
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
"kok Dee mirip Daddy ya???!". celetuk Keyra tanpa sadar.
celotehan Keyra membuat pasutri paru baya itu membenarkan ucapan Keyra di hati mereka masing masing. mereka membayang kan Justin kecil saat seusia Dean dalam benak mereka. Mona dan Arfan saling menatap dan mereka tersenyum mengingat kenangan bersama Justin kecil.
"mama...papa.. Keyra.. ". sayup sayup terdengar suara Justin memanggil mereka.
"oma.. opa.. Daddy manggilin tuh. yok keluar. Key udah laper ni". ajak Keyra.
"oiya. yok Dee. kita makan dulu ya? ". ajak Mona seraya menggenggam telapak tangan Dee.
sedangkan Keyra sudah keluar dari kamar sedari tadi.
"Daddy". panggil Keyra manja.
"anak Daddy". sambut Justin sumringah saat Keyra berjalan ke arahnya.
"mana Dee? ". udah mandi? ". bajunya gimana muat ga sama Dee? ". Justin mencecar Keyra dengan sejumlah pertanyaan.
"ihhh Daddy. satu satu dong nanya nya? ". sahut Keyra.
bersamaan dengan protesnya Keyra terhadap Daddynya, muncullah Mona dan Arfan yang menggenggam tangan Dean.
"nih anaknya ga usah di tanyain". timpal Mona yang mendengar pertanyaan Justin yang di tujukan pada putrinya.
Justin terkesima menatap penampilan Dean yang mirip dengan dirinya saat masih seusia nya.
triiing...
ponsel Justin berbunyi nyaring membuyarkan lamunannya terhadap Dean seketika. Justin pun menerima ponsel dari Indra tersebut.
"bro. lu dimana? ". sapa Indra dari seberang saat Justin menekan layar hijau.
"dirumah. napa Ndra? ". tanya Justin.
"ya Allah lu Tin. gue pikir lu kenapa napa. gue khawatir tau ga? ". cerocos Indra.
__ADS_1
"ga. gue baik baik aja kok". sahut Justin biasa biasa aja.
"Satria. Satria mana?. dia gimana? ". Indra bertanya penasaran.
"astafirullah. oiya ya. gue sampe lupa Ndra". sahut Justin merasa bersalah.
lalu ia pergi menjauh menghindari kedua orang tuanya dan juga anak anak yang ada di hadapannya kini. sebab ia tak mau masalah Midea yang mencuat di ranah publik terdengar oleh kedua orang tuanya. karena Justin ingin kedua orang tuanya menghabis kan liburan di kota ini dengan tenang. apa lagi yang menyangkut dengan mantu yang mereka tidak sukai itu.
"oke bro. lu udah tau dia ada di mana sekarang? ". tanya Justin pelan.
"ada di kantor polisi. lu tau ga? ". pasti lu ga tau kan? ". ujar Indra sedikit kesal kepada Justin yang seolah tak mau ambil perduli terhadap masalah yang menimpa saudara satu nenek itu.
"hah. kantor polisi?". ngapain dia. dan kenapa bisa nyangkut ke sana? ". tanya Justin heran.
karena menurut perkiraannya. seharusnya saat ini Midea lah yang harus berada di kantor polisi bukannya Satria.
"apa jangan jangan Satria ingin melindungi wanita licik itu lagi? ".fikirnya.
"ahh syit Satria. you are so naif Satria". maki Justin kesal jika perkiraan nya benar jika Satria tetap keukeuh membela Jasmine palsu.
"bro". panggil Indra di telpon nya yang masih menyala itu.
"oke. gue kesana". sahut Justin. dan percakapan via ponsel pun selesai.
lalu ia kembali untuk bergabung dengan keluarganya menikmati makan malam hasil masakan sang mama sebelum ia pamit untuk keluar dengan dalih membereskan pekerjaan kantor demi mengejar deadline.
...----------------...
di ruang penyidik..
Dea di interogasi habis habisan oleh seorang petugas mengenai kasus kasusnya yang berhubungan dengan kekacauan di tiga tahun yang lalu. bukan hanya itu saja Dea juga di kenakan pasal mengenai pemalsuan identitas.
Dea bergeming saat di tuntut tentang pasal pasal yang memberatkan dirinya nanti saat di tindak lanjuti dalam persidangan.
"sudahlah nona. anda ini sudah ketauan masih saja diam tak mengakui kesalahan yang sudah jelas jelas ada buktinya". seorang petugas melemparkan bukti bukti foto, rekaman cctv, hasil DNA, bahkan riwayat penyakit nya pun telah berada di kepolisian.
"kau tau tak??!. itu yang kau pake identitas nya. itu anak baik baik tau kau. kau itu kurang ajar sekali menggunakan nama baik seseorang yang sudah meninggal untuk kepentingan kau pribadi demi menutupi dosa dosa kau". omel petugas tersebut.
__ADS_1
"kalau kau mau hidupku kau tenang yah bertaubat lah kau. pake nama kau sendiri Midea Hasxander". gerutu salah satu petugas yang lain seraya mencatat hasil penyidikan.
"nah tu. dia betul itu. nah jadi nona Midea. saranku kau mengaku sajalah kejahatan kau ini. kau tak usah berbelit belitnya. nanti hukuman kau makin berat. sudah di dunia menderita di tambah akhirat lagi kau di tuntut sama roh nya si.....". petugas khusus penyidik tersebut menjeda kalimatnya karena ia lupa identitas yang di gunakan Dea untuk penyamarannya.
"si Jasmine bang.. ". tegur petugas yang lain.
"ha.. iya.. si Jasmine. mau kau??!!". lanjut si penyidik.
melihat Dea hanya bergeming membuat si penyidik semakin kesal hingga ia memukul meja untuk menggertak Dea agar mau berbicara. sementara Dea masih kalut dengan pemikiran nya. ia memikirkan Dean yang ia tinggal di rumah dalam keadaan tadinya masih tidur dan juga sendirian.
Dea fikir akan ada Retha yang menjaganya selama dia di kantor polisi. tetapi kenyataan nya Dea baru tau jika Retha menyusul dirinya ke sini dan memohon mohon untuk membebaskan dirinya. hingga akhirnya Dea tau juga dari omongan petugas lain jika Retha sekarang ikut di tahan di sel sementara karena membuat keributan dan menghalangi petugas dalam melakukan tugasnya.
"ya rabb. lindungi Dee. tolong utus seseorang yang baik hati untuk menjaga Dee. ku mohon ya Allah". doa Dea sedari tadi dalam hatinya.
sementara di kediaman Justun. Dean mulai menunjukkan sikap ramahnya kepada Justin yang telah menolongnya tadi dengan menerima suapan saat Dean kesulitan mengelupaskan kulit kepiting jumbo dalam supnya.
"sini Daddy kupasin". tawar Justin ke Dean.
Dean pun membiarkan Justin membuka cangkang kepiting tersebut. lalu Justin mengambil isi daging lembut dan mencampurkan nya dengan nasi milik Dean lalu menyuapi batita tampan tersebut dengan tangannya.
sementara Mona dan Arfan hanya sesekali melirik keakraban yang terjadi pada Justin senior dan Justin junior itu. sedangkan Keyra sendiri masih makan dengan lahapnya sup kepiting kesukaan nya tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya.
"mereka berdua benar benar mirip. ya Allah kok aku rasanya ada yang mengganjal di hati ya jika menyangkut tentang anak ini". bathin Mona.
"mau di bilang anak Justin. ga mungkin. emang kapan si Justin ketemu sama si Jasmine. lagian si Jasmine udah berumah tangga. yah meskipun kata Retha juga ga pernah liat kebersamaan mereka". bathin Mona berkecamuk.
"anaknya si Midea?? ". iss amit amit dah sama tu perempuan. bisa hamil aja nggak. ini mau lahirin anak secakep Dee". gerutu Mona di hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka