She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
pelukan bahagia


__ADS_3

"iya KBC. tempat penelitian untuk skripsi kamu yang sempat tertunda dulu". sahut Retha sumringah.


Deg Deg deg


semakin kuatlah debaran jantung milik Dea. ia benar benar tak menyangka jika harus di hadapkan pada masa lalunya kembali.


"kenapa harus disini sih Jasmine. kayak ga punya tempat lain aja buat kamu praktek ". omel Dea di hatinya.


"ayok masuk. bang Satria udah nunggu kita di dalam". ajak Retha.


Retha langsung melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran dan Midea yang hanya bisa bergeming. kakinya nya terlalu berat untuk di bawa melangkah ke tempat yang berhubungan dengan Justin. ia takut jika orang orangnya Justin mengenal dirinya yang memang sebagai Midea dan bukan Jasmine.


sedangkan Retha yang telah berjalan duluan merasa jika Dea masih berada di tempat. ia pun membalikkan tubuhnya untuk melihat karibnya itu. ia pun segera memanggil Dea yang masih mematung di tempat.


"Jasmine. Ayok". panggil Retha seraya melambaikan tangannya pada Dea.


"i...... iiya.. "sahut Dea kikuk.


Retha tersenyum dan menunggu Dea hingga berjalan disisinya. mereka berdua di sambut di ruangan kantor milik Satria.


"hallo ladies. udah nyampe ternyata". sambutnya seraya memeluk istrinya sesaat.


"gimana Dee ga nangis waktu di pisahin dari bundanya?".tanya Satria.


"ga bang. emang anaknya baik budi. ya kan Jasmine? ". sahut Retha.


"iya". sahut Dea.


"sabar ya Jasmine. ini untuk sementara sampai skripsi kamu selesai dengan sempurna". Satria memberi semangat.


"setelahnya akan tiba harinya buat kamu having fun bersama dengan si jagoan". lanjutnya.


"tull. jadi semangat ya Jasmine". timpal Retha yang ikut memberi semangat pada karibnya itu.


Dea hanya tersenyum. sebenarnya ia pun tak sabar menunggu hari itu. hari di mana ia bisa merasakan lagi pelukan bahagia dari putranya itu.


...----------------...


Di kediaman Darmawan


Cindy baru saja menyelesaikan makan malam bersama keluarga besarnya. setelahnya Darmawan mengajak putrinya ke ruang kerja untuk membicarakan sesuatu disana.


"ada apa pa?. apa ada yang serius? ". tanya Cindy yang tau jika pembicaraan kali ini bukanlah pembicaraan biasa.


sudah menjadi kebiasaan keluarga Cindy jika salah satu anggota keluarga di panggil untuk masuk ke ruang kerja papanya, berarti ada sesuatu yang serius untuk di bicarakan dalam keluarga tersebut.


Darmawan menghela nafasnya sesaat lalu ia mengutarakan niatnya untuk menikahkan Cindy kembali.


"tapi pa bukannya sekarang papa ga akan memaksa Cindy lagi untuk menikah. dan Cindy bisa bebas menentukan jodoh Cindy sendiri ? ". trus kenapa sekarang papa melakukannya lagi". sahut Cindy kecewa.


baru juga ia mulai menikmati kedekatannya dengan Andra. tetapi sekarang malah papanya yang akan menjauhkannya dari lelaki yang ia sukai itu.


"demi kebaikan kamu sayang". sahut papanya seraya tersenyum.


"kalau Cindy menolak? ". sahut Cindy.


Darmawan tersenyum. ia tau apa yang ada di pikiran anak gadisnya saat ini.

__ADS_1


"terserah kamu. tapi nanti jangan menyesal ya? ". ucap Darmawan dengan memberinya sedikit gertakan.


"maksud papa? ". tanya Cindy seraya mengernyitkan dahi.


Darmawan tersenyum.


"iya. kalau kamu tolak lamaran dari seorang pria tampan dan kaya. yah kamu jangan menyesal jika nanti dia menikah dengan orang lain". sahut Darmawan.


"kalau kamu memang tidak mau menikah dengannya. yah papa tinggal bilang sama Andra kalau kamu menolak lamarannya". sambungnya.


Cindy yang terdengar samar nama Andra di sebutkan oleh papanya. langsung berfikir dan terhenyak. ia langsung menatap papanya dengan wajah penuh tanya.


"Andra? ". tanyanya lagi kepada papanya.


Darmawan menarik kedua sudut bibirnya menatap balik wajah sang anak gadisnya.


