She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
meet up


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"tunggu". Panggil Celine ke pada Alan.


Alan berhenti dan segera memutar balikkan tubuhnya menghadap Celine. Sedangkan Celine menarik dalam nafasnya sesaat.


"duduk lah kembali". Titah Celine.


Alan pun menuruti permintaan dari Celine. Ia masih sabar menunggu kata kata selanjutnya yang keluar dari nyonya pratama itu.


"apa yang aku dapatkan jika aku mencerita kan tentang maksud pertemuan kami waktu itu?". Tanya Celine menantang.


Alan tersenyum miring. dalam hatinya semua orang sama saja tidak ada sesuatu yang free dalam hidup ini. Segala sesuatunya selalu saja ada timbal baliknya.


Ga Bima dan juga Celine bahkan yang lainnya juga menagih hal yang sama untuk sesuatu yang mereka berikan sebagai informasi kepada dirinya.


"ok deal. Apa yang kamu mau?". Tanya Alan memulai negoisasi dan tranksaksi.


"bantu aku untuk membuka kedok Xander Agency". pinta Celine.


"kenapa?". Tanya Alan penasaran.


"ada sesuatu kah?". Bathinnya saat Celine menatap dirinya dengan tatapan memelas.


"aku ingin kamu mencari data tentang manajemen keuangan mereka. Sebab aku yakin ada sesuatu yang membuat para model di sana terpaksa melakukan hal yang menjijik kan dan kebanyakan dari kami tidak menyukainya". jelas Celine.


"kita liat nanti". Sahut Alan datar.


"sekarang ceritakan tentang maksud pertemuan kalian saat itu". Titah Alan.


"ga akan sebelum kamu berjanji akan membantuku". ucap Cindy sarat ketegasan.


Alan menghela nafas sesaat lalu berkata


"iya. Akan ku bantu". Sahut Alan seraya menghidupkan aplikaai perekam suara di ponselnya tanpa sepengetahuan Celine.


Celine pun tersenyum sumringah medengar jawabsn dari pria maskulin itu. Akhirnya ia bercerita kapan pertama kali bertemu dengan Midea.


"aku dan Midea bertemu pertama kali saat kami berada di sebuah pelatihan yang sama. Midea yang akun ihat dulunya masih bertampang lugu dan sedikit linglung. Aku mencoba bertegur sapa padanya. Dia hanya membalas sekedarnya. Lalu hanya sebatas say hallo dan menjawab hai. Selebihnya ". jelas Celine.


"tidak pernah lagi. Karena masing masing kami di sibukkan dengan jadwal yang sudah di atur oleh agency Xander. Bahkan untuk kencan nya sekaligus". jelas Celine.


"tentang pertemuan di coffe shop. Aku dan Midea memang sedang membicarakan suatu hal penting"


"setelah itu?". Tanya Alan yang ingin mmengetahui cerita selanjutnya dari Celine.


"tidak sama sekali sampai aku menikah pun kami berjalan di kehidupan masing -masing.

__ADS_1


sampai akhirnya Midea sendiri yang menghubungi aku untuk mencarikan nya seorang pria agar bisa menjamin kehidupan nya ke.depan". Jelas Celine.


Flashback..


Sebelumnya Celine di hubungi oleh Midea dan ia di ajak bertemu di sebuah coffe shop di dekat apartemennya Xander Agency di mana Dea tinggal di apartemen tersebut.


Awalnya Celine ragu untuk datang karena merasa tidak memiliki kepentingan khusus. Sampai akhirnya ia menuruti permintaan Dea yang memohon padanya.


Pertemuan mereka di kafe saat itu di awali dengan saling berbasa basi di antara kedua nya. Lalu Midea mengutarakan niatnya ingin menikah dan bisa berbahagia seperti kehidupan celine yang kini telah menikah dan bahagia.


Sontak membuat Celine langsung mengerti kemana arah pembicaraan dari seorang Midea.


"apa kau sudah mulai gerah Midea?". Tanya Celine tiba tiba seraya menatap raut wajah Dea yang tersimpan beban.


"ya. Aku ingin punya seseorang yang bisa melindungi aku dari setiap lelaki bejat yang ingin terus terusan menembus pertahanan ku". ungkap Dea jujur.


"aku juga ingin bahagia. Punya anak dan keluarga sama seperti istri istri yang lain" lanjutnya.


"termasuk menjadi istri simpanan?"tanya Celine.


"hah. Istri simpanan?". Ga ga aku ga mau. Menjadi simpanan seseorang meskipun sebagai istri tetap saja aku sebagai pelacur di mata nya. Ia datang saat menginginkan tubuh ku setelah puas ia kembali ke pada istri sah nya lagi. Lalu apa bedanya?". Keluh Dea jujur.


Celine tersenyum membenarkan pernyataan Midea. Baginya menjadi istri sah adalah tetap lebih aman dari pada harus harus menjadi istri simpanan.


Hanya saja semua yang di lalui oleh seorang Celindra tidak seperti yang di bayangkan oleh orang kebanyakan. Seperti Sepasang kekasih yang bertemu lalu jatuh cinta dan menikah.


Untuk bisa di nikahi oleh seorang putra dari keluarga pratama itu. Celine sendiri yang harus membuat jebakan untuk suaminya saat itu bahkan ia harus rela menyerahkan harta yang ia miliki satu satunya yaitu kesuciannya.


"lu harus bisa ambil resiko Dea. jika mau hidup lo enak. Meskipun secara ekstrim sekalipun". lanjut Celine.


Getar di ponsel Celine membuat Celine harus menyudahi pertemuan itu lantaran pesan masuk yang memberitahukan bahwa Celine harus tiba di tempat beberapa menit lagi.


"saran gue pilih target lo yang benar benar mapan. Lu harus pintar memilih pria mana yang bakalan lu jadiin teman hidup lo dan benar benar bisa menjamin hidup lo sampai tua nantinya. Minimal menjadi istri simpanan. Karena ada kalanya lebih baik di nikmati oleh satu pria dari pada di sentuh oleh banyak pria". ujar Celine.


"dan hubungi aku jika lu bersedia dengan saranku". ucap Celine menyudahi pertemuan tersebut dan meninggalkan Dea sendiri.


Present day..


"tetapi sayang. Aku belum sempat memberitahukan rencanaku padanya karena keburu pindah keluar negri saat itu". Ungkap Celine jujur.


Alan menarik dalam nafasnya dan membuang nya perlahan setelah mendengar semua cerita Celine.


"apakah Midea menjalankan rencananya?".tanya Celine hati hati.


"ya. Dia menjalankan rencananya". Sahut Alan.


"oh ya?". Berhasilkah?". Apa dia bahagia sekarang?apakah mereka kini saling mencintai?". tanya Celine bertubi tubi.

__ADS_1


Alan bergeming. Suara ponsel Alan berbunyi nyaring. Ia melihat ke layar monitor seorang teman yang bekerja di bagian pengamat cctv jalanan di kota Jkt. Alan segera pergi setelah menjawab telpon itu sesaat lalu permisi dan meninggalkan Celine dengan sejuta kata tanya yang belum di jawab Alan.


...----------------...


kali ini Alan membuat janji temu dengan salah satu teman nya yang dulunya pernah sama sama belajar di bagian IT. Alan di minta untuk datang ke apartemen temannya itu.


sesampainya di sana ia langsung di sambut baik oleh Amar yang dulunya bekerja sebagai tenaga freelance sebagai ahli IT untuk mengaman kan data data perusahaan yang membuat kontrak kerja padanya.


hanya sedikit berbasa basi akhirnya Amar menunjukkan rekaman Cctv yang sempat di kopinya dari dokumen Cctv jalanan di beberapa tahun lalu.


"ini rekaman dari depan hotel ayah boss lu yang berada di selatan Jkt". Tunjuk amar.


"ups..mati lampu karena badai. Hanya sedikit bayangan benda yang muncul karena tidak semua blok memiliki listrik emegency"


Alan menonton cctv tersebut selama proses rekaman berjalan hingga akhirnya ia meminta Amar untuk memutarnya perlahan saat ada bayangan perempuan keluar dari hotel tersebut.


"bisa lu perbesar ga gambarnya. Gue mau liat wajahnya". Pinta Alan.


"tapi ini bukan kamera kualitas tinggi bro. Kalau pun gambar di perbesar gambarnya akan pecah. Alias terdapat banyak guratan guratan di wajah perempuan itu". Ujar Amar menjelaskan.


"iya gue tau. Justru itu gue mau tau seperti apa guratan guratan tersebut". Sahut Alan penasaran.


"oke kalau lu maunya gitu". Sahut Amar.


Akhirnya gambar dari sosok perempuan yang keluar dari pintu Hotel pun di perbesar. Dan benar saja yang di katakan Amar tadinya.


"bisa lu print kan selembar". Pinta Alan.


"oke". Sahut Amar.


Akhirnya gambar guratan wajah wanita yang berhijab telah berpindah di selembar kertas yang akan Alan jadikan barang bukti nantinya.


"lu mau ngikutin kemana nih cewek pergi kan?". celetuk Amar yang tau jalan pikiran temannya itu.


"ya". Sahut Alan datar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


ig Hazhilka279


Terima kasih.


__ADS_2