She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kenyataan yang pahit


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..


beberapa jam yang lalu..


satu jam setelah keberangkatan suaminya ke kantor. Retha menggeliatan tubuhnya untuk merenggangkan otot otot tubuhnya yang terasa penat akibat gempuran suaminya semalam.


Retha mengerjap ngerjapkan matanya perlahan karena sinar matahari menyeruak masuk melalui celah celah gorden yang tertutup dari kamar tidurnya. ia menatap jam di dinding kamar nya. waktu menunjukkan pukul delapan pagi. itu berarti sudah satu jam lebih ia tertidur lagi dari semenjak ia di bangunkan oleh suami untuk mandi.


akhirnya ia pun bangun dan melangkah kan kakinya untuk segera mandi. hari ini ia berniat untuk mengunjungi bundanya Dean di kantor polisi. kali ini ia akan mencoba cara lain untuk membebaskan karib nya itu.


beberapa jam kemudian ia pun selesai berbenah dan merapikan dirinya untuk pergi. selama perjalanan menggunakan kendaraan umum. Retha mencoba menghubungi beberapa kenalannya yang bekerja sebagai pengacara.


Retha bersyukur karena ada beberapa Diantaranya yang akan membantu dirinya untuk membebaskan bundanya Dean itu.


setibanya di kantor kepolisian Retha menjumpai petugas jaga untuk meminta ijin bertemu dengan Dea. setelah mendapatkan ijin barulah Retha berjalan menuju sel tahanan sementara di mana Dea berada.


saat langkahnya semakin mendekati sel tersebut tiba tiba ia seperti melihat sosok Satria yang sedang duduk berhadapan dengan Dea. ia menghentikan langkahnya dan memilih untuk mencari tau apa yang di bicarakan oleh mereka berdua.


Deg. sebuah nama yang lain yang telah di sebutkan dari mulut suaminya itu membuat Retha semakin penasaran. ia bersembunyi di balik tiang penyangga dari gedung kantor tersebut.


Tungkai Retha melemah saat kata kata "aku terpaksa". dari mulutnya Midea. Retha mengatup mulutnya saat Satria membeberkan semua yang di ketahuinya selama ini mengenai perempuan yang di anggap Jasmine selama ini.


"Retha". panggil Satria saat melihat dirinya.


Retha mematung menatap tak percaya pada apa yang di dengarnya.


"itu bohong kan? ". Retha bertanya pada suaminya.


sementara Satria berjalan mendekati Retha.


"ayok pulang. kita bahas ini di rumah". titah Satria seraya merengkuh pinggang sang istri.


tetapi Retha hanya bergeming menatap perempuan yang ia percayai selama ini. begitu pun Dea hanya bisa menatap Retha dengan perasaan yang merasa bersalah.


"Tha". panggil Satria lebih keras


Retha memandang Satria dengan tatapan penuh tanya.


"ayok. abang akan jelasin semuanya di kamu". ujar Satria.


akhirnya Retha mengikuti langkah suami nya ke luar dari gedung kantor kepolisian tersebut.

__ADS_1


...----------------...


di kediaman Satria....


Retha masih saja tak percaya pada apa yang di jelaskan oleh sang suami. meskipun Satria telah memberikan bukti bukti yang menyudut kan Midea dan semua yang berhubungan dengan perempuan itu. tetap saja Retha tidak bisa menerima atas apa yang terjadi.


"lalu Jasmine yang sebenarnya ada di mana? ". tanya Retha pelan dengan suara yang mulai terisak.


Satria menggeleng gelengkan kepalanya atas pertanyaan Retha.


"maksud abang tidak tau atau tidak ada? ". tanya Retha seraya menatap Satria.


"menurut bukti dan juga sumber pemberitaan dari article article di situ tertulis memang korban korban yang meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut. dan memang ada nama Jasmine di dalamnya". ungkap Satria seraya menunjukkan berkas tentang korban korban dalam kecelakaan pesawat tersebut di beberapa tahun lalu.


"ga mungkin bang". bantah Retha seraya menangis sejadi jadinya.


Satria menghela nafasnya sesaat. lalu ia menarik sang istri dalam pelukannya untuk menenangkan hatinya.


"Tha". panggil nya pelan.


"sabar dek. mau ga mau kita memang harus menerima kenyataannya ini dek. ini udah takdir Allah sayang. ini cobaan kita dan semuanya". ujar Satria memberi nasehat seraya memeluk erat sang istri.


...----------------...


kasus Midea Hasxander terus berlanjut.penyelidikan pun tetap di lakukan setiap waktu. Midea mulai merasa jenuh dan lelah karena setiap harinya selalu di cercai pertanyaan yang sama oleh tim penyidik.


Midea terus saja di interogasi oleh tim penyidik agar mengakui perbuatan nya selama ini. bahkan ada seorang petugas yang di kenal tegas kini menginterogasi Midea.


"hayoo ngaku kau Midea. ini memang kau kan?!!". ungkap salah satu petugas tersebut dengan menunjukkan bukti terbaru dari rekaman cctv jalanan di tahun di mana Midea melarikan diri.


bukan hanya itu saja bukti bukti yang telah di kumpulkan dari pihak kepolisian dimana kasus Midea berada juga telah di kumpulkan menjadi satu berkas yang akan memberatkan Midea di persidangan nantinya. akhirnya dengan segala cara dan bukti bukti yang ada Midea pun terdesak apa lagi ia teringat akan kata kata Satria yang menyebut nama anaknya.


"ya". sahut Midea pelan.


para penyidik itu pun saling memandang dengan penuh tanya.


"ulang yang kau bilang tadinya?! ". pinta salah satu petugas dengan tegas.


"ya. saya mengakuinya". sahut Dea dengan pasrah.


akhirnya perjuangan mereka selama tiga hari ini membuahkan hasil. mereka langsung membuat laporan baru sebagai BAP untuk bisa di limpahkan ke kejaksaan setempat. dan Midea pun akan di adili secepatnya.

__ADS_1


sementara Midea semakin menundukkan kepalanya pasrah atas apa yang akan terjadi pada dirinya. ia tersenyum miris mengingat kisah hidupnya tak pernah berakhir indah. hanya sesaat ia rasakan kebahagiaan itu. yaitu saat ia melahirkan Dean dan menghabiskan hari hari bersama dengan batita tampannya.


...----------------...


berita tentang pemalsuan identitas oleh Midea Hasxander semakin mencuat bukan hanya Arjun yang kaget bahkan Rendy yang baru saja membuka ponsel nya karena informasi dari berita grup dari alumninya.


A


"wah gilak ni cewek ngaku ngaku si Jasmine"


B


"iya ya. kenapa bisa ga ketahuan gitu ya waktu dia kuliah lagi".


C


"kan si Jasmine memang udah lama RIP kan kita sendiri yang bikin acaranya di kampus waktu itu


D


"iya bener. ini pasti ada yang melindungi si perempuan itu selama ini, makanya ga ketahuan gitu sama pak dekan".


begitu banyak yang berkomentar miring tentang Dea di ponsel mereka. baik Arjun dan Rendy pun tidak bisa membantah atau membela siapapun di sini. mereka berdua saling menatap bingung karena selama tiga hari ini bundanya Dee itu tidak ada berkirim kabar karena kesibukan skripsi nya dan juga mau naik sidang tidak lama lagi.


"coba kita hubungi si Retha atau bang Satria. kita tanya apa yang terjadi". saran Arjun.


lalu Rendy mencoba menghubungi ponsel Retha sementara Arjun mencoba menghubungi dosen mereka itu. tetapi nada sambung keduanya bernada sama. yaitu sama sama tidak bisa di hubungi.


"tidak bisa di hubungi". ucap serentak kedua nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


__ADS_2