"maksud papa Andra Airlangga?". tanya Cindy meminta keyakinan pada papanya.


Darmawan mengangguk pelan kepalanya. sedangkan Cindy semakin melebarkan senyumnya.


"beneran papa? ". tanya Cindy kurang yakin.


"iya sayang. dua hari yang lalu Andra datang kerumah papa dan langsung meminta anak gadis papa yang terakhir untuknya". sahut Darmawan yang ikut senang melihat wajah anak gadisnya yang bahagia.


"kamu pasti mau menikah dengannya kan. karena papa langsung menerima lamarannya. karena papa lihat pun kalian cukup akrab". lanjutnya.


"iya papa. Cindy mau". sahut Cindy bahagia.


lalu Cindy bangun dari duduknya mendekati sang papa dan memeluknya seraya berkata


Darmawan tersenyum seraya menepuk nepuk punggung putrinya. sudah lama ia tidak merasakan pelukan bahagia dari putri bungsunya ini.


"berbahagialah nak karena harimu akan tiba". Doa Darmawan untuk putrinya.


"Makasih papa". sahut Cindy


...----------------...


sepulang dari rumah keluarganya. Cindy langsung menemui Andra dengan wajah sumringah di apartemennya. meskipun wajahnya terlihat kusam dan penampilan nya terlihat dekil.


Andra menyambut kedatangan Cindy dengan candaan.


"maaf ga punya uang receh. lagian di sini ga menerima sumbangan dalam bentuk apapun". cibir Andra yang melihat penampilan Cindy yang berantakan.


ia pun langsung menutup pintu. sementara Cindy menggigit bibir bawahnya dan mencoba mengetukkan lagi pintunya.


"pak Andra. ini Cindy".


Andra tersenyum lalu membuka pintu Apartemennya.


"kok kumel gitu?. abis dari perjalanan jauh ya? ". tanya Andra yang berpura pura.


"iya abis dari Mdn. pulang kerumah papa". sahut Cindy.


"ooh. ya udah masuk". tanya Andra berpura pura cuek.


"mandi dulu sana". tunjuk Andra pada kamar mandi umum.

__ADS_1


"iya pak". sahut Cindy.


lalu Cindy pun menuruti perintah Andra. sedangkan Andra tersenyum menyeringai karena menjahili Cindy.


setelah menyelesaikan makan malam mereka. Andra berpura pura cuek seolah olah tidak terjadi apapun di hari hari belakangan ini. ia berpura pura sibuk dengan laptop nya yang berada di ruang kerja. Cindy yang melihat Andra mencueki dirinya pun memberanikan diri memasuki ruang kerjanya.


"pak". panggil Cindy pelan.


"hmm". sahut Andra.


"pak". panggil Cindy lebih keras.


"ada apa". sahut Andra datar.


"bapak kemarin waktu ke Mdn. ngapain aja? ". tanya Cindy hati hati.


"meeting". sahut Andra sok cool. padahal ia tau arah pembicaraan Cindy.


"trus ngapain lagi? ". tanya Cindy penasaran.


"emang ada apa? ". tanya Andra yang masih bersikap sok cuek.


"pak Andra bertemu sama papa ya? ". tanya Cindy.


"ada". sahut Andra.


"ngomongin apa aja? ". tanya Cindy.


"ga ada. cuma bisnis". sahut Andra cuek. sementara hatinya menggelitik geli melihat sikap calon istrinya yang terlalu kepo untuk seorang Cindy yang terkenal masa bodo dan angkuh itu.


"oh. cuma itu ?". tanya Cindy penasaran.


Andra memicingkan matanya yang belo itu.


lalu memiringkan sudut bibirnya sebelah.


"ngomongin soal gimana caranya mau nikahin gadis badung yang tukang kabur". sahut Andra cuek.


Cindy semakin melebarkan senyumnya tatkala ia tau gadis badung tukang kabur yang di maksud Andra adalah dirinya.


"sama siapa pak?". tanya Cindy sok lugu.


Andra memutar lehernya menatap Cindy miring. lalu menyentil keningnya seraya berkata.


"bah. sok lugu kau padahal suhu".


lalu Andra bangkit dari duduknya berniat keluar dari ruang kerja tersebut. baru juga ia membuka pintu tiba tiba dua tangan lembut melingkari pinggangnya.


Andra bergeming. terpaku di tempat dengan tangan yang masih memegang tuas pintu. sementara Cindy tersenyum merasakan tubuh hangat Andra yang ia peluk dengan perasaan bahagia.


"makasih pak Andra. makasih". ucap Cindy terharu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, fav.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2