca sebuah kalimat.


..."Damai berada disini. seperti aku menyatu dengan alam ini. apakah mungkin dulunya aku terlahir dari sini?". *Midea* ..../..../........


Justin mengernyitkan dahinya memikirkan tentang keberadaan Dea saat di tanggal, bulan dan tahun itu.


seketika Justin teringat jika di tahun itu ia sedang menikmati honeymoon nya di eropa dengan Namira. ia juga teringat saat Alan memberitahukan bahwa asistennya itu juga tidak mengetahui keberadaan Midea saat itu.


"di mana kamu saat itu Midea". Gumam Justin di hatinya seraya terus membaca diary nya Midea ke lembar berikutnya.


Hingga rasa sedih Midea yang ia curahkan dalam tulisannya saat ia sendiri yang mencari Justin ke rumah keluarganya dan dengan netranya sendiri menyaksikan makan malam keluarganya dengan Namira, istri yang baru di nikahinya saat itu.


Dalam diarynya Dea menuliskan jika Justin tak pernah mau sekali pun menyentuh makanan yang ia buat. Sementara Justin dan mertuanya selalu memuji masakan madunya yang memang serba jauh dari kata sempurna rasanya.


Justin menarik dalam nafasnya mengingat peristiwa saat Dea ke rumah secara tiba tiba dan merusak makan malam mereka. Yah Justin ingat sekarang saat Dea menilai masakan Namira yang memang jauh dari kata sempurna rasanya. Tetapi karena rasa cinta yang melebihi sehingga masakan yang namira buat saat itu tidak terasa hambar baginya.


seketika Justin teringat tentang Dean yang selalu kritis tentang masakan Justin yang selama ini Justin masakin untuk Dean. Ia tersenyum saa Dean memberi nilai pada masakannya. Dimana Dean memberi nilai lima untuk masakan pertamanya dan nilai delapan untuk nasi gorengnya.


Justin tersenyum dengan hati yang tak karuan. Satu sisi ia bahagia karena memiliki anak sekritis Dean yang jelas menuruni sifat dari bundanya yang juga kritis dalam menilai rasa masakan orang lain.


Akan tetapi ada terselip rasa lain saat mengingat peristiwa itu. Kali ini bukan kesal melainkan bisa jadi ia mulai menyesal karena terlalu kasar pada Midea saat itu.


Justin sadar siapa pun pasti akan kecewa hatinya saat mendapati pemandangan seperti itu dan juga siapa pun pasti terluka hatinya saat di perlakukan kasar seperti yang ia lakukan pada Dea saat itu.


Justin kembali membaca buku harian tersebut. semakin lama ia semakin ingin menuntaskan bacaan tentang tulisan hati dari seorang Midea.

__ADS_1


hal yang membuat Justin sedikit tersenyum adalah Saat Dea menuliskan kalimat satu malam yang indah bersama Justin. Justin kembali mengingat satu malam di mana saat itulah Dean mulai lengket di dalam rahimnya Midea. Justin menelisik seluruh kamar ini dan juga ranjang ini. Yah di sinilah awal mula terciptanya putra yang menggemaskan itu.


Justin kembali membaca kalimat demi kalimat yang ia susuri ke bawah ada rasa merasa bersalah yang ia rasakan sekarang saat Dea menuliskan rasa kekecewaan yang teramat dalam terhadap Justin saat itu.


di situ Dea menuliskan sebuah kalimat


"ia meninggalkan aku tanpa mengucapkan sepatah kata pun kembali ke istri mudanya. platinum card miliknya di atas nakas. miris memang. saat aku hanya di anggap sebagai pemuas nafsunya hanya untuk semalam dan di biarkan aku pulang sendiri seperti pelacur jalanan".


"Jika semalam aku menitikkan airmata karena bahagia. maka pagi ini pun aku menjatuhkan airmata karena kecewa".


Justin menutup kedua kelopak matanya membayangkan perasaan Midea kala itu. Yah dia ingat atas perlakuannya pada Midea. Saat itu ia memang buru buru karena mendengar kabar Namira masuk rumah sakit karena mau melahirkan anak pertama mereka.


ia memang sempat melihat Midea yang menatapnya dari jendela kaca kamar pribadi nya dengan hanya berbalutkan selimut putih serta rambut indahnya yang terurai berantakan.


Tetapi karena saat itu keadaan lagi genting. Maka justin harus memilih mana yang lebih penting. Sudah pasti keputusan yang paling penting saat itu adalah Namira.


Justin menghela nafasya sesaat lalu ia berucap dengan penuh penyesalan


"maafkan aku Midea".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


 


__ADS_2