
# wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
kali ini Retha mencoba membuka hati kembali pada bundanya Dee itu. Meskipun nantinya dia tau jika Dea akan menanyakan Dee padanya.
"kamu yakin mau pergi sendiri aja?". Ga mau di temenin sama abang atau yang lain?". Tanya Satria pada istrinya yang tampak ragu untuk pergi sendiri ke lapas.
"hmm.. Ga apa apa. antarin ke kafe nya Arjun dulu ya. Soalnya tadi Arjun ngirim pesan untuk titipin makanan ke Dea". Ujar Retha.
"oke sayang". sahut Satria seraya membelokkan stirnya ke jalanan di mana kafenya Arjun berada.
Sesampainya di kafe Arjun. Pasutri itu di sambut oleh Arjun yang telah rapi dengan setelan kemejanya dan juga beberapa kotak makanan telah di siapkan untuk di bagikan ke lapas di mana Dea di tahan.
"Jun. Ini kok banyak kali ya?. Apa mau kau kasihkan semua untuk bundanya Dee?". Tanya Retha penasaran.
"iya. tapi hanya cukup di bagikan sama orang yang satu sel dengan Dea aja". sahut Arjun seraya meminta pada anak buahnya itu untuk memasukkan seluruh kotak makanan itu ke dalam mobilnya.
"kamu mau ikutan juga?". Tanya Retha penasaran saat Arjun meminta anak buahnya memasukkan kotak makanan tersebut ke mobilnya Arjun bukan ke mobilnya.
"iya. Aku pikir sekalian ajalah. Mumpung aku libur di weekend. Hehe". Kekeh Arjun.
"ya udah kalau gitu adek bareng si Arjun aja kalau gitu. Gimana?". Tawar Satria.
"ya sudah boleh juga bang. Biar nanti si Rethanya ku antar pulang sekalian bang". Sahut Arjun.
"ga usah repot repot Jun. nanti abang singgah ke sini lagi begitu selesai dari pabrik". Sahut Satria yang tak mau merepotkan Arjun untuk ke dua kalinya.
"ahh abang. Cem orang saja aku di buatnya. Ya ga repot lah bang orang teman sendiri kok". Bantah Arjun.
"ya sudah makasih lah Jun". Sahut Satria.
"yok Retha. Keburu siang. nanti tak boleh lagi kita besuk si Dea". Ajak Justin seraya masuk ke mobilnya.
"bang. adek pergi dulu ya?". pamit Retha ke sang suami seraya mencium tangannya.
"iya. Hati hati ya. Salam untuk kakak ipar". Sahut Satria di akhiri candaan.
Retha tersenyum saat suaminya menyebut kakak ipar untuk bundanya Dee dari keponakannya itu. Retha masuk ke mobilnya Arjun dan melambaikan tangannya untuk Satria yamg masih menunggunya berangkat.
__ADS_1
Sedangkan Satria juga melambaikan tangan ke sang istri dan mahasiswanya dulu. Saat mobil Arjun telah menghilang di jalanan.
...----------------...
"kapan terakhir kalinya besuk bundanya Dee Tha?". Tanya Arjun membuka percakapan dalam perjalanan yang di hitung singkat itu.
"saat dia pertama kali di tahan oleh pihak kepolisian". Sahut Retha sedikit bohong.
Sebenarnya saat Dea sudah di pindahkan ke tahanan kejaksaan di mana abang kandungnya bekerja. Retha hampir sering menjenguk Dea tapi dari jarah yang jauh. Ia lebih sering menitipkan makanan ringan ke petugas jaga.
karena ia tau dari abang kandungnya Reza jika Dea tidak pernah menyentuh makanan yang di berikan oleh petugas. Jika pun Dea mau makan hanya nasi goreng bungkus atau nasi bungkus padang biasa untuk sarapan dan makan siang yang di belikan oleh abangnya selama Dea di tahan di kantor kejaksaan.
"serius tha?".pekik Arjun kaget.
Retha hanya bisa menampilkan senyum tipisnya.
