She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
perubahan panggilan


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini..


"umi... abi... ". panggil Dean saat melihat mobil Satria memasuki halaman rumah.


sementara Keyra tersenyum senang dan segera mendekati Satria dan Retha yang baru saja keluar dari mobilnya.


"om.. tante..". pekik Keyra bahagia.


"hallo anak tante, anak umi". sapa Retha yang baru turun dari mobilnya.


ia mendekap erat ponakan dari suaminya itu. lalu menyambut Dean yang juga berlari kepadanya.


"aduh... sayang banget anak anak ummi. kangen ya?". tanya nya kepada dua ponakannya.


"iya.. ". sahut mereka bersamaan.


sementara Satria dan Dea tersenyum senang melihat pemandangan tersebut.


"apa ada yang datang selama kami ga ada di rumah? ". tanya Satria kepada Dea.


"ada pak. seorang perempuan memberikan sebuah undangan untuk pak Satria dan Retha. sebentar ya saya ambilkan undangan nya dulu". jawab Dea seraya bergegas kembali ke paviliun untuk mengambil undangan tersebut.


"ga usah Jasmine. kami sudah tau dari siapa undangan nya". cegah Satria agar mahasiswi nya itu tidak perlu kembali ke paviliun nya hanya untuk mengambil undangan untuk mereka.


"Pak Satria sudah tau? ". tanya Dea kurang yakin.


"iya. saat ponsel kami berdua lagi ada masalah pada jaringan di tempat kami melakukan Survey, sebenarnya Cindy dan calon suaminya telah berusaha untuk memberitahu kami". jelas Satria.


"Dan kami baru tau saat begitu banyak pesan yang masuk ketika ponsel kami terhubung pada sebuah jaringan". lanjutnya.


Dea manggut manggut mengerti. lalu Dea mempersilahkan Satria dan Retha masuk untuk membersihkan diri.


"mandilah. lalu kita makan malam sama sama di sini. Keyra hari ini juga bantuin aku masak Tha". ungkap Dea bangga.


"oh ya??". sahut Retha antusias


" kak Keyra udah pinter masak?". tanya Retha penasaran.


"udah pinter tante. the best koki cilik lah". puji Dea tulus demi memberi motivasi pada gadis kecil itu.


"wahh.. kakak masaknya apa sih? ". tanya Retha sembari mendekati meja makan dan melirik isi menu yang tertata rapi di atas meja makan.

__ADS_1


"capcay seafood spesial. bunda yang ajarin aku ummi??". sahut Keyra dengan wajah imutnya.


"ummi?? ". ucap Retha dan Satria serentak seraya mengernyitkan dahinya masing masing.


"kenapa tante di panggil ummi sayang? ". tanya Satria pada ponakannya itu.


"iyalah. kalau Dee manggilin tante Letha dan om Satria ummi dan Abi. aku mau juga dong. masa Dee aja yang boleh panggil ummi dan abi untuk tante sama oom". sahut Keyra bernada protes.


"hahaha... iya iya sayang boleh kok.apa sih yang ga boleh buat seorang putri yang cantik seperti kamu?? ? sahut Retha dengan kekehan.


bahkan Dea dan Satria juga ikut tertawa mendengar celotehan nya Keyra.


"makasih ummi. aku sayaaaang deh sama ummi". celoteh Keyra seraya memeluk erat Retha.


"iya sayang. ummi juga saaayannnng banget sama kakak Keyra". balas Retha yang juga memeluk Keyra.


...----------------...


Dret..dret... dret....dret..


ponsel Andra berdering pelan dengan getar yang kuat di atas nakas membangunkan Andra yang tertidur lelap dalam pelukan hangatnya dengan Cindy.


ia melihat Cindy yang tertidur pulas di atas dada polosnya dengan tangan yang melingkari pinggang nya. Andra memindahkan kepala dan tangan Cindy ke samping dengan perlahan, sebab ia memang tidak mau membangunkan putri tidur itu.


Andra meraih ponsel yang masih bergetar. panggillan dari calon ayah mertuanya tertera jelas di layar ponselnya.


"oh.. s**t. gue lupa kalau anaknya ada sama gue. mana belum gue mintain ijin lagi buat nginep disini". makinya seraya melirik ke Cindy yang masih tidur dengan nyaman nya.


Andra buru buru bangkit dari ranjangnya dan menggunakan boxer dan kaos putih yang ia ambil asal dari wardrobenya nya seraya berjalan ke arah luar kamar.


Andra menekan tombol hijau dan menyapa sang calon mertua.


"Andra". pekik Darmawan.


"dimana Cindy. sedari tadi papa telpon ponsel nya ga di angkat angkat". keluh Darmawan risau.


"maaf pak. sebenarnya Cindy sedari sore di apartemen saya. cuma kita berdua ketiduran makanya lupa untuk ngasih tau bapak".


"ketiduran??". memangnya apa yang kalian lakukan di sana? ". tanya Darmawan bernada curiga.


"ohh.. ga ada pak. hanya saja Cindy tiba duluan di apartemen saya. lalu saya pulang ke sorean. saya sendiri sudah mendapati dia lagi tidur pulas di kamar pak. sementara saya sendiri memang udah capek dari kantor karena harus buru buru ngejar deadline. kan bentar lagi mau nikahan pak". jelas Andra kikuk.

__ADS_1


"ohhh...begitu. mmm saya pikir ada apa apanya...". Darmawan tidak melanjutkan kata katanya karena di rasa nya kurang sopan.


"oh ga ada pak. atau mau saya bangunkan Cindy biar bapak bisa ngomong sama Cindy kali". tawar Andra berbasa basi.


sebenarnya dirinya juga takut jika calon mertuanya itu menyuruh nya untuk membangunkan putri kesayangan nya itu. karena mengingat Cindy suka rada error jika jika setiap kali gadis itu bangun tidur. yang di maksud error dalam artian Andra adalah Cindy bersikap natural dan berbicara apa adanya jika gadis itu bangun dari tidurnya.


itulah mengapa Andra suka membiarkan Cindy ketiduran di apartemennya karena ia akan bercerita tentang masa lalunya jika Andra menyinggung nya sedikit. dan akan bersikap angkuh jika ia menyadari jika ia telah di kadali oleh Andra.


Dari situlah Andra mulai menyukai dan mulai merasa ada getar cinta tatkala mengetahui kepribadian Cindy yang sebenarnya. gadis yang terlihat angkuh dan sombong di luar tetapi polos di dalam.


"ga usah Andra. biarkan dia tidur. besok pagi kalau dianya udah bangun suruh dia hubungi saya". titah Darmawan pada calon mantunya itu.


"saya percayakan putri saya sama kamu Andra". lanjutnya penuh harap.


"baik pak. saya akan jaga amanah tersebut". sahut Andra mantap.


dari seberang ponsel Darmawan tersenyum mendengar kata kata Andra. kali ini ia membenarkan pilihan Cindy untuk masa depan putrinya itu.


"baiklah teruskan istirahat nya. dan satu lagi yang saya minta dari kamu Andra". pinta Darmawan.


"i.. iya pak". sahut Andra sedikit cemas.


"saya harap kamu sudah bisa mengubah panggilan kamu terhadap saya. bukankah sebentar lagi kamu akan menjadi menantu saya. saya harap mulai sekarang jangan lagi memanggil saya bapak seperti hubungan kita pada umumnya. tetapi panggillah saya papa, sebagaimana calon istrimu, Cindy memanggil saya". pinta Darmawan penuh harap.


"baik pak.. ehm pa". sahut Andra kikuk.


lalu keduanya pun menutup telpon nya. Andra kembali masuk ke dalam kamarnya di mana calon istrinya itu masih terus mendengkur halus dalam tidur cantiknya. Andra naik kembali ke ranjangnya dan merebahkan dirinya di samping putri tidur itu.


ia menatap Cindy secara intens.


"gue pikir gue ga akan luluh sama cewek kayak elo Cindy. cewek yang gue pikir penuh kesombongan dan kemunafikan. nyatanya gue beneran mungkin jatuh hati sama lu Cin". bathin Andra seraya mengelus pipi Cindy yang mulus itu.


"have a nice dream girl". ucapnya seraya tersenyum.


lalu Andra mengecup pipi mulus itu. dan memilih berbaring dan memejamkan matanya kembali untuk tidur di samping calon istrinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk Novel ini dengan memberikan like, vote, komen, sharelink nya ya readers yang caem please...


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2