
# wellcome back readers. Selamat menikmati kembali episode kali ini ya readers???.
Sudah seminggu ini Gita bolak balik antara kantor, kafe Arjun dan lapas. kali ini ia mencoba berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hasil dari misinya. Karena menurut cerita dari salah satu petugas lapas yang sering mengawali Midea selama ini.bahwa Midea berhenti bicara saat terakhir suaminya datang untyuk menjenguknya sekitar dua bulan yang lalu.
"terus bu. Suaminya ga pernah datang datang lagi setelah itu?". Tanya Gita penasaran pada petugas lapas.
"ga pernah lagi mbak". Sahut petugas lapas tersebut.
"mmm...". Gumam Gita manggut manggut.
"apa mereka bertengkar saat pertemuan terakhir?". Tanya Gita penasaran.
"ya begitulah". Sahut si petugas.
"mereka bertengkar karena apa? apa karena anak?". Gita mencoba mengorek informasi kembali tetapi kali ini secara spesifik.
"kok tau mbak?".tanya si petugas heran.
"ohh..itu kemaren dulu. waktu kejadian pertama kali si Dea di bawa ke rumah sakit saya kebetulan juga ada di situ. Terus ada petugas yang jaga si Dea. Saya iseng aja sih nanya nanya soal sakitnya sakit apa?". Ungkap Gita.
"kata pengawalnya sakit stress gara gara anak sih". Celetuk Gita.
"hehe iya mbak. bawa bawa anak ke lapas yah ga mungkinlah mbak. Ada ada aja tu orang". Kekeh sang petugas.
"iya juga sih". Gita manggut manggut.
berbekal makanan yang ia pesan di kafenya Arjun dan sedikit kebohongan. ia menjumpai Dea untuk ke sekian kalinya. Ia menyambut hangat Dea dan seperti biasa ia menawarkan kembali makanan makanan dari kafenya Arjun.
Sementara Midea masih bersikap seperti biasa hanya merespon lawan bicaranya menggunakan anggukan dan gelengan kepalanya. Meskipun saat ini Gita tengah menjelaskan maksud kedatangannya.
Dea tau jika kedatangan Gita hanya ingin mengetahui banyak tentang hidupnya yang dulu. sampai akhirnya Dea meminta kertas dan pulpen yang terselip pada berkas yang di bawa Gita.
"mau ngapain kesini lagi?". Tulisnya.
"cuma mau ngasih ini ke kamunya". Sahut Gita seraya tersenyum.
"bawa aja. Aku ga pingin". Tulis Dea kembali.
"tapi Arjun udah masakin khusus buat kamu loh". Sahut Gita.
"bilang sama dia kalau Dea minta maaf dan terima kasih untuk makanannya". Tulisnya kembali.
__ADS_1
"jangan gitu dong Dea. Please..". Sahut Gita memohon.
Dea tersenyum miring lalu ia menuliskan sesuatu di kertas
"Aku tau kamu datang ke sini hanya modus melalui makanan ini. Apa yang kamu inginkan dari aku?!"
Gita terdiam sesaat dan menelan salivanya kasar karena ketauan niatnya datang ke sini oleh Dea.
"maaf. Tapi aku hanya ingin membantu. Cuma itu". Sahut Gita.
"terima kasih. Tapi aku tidak butuh bantuan dari siapapun". Dea membalas lewat tulisan tangannya.
Gita membaca lalu tersenyum kecil.
"aku tau kamu lagi tidak butuh sekarang. Tepatnya belum butuh untuk saat ini. Tetapi paling tidak saat kamu tidak sanggup lagi menyimpan semuanya. Kamu sudah tau kemana kamu harus mengadukan nasib hukummu". Sahut Gita seraya menyodorkan kartu namanya.
Midea membaca kartu nama tersebut tanpa menyentuhnya. Ia tau jika Gita adalah seorang pengacara yang sering menangani kasus perempuan dan anak anak terlebih jika kasus tersebut pernah kalah dalam persidangan sebelum nya. Maka Gita yang akan maju menemani kliennya untuk naik banding.
Paling tidak begitulah yang Dea dengar dari gosip gosipnya para napi.
Gita di kenal sebagai loyal lawyer. Karena saat ia mulai bekerja mendampingi kliennya maka ia akan mendampingi hingga akhir bahkan sampai ada yang meninggal dunia meskipun kasus klien tersebut telah usai.
Gita membereskan barang barangnya dan meninggalkankan kotak makanan tersebut untuk Dea.
Gita segera memalingkan wajahnya ke arah tangan Dea yang memegang lengannya. Ia menunggu apa yang di tulis Dea kembali.
"aku mau naik banding".
Gita membaca tulisan tangan tersebut. Gita tersenyum lalu ia duduk kembali di hadapan Dea.
"baik. Akan aku bantu. Tapi dengan syarat ceritakan tentang kasus hukummu dulu kepadaku sekarang". pinta Sagita.
Midea bergeming. Menceritakan kasus hukumnya berarti menceritakan kembali tentang hidupnya.
"Midea". Panggil Gita.
Dea tertawa tanpa suara. Lalu menuliskan sesuatu di atas kertas yang hampir penuh.
"apa yang aku dapatkan jika aku mencerita kan semuanya sama kamu".
Gita membaca nya dan tersenyum.
__ADS_1
"jaminan hukum. Aku pastikan itu. Aku akan buktikan kalau kamu tidak sepenuhnya bersalah". sahut Sagita.
Gita telah mendengar sedikit kronologi tentang kaburnya Dea dari kejaran petugas kepolisian. Entah dia kebetulan sengaja yang menyamar sebagai Jasmine atau seseorang yang bernama Alma mengira Dea adalah Jasmine. Itu menurut informasi yang ia dengar dari timnya yang melacak hingga ke kota Pdg, dimana dulunya pertama kali Dea memulai kehidupannya menjadi Jasmine.
"are u sure?". Tulis Dea.
"off course Dea. Asalkan kamu kooperatif selama menjadi klien aku. Karena tanpa adanya kejujuran sebuah kasus tidak akan pernah terungkap" sahut Gita.
"so. will you cooperate with me Midea?" tanyanya memastikan.
Midea menganggukkan kepalanya. Sementara Gita tersenyum.
"oke Dea. Aku mohon mulai sekarang berbicaralah seperti biasa meskipun hanya denganku saja. Karena bagaimana pun aku butuh informasi secara detail dari kamu. Bisa kan?".bujuk Gita seraya menatap Dea.
Midea tersenyum simpul. waktu kunjungan pun berakhir. Dea harus di bawa kembali ke ruang tahanan sedangkan Gita harus segera keluar dari situ.
Setelah pulang dari Lapas. Segera Gita memerintahkan pada timnya untuk membuat berkas pengajuan untuk banding ke pengadilan yang lebih tinggi atas nama kasus Midea Hasxander.
"kak. ini kan yang kasus pemalsuan identitas itu kan?". Tanya asistennya.
"iya. Kamu gercep ya biar cepat kita proses ke sananya. Oiya kasih tau ke yang lain jika kita juga butuh informasi tambahan dan akurat untuk kasus ini. Kok aku nya merasa ada yang mengganjal dan kurang disini". Titah Gita.
"oke kak Gita". Sahut asistennya.
hari berikutnya..
Sagita telah mempersiapkan berkas untuk ia serahkan pada pengadilan nantinya. Ia ingin kasusnya Midea di buka kembali. Ia ingin memastikan asusmsinya selama ini jika Midea juga termasuk korban dari kesalah pahaman yang terjadi selama ini. Di mana ia berfikir jika Dea tak sengaja memanfaatkan situasi untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran polisi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Zhil olshop
__ADS_1
Terima kasih.