"kamu sendiri kapan?". Tanya Retha yang ternyata menyimpan rasa penasaran pada sikap temannya itu ke bundanya Dean.
"di kantor kejaksaan cuma sekali dan saat ia menjalani pengadilan aku cuma hadir sekali itu pun kemungkinan dia nya ga tau aku hadir di sana. Lalu sekitar dua minggu yang lalu mungkin sebelum Dee ulang tahun". ucap Arjun berupaya mengingat kunjungan terakhir nya untuk Dea.
"mmm...entah lah. mungkin karena hanya ingin tau saja jalannya persidangan dari orang yang udah menipu kita semua". Sahut Arjun sekedarnya.
"kalau sekarang gimana?". Tanya Retha yang ingin tau lebih pasti sikap temannya itu terhadap bundanya Dean.
"mmmm.... Lagi belajar memaafkanlah. Karena terakhir kali aku mencari informasi lewat petugas mengenai Dea. Ia sudah banyak berubah dan beribadah. Dan pastinya ia lebih banyak diam sekarang". Jelas Arjun.
"bukannya ia memang pendiam selama ini?". ujar Retha.
"ya memang. Hanya saja diamnya agak lain dari biasanya. Seperti pasrah". Jelas Arjun mengakhiri perbincangan mereka tentang Dea karena Arjun membelokkan stirnya memasuki kawasan lapas khusus wanita di kota itu.
Hanya beberapa Menit saja Arjun dan Retha telah sampai di lapas di mana bundanya Dee itu menjalani hukumannya. Mereka lalu keluar dari mobil dan memperhatikan keadaan di sekeliling mereka yang tampak sepi.
"yok Tha. Kita ke tempat pos penjaganya aja dulu". Ajak Arjun.
"ga sekalian di bawain makanannya Jun?". Tanya Retha.
"ya udah boleh". Sahut Arjun seraya membuka pintu belakang mobil dan mengeluarkan seluruh kotak makanan yang ke semuanya memang Arjun khususkan untuk Midea dan teman teman yang berada pada satu sel dengannya.
__ADS_1
saat Arjun dan Retha mengeluarkan kotak kotak makanan tersebut dan telah terjejer rapi di pinggiran parkir sehingga memudahkan mereka berdua untuk membawanya ke dalam.
tetapi perhatian mereka teralihkan pada suara gesekan pintu besi yang berat yang terdengar dari dalam lapas. Dan Tak lama kemudian terbuka lah pintu lapas lebar lebar di mana dari kejauhan terdengar bunyi sirine ambulan yang terdengar di telinga mereka.
Awalnya memang terdengar jauh tetapi semakin lama semakin mendekat dan terlihat lah mobil ambulans yang memasuki halaman lapas dan mendekati pintu lapas yang telah terbuka lebar itu.
Arjun dan Retha saling menatap heran dengan raut wajah yang penuh tanya.
"ada apa gerangan yang terjadi di lapas ini?. Dan siapa napi yang sakit?". Begitulah isi di kepala mereka masing masing.
Arjun dan Retha berjalan mendekat seraya mencari tau napi mana yang sakit atau mungkin salah satu petugas yang kritis karena faktor kelelahan bekerja di sift malam.
Suara brankar yang beroda dan juga derap langkah petugas yang bergegas sembari berlari kecil membuat Retha dan Arjun semakin penasaran.
Mereka mendengar salah satu petugas memerintahkan untuk bersiap dengan alat medis yang berada di ambulan termasuk selang oxygen.
tatkala brankar beroda itu mendekati mobil ambulans yang telah bersiap menyambut pasien barunya itu. Retha dan Arjun terhenyak saat melihat seraut wajah dingin dan pucat pasi serta kening yang di baluti perban putih tengah terpejam dengan nafas yang tenang seperti orang mati.
"astafirullah Dea". Pekik Retha kaget seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"astaga Dea". begitupun Arjun yang terpekik kaget.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Zhil olshop
Terima kasih.
__ADS